ivan stupid zero

IVAN (SZ): GRUNGE ITU JIWA

Dini hari tadi tim Degilzine akhirnya berhasil menghubungi Ivan, itu pun melalui pesan Facebook, berhubung pesan Line tidak dijawab. Jam sudah menunjukkan pukul 1.15. Agak ragu sebenarnya. Ternyata Ivan membalas, dan terjadilah percakapan meriah seperti di bawah nanti. Ivan adalah vokalis dan gitaris, sekaligus penulis seluruh lagu dari band Stupid Zero. Mengenai Stupid Zero, band ini dibentuk di Tebing Tinggi, setahun sebelum Soeharto kehilangan senyum andalannya yang manis itu. Lagu-lagu di album mereka seringkali masuk ke dalam kompilasi album grunge Indonesia, antara lain: Total Feedback Vol. VI di Jakarta, Grunge Is Dead Vol. II di Bandung dan Gerakan Grunge Bangkit Malaysia. Baiklah, langsung saja kita telanjangi dia.

ivan stupid zero

Halo Bung Ivan. Sekarang sedang sibuk dengan proyek apa nih?
Halo juga! Kita lagi ngerjain album paling baru. Btw, kita lagi bongkar habis seluruh personel Stupid Zero, menyisakan saya sendiri. Kejam gak tuh?

Lho, pada ke mana semua personil yang galak-galak itu?
Mau jawaban jujur, apa yg manis-manis di bibir nih…

Jujur dong. Pecahkan saja gelasnya biar ramai!
Jadi kemarin ada masalah gono-ginilah di band besar ini. Jadi saya dianggap menggelapkan uang hasil penjualan merch dan cd Stupid Zero. Jelas saya menolak mentah-mentah tuduhan ini. Merch itu saya cetak dengan uang pribadi saya, masak mau dibagi rata ke band. Enggak cocok dong. Padahal kita bebasin kalau mau cetak merch, ambil aja untungnya semua. Uang hasil manggung juga kita bagi rata. Mungkin karena hasutan orang luar juga sih. Akhirnya kita pada diam-diaman. Ya udah, saya putuskan untuk mengeluarkan mereka semua. Bereskan?

Wah, konflik zaman purba. Apa personil baru benar-benar membawa aura baru, atau hanya sebagai pengganti yang lama saja?
Bukan promosi ya, Bung. Ini yg direkrut skill bermusiknya agak di atas rata-rata. Lagu baru ini kami kerjakan hanya dalam dua minggu saja. Dan saya jamin, ini album paling-palinglah! Kemarin teman lama di band ini sempat nyeletuk, personil lama gak akan bisa mainin lagu ini.

Kita tunggu, Bung! Menurut banyak media, Stupid Zero terkesan mengusung genre post-rock/noist-rock. Tapi secara track record, kami lihat Stupid Zero lebih sering nongkrong di kompilasi grunge. Sebenarnya genre apa yang dianut Stupid Zero?
Jadi band ini memainkan musik grunge dari tahun 97 hingga hari ini. Jadi kalau musik yang kita buat menjadi multi-tafsir, berarti kan kita udah benar nih berpikirnya, bahwa grunge itu adalah jiwa.

Syarat apa saja, menurut Bung, agar sebuah band layak mendaulat dirinya sebagai band grunge?
Kalau ini bukan ranah kita, Bung! Mungkin ada kali ya, yang berwenang mengeluarkan KTA-nya. Ada pertanyaan yg lain?

Mana yang utama bagi Stupid Zero, lirik yang bagus atau musik yang bagus?
Bagi saya sama pentingnya, dan bermaknanya. Karya adalah anak bagi kita. Saya siapkan anak saya sedetail mungkin. Dan saya punya banyak waktu untuk memikirkan nya. Percayalah..

Pernah menggarap lirik yang diangkat dari karya sastra?
Tidak. Mungkin belum. Biasanya lirik yg saya tulis berdasarkan perenungan. Bisa apa saja.

Menurut Bung, adakah korelasi antara menulis lagu dan pembacaan karya sastra?
Kenapa tidak? Kita masih berbicara di dalam lingkaran yg sama.

Berarti anak band wajib membaca karya sastra?
Nah ini! Saya sering bilang ke anak-anak band di sekitar saya. Kalian harus pintar. Isi kepala kalian dengan banyak ilmu. Sebab itu berpengaruh terhadap karya yg kalian ciptakan.

Kembali ke soal grunge. Pertanyaan paling vital untuk para pembaca; grunge itu Nirvana atau Nirvana itu grunge?
Setau saya Nirvana itu band punk. Coba perhartiin kalau di studio kita lagi ngejam bawa lagu-lagu Nirvana. Kerasa banget kalau Nirvana itu band punk. Coba aja, coba!

Setuju tidak, kalau Cupumanik adalah band grunge?
Saya suka aneh lihat band ini. No comment, Bung. Maaf, no comment..

Bagaimana pandangan Bung tentang band grunge yang suka menulis lagu soal politik praktis?
Bisa kasih contoh?

Cupumanik?
Nah, itu kan udah saya jawab di atas. Kirain ada band lain selain mereka. Ayo dong, Depresi Demon kek buat lirik begituan juga. Saya modalinlah buat single-nya. Mau ya, ya?

Terakhir, Bung! Pesan untuk musisi musisi… Eh engga jadi deh… Pesan Bung untuk bekas personil Stupid Zero.
Sayang banget, Bung. Minuman saya belum habis ini. Ayolah, sampai jam 3… Pesan saya buat kalian yang tersayang, walau kita gak ngeband bareng lagi, tapi kita udah kayak saudara… Masih suka ngumpul-ngumpul bareng lagi, buktinya waktu nikahan, anak ultah, kita masih ngumpul. Intinya, i love you all broh.. Tapi, setelah gak ngeband bareng lagi, kalian kok tambah keren gitu, lebih ngindies, lebih tamvan.. Love

Interview oleh Tengku Ariy Dirpantara

Share this post

Recent post