Degil Zine

Belakangan ini kota Medan kembali dihantui oleh aksi brutal para begal. Dan telunjuk masyarakat kebanyakan selalu menunjuk anak-anak geng motor sebagai pelakunya. Sebenarnya ada ngga sih korelasi antara begal dan geng motor? Hari ini markas besar Degilzine kedatangan Irhas Nugroho, yang biasa disapa Aas saja. Selain sebagai gitaris dari Vintage Glasses, Aas juga adalah pendiri dari “geng motor” TWBW (The Wild Brain Workshop). Leo Sihombing, ilustrator handal Degilzine segera maju untuk meng-interviewnya. Langsung saja!

 

Hallo Bang, Aas. Salom, apa kabar?

Baik-baik. Sehat juga.

Abang ini kan kukenal ngeband, tapi anak motor juga iya. Nah, yang paling duluan yang mana, Bang?

Sebenarnya main sama Viges mulai 2009. Tapi waktu 2007 udah main motor sama temen-temen aja. Waktu itu udah main sama Opi juga (sepupu sekaligus vokalis Vintage Glasses). Itu juga ketularan dia (Opi), karena dia udah ngoleksi vespa dan beberapa motor custom. Nah, dulu tahun 2013 pernah main di DRIP Cafe dan di situ datang juga vokalis Seringai dan Bulux (vokalis Superglad). Di situlah kali pertama kita majang motor di stage, dan keterusan jadinya.

Nah, jadi bagaimana ceritanya sampai TWBW dan Vintage Glasses ibarat sepasang sepatu?

Viges dimulai tahun 2009 bareng kawan SMA, sambil ngemotor juga. Jadi karena kita satu band pada seneng motor vintage jadi dibuatlah Viges Retro Police Club untuk wadah kawan-kawan yang seneng sama motor-motor tua. Sampailah 2013 kita di Viges mutusin untuk mengubah Viges Retro Police Club jadi TWBW.

Sejauh ini posisi Viges dan TWBW saling menguntungkan atau biasa-biasa saja?

Menguntungkan. Hahaha...Lagian yang bikin kan  orangnya juga sama. Misalnya gini, kalau Viges main dijamin engga bakal sepilah. Kan ada kawan-kawan TWBW datang, nah untuk TWBW jadinya terbantu dipromosi juga kalau Viges lagi main. Di Instagram aja, follower TWBW lebih banyak cewek pun. Ya, karena yang suka juga sama Viges pasti bakal nge-follow TWBW juga. Sebaliknya pun gitu jadinya.

Beralih ke Viges. Kan Viges sudah punya EP, ngga ada rencana buat bikin full-album?

Pastilah. Lagi pengerjaan.

Setelah bikin full-album ada rencana untuk bubar?

Ngga!

Kalau suatu saat Viges nulis lagu tentang sepeda, reff-nya bakal kayak gimana kira-kira?

Mungkin dari "Meraung di Jalan Kota" jadi mengayuh di jalanan kota.. Terkhusus untuk abang tukang becak ini..Hahahaha

Kalau kita lihat, di Medan kan lebih banyak motor matic ketimbang motor vintage. Tapi kok motor vintage yang malah dibikin komunitasnya?

Hahaha, ya karena kami senangnya motor tua sih.

Abang ngga ada niat jika suatu saat nanti mengaransemen lagu The Beatles cuma pakai suara motor?

Ada juga rencananya.. Mungkin Hey Jude diganti jadi hey blarrrrrrr!!!

Kenapa sih Medan lebih antusias dengan musik keras?

Memang karena sejarah dan udah jadi kebiasaan. Karakter kota Medan aja memang keras kan? Sampai ke tutur bahasanya pun gitu.

Musik yang Abang suka di luar musik rock?

Lilis Suryani! Pernah tuh waktu riding bareng Viges aku dengerin lagu Lilis Suryani yang judulnya Di Kala Malam Tiba. Dan tergantung jamnya jugalah. Hahahaha.

Pencapaian paling mulia yang sudah pernah dibikin bareng Viges atau TWBW?

Nah, sejak tahun 2016 kita sudah galang dana bareng DGR (Distinguish Gentlemans Ride) dari Australia. Itu untuk pasien pengidap kanker prostat.

Kalau lagi riding sama TWBW pernah bawa pedang Samurai?

Ngga pernah! Pernahnya bawa pisau dapur waktu kemping sama bakar-bakar. Itu pun yang bawa naek vespa karena lacinya gedean.

Biar kayak film Dono... Ada rencana memburu para begal bareng TWBW?

Ada... Tapi tunggu perutku buncit sama gigiku maju biar mirip kaya Dono dulu.

Bagaimana menurut Abang skena lokal Medan saat ini?

Bener-bener degil! Contoh nih ya, baru ngeband 2-3 bulan aja udah ngeluarin album. Orang pada tahu pun belum. Manggung di mana pun awak enggak tahu. Terakhir yang orang bahas bukan albumnya, tapi malah jadi bahas rimbanya. Ngga tahulah ya, kalau kami (Vintage Glasses) ya lebih bagus main di mana-mana dulu, sekalian bergaul kan? Silaturahmi dulu sesama band indie-lah baru bikin album.

Harusnya bagaimana, Bang?

Ya silaturahmilah, siap main jangan pulanglah. Awak pun kalau ngga gitu ngga bakal kenal sama Bang Ariy (Degilzine). Banyak udah band kayak gitu kutengok di Medan ini.

Kalau sudah baca ini "orang-orang" itu ngga berubah juga, kita apakan bagusnya, Bang?

Ngga usah diundang lagilah... Kalau mau main, entah di acara event besar gitu, yang lain dibayar sama penyelenggara, kalau dia, ya kita suruh kolektifan aja.

Jawab dengan cepat! Band Medan apa yang paling ingin dilihat untuk segera bubar?

Corong uwak tuh!

Untuk Viges sendiri, pilih main di Ramayana atau Centre Point?

Ramayana. Asik, tempatnya banyak obral. Apalagi orang itu suka pakai toa. Kan sama kayak aku kalau lagi perform bareng Viges.

Foto: Koleksi Vlntage Glasess

Efek gitar Abang ada berapa sekarang?

Lima. Tapi satu udah rusak.

Saran untuk para pembaca Degilzine: band Medan apa yang harus didengar sebelum 2018?

Fayo! Coverannya bagus-bagus soalnya. Cepat bikin album, ya!

The Oh Good atau Cangis; mana yang seharusnya engga perlu ada?

Cangis.

Gocar atau Grabcar? Gojek atau Grab-bike?

Grabcar banyak bonusnya. Kalau Gojek banyak pilihannya.

Oke, terakhir, Bang, capek juga mulutku. Pesan Abang buat para penggali paret di seluruh Medan yang ngga siap-siap kerjanya?

Segerakan beli oksigen sama kacamata renang. Karena bakal sering NYELAM orang, tu!

 

1 thought on “AAS (VIGES): SILATURAHMI DALAM SKENA ITU WAJIB!

Leave a Comment

Baca Juga

Belakangan ini kota Medan kembali dihantui oleh aksi brutal para begal. Dan telunjuk masyarakat kebanyakan selalu menunjuk anak-anak geng motor sebagai pelakunya. Sebenarnya ada ngga sih korelasi antara begal dan geng motor? Hari ini markas besar Degilzine kedatangan Irhas Nugroho, yang biasa disapa Aas saja. Selain sebagai gitaris dari Vintage Glasses, Aas juga adalah pendiri dari “geng motor” TWBW (The Wild Brain Workshop). Leo Sihombing, ilustrator handal Degilzine segera maju untuk meng-interviewnya. Langsung saja!

 

Hallo Bang, Aas. Salom, apa kabar?

Baik-baik. Sehat juga.

Abang ini kan kukenal ngeband, tapi anak motor juga iya. Nah, yang paling duluan yang mana, Bang?

Sebenarnya main sama Viges mulai 2009. Tapi waktu 2007 udah main motor sama temen-temen aja. Waktu itu udah main sama Opi juga (sepupu sekaligus vokalis Vintage Glasses). Itu juga ketularan dia (Opi), karena dia udah ngoleksi vespa dan beberapa motor custom. Nah, dulu tahun 2013 pernah main di DRIP Cafe dan di situ datang juga vokalis Seringai dan Bulux (vokalis Superglad). Di situlah kali pertama kita majang motor di stage, dan keterusan jadinya.

Nah, jadi bagaimana ceritanya sampai TWBW dan Vintage Glasses ibarat sepasang sepatu?

Viges dimulai tahun 2009 bareng kawan SMA, sambil ngemotor juga. Jadi karena kita satu band pada seneng motor vintage jadi dibuatlah Viges Retro Police Club untuk wadah kawan-kawan yang seneng sama motor-motor tua. Sampailah 2013 kita di Viges mutusin untuk mengubah Viges Retro Police Club jadi TWBW.

Sejauh ini posisi Viges dan TWBW saling menguntungkan atau biasa-biasa saja?

Menguntungkan. Hahaha...Lagian yang bikin kan  orangnya juga sama. Misalnya gini, kalau Viges main dijamin engga bakal sepilah. Kan ada kawan-kawan TWBW datang, nah untuk TWBW jadinya terbantu dipromosi juga kalau Viges lagi main. Di Instagram aja, follower TWBW lebih banyak cewek pun. Ya, karena yang suka juga sama Viges pasti bakal nge-follow TWBW juga. Sebaliknya pun gitu jadinya.

Beralih ke Viges. Kan Viges sudah punya EP, ngga ada rencana buat bikin full-album?

Pastilah. Lagi pengerjaan.

Setelah bikin full-album ada rencana untuk bubar?

Ngga!

Kalau suatu saat Viges nulis lagu tentang sepeda, reff-nya bakal kayak gimana kira-kira?

Mungkin dari "Meraung di Jalan Kota" jadi mengayuh di jalanan kota.. Terkhusus untuk abang tukang becak ini..Hahahaha

Kalau kita lihat, di Medan kan lebih banyak motor matic ketimbang motor vintage. Tapi kok motor vintage yang malah dibikin komunitasnya?

Hahaha, ya karena kami senangnya motor tua sih.

Abang ngga ada niat jika suatu saat nanti mengaransemen lagu The Beatles cuma pakai suara motor?

Ada juga rencananya.. Mungkin Hey Jude diganti jadi hey blarrrrrrr!!!

Kenapa sih Medan lebih antusias dengan musik keras?

Memang karena sejarah dan udah jadi kebiasaan. Karakter kota Medan aja memang keras kan? Sampai ke tutur bahasanya pun gitu.

Musik yang Abang suka di luar musik rock?

Lilis Suryani! Pernah tuh waktu riding bareng Viges aku dengerin lagu Lilis Suryani yang judulnya Di Kala Malam Tiba. Dan tergantung jamnya jugalah. Hahahaha.

Pencapaian paling mulia yang sudah pernah dibikin bareng Viges atau TWBW?

Nah, sejak tahun 2016 kita sudah galang dana bareng DGR (Distinguish Gentlemans Ride) dari Australia. Itu untuk pasien pengidap kanker prostat.

Kalau lagi riding sama TWBW pernah bawa pedang Samurai?

Ngga pernah! Pernahnya bawa pisau dapur waktu kemping sama bakar-bakar. Itu pun yang bawa naek vespa karena lacinya gedean.

Biar kayak film Dono... Ada rencana memburu para begal bareng TWBW?

Ada... Tapi tunggu perutku buncit sama gigiku maju biar mirip kaya Dono dulu.

Bagaimana menurut Abang skena lokal Medan saat ini?

Bener-bener degil! Contoh nih ya, baru ngeband 2-3 bulan aja udah ngeluarin album. Orang pada tahu pun belum. Manggung di mana pun awak enggak tahu. Terakhir yang orang bahas bukan albumnya, tapi malah jadi bahas rimbanya. Ngga tahulah ya, kalau kami (Vintage Glasses) ya lebih bagus main di mana-mana dulu, sekalian bergaul kan? Silaturahmi dulu sesama band indie-lah baru bikin album.

Harusnya bagaimana, Bang?

Ya silaturahmilah, siap main jangan pulanglah. Awak pun kalau ngga gitu ngga bakal kenal sama Bang Ariy (Degilzine). Banyak udah band kayak gitu kutengok di Medan ini.

Kalau sudah baca ini "orang-orang" itu ngga berubah juga, kita apakan bagusnya, Bang?

Ngga usah diundang lagilah... Kalau mau main, entah di acara event besar gitu, yang lain dibayar sama penyelenggara, kalau dia, ya kita suruh kolektifan aja.

Jawab dengan cepat! Band Medan apa yang paling ingin dilihat untuk segera bubar?

Corong uwak tuh!

Untuk Viges sendiri, pilih main di Ramayana atau Centre Point?

Ramayana. Asik, tempatnya banyak obral. Apalagi orang itu suka pakai toa. Kan sama kayak aku kalau lagi perform bareng Viges.

Foto: Koleksi Vlntage Glasess

Efek gitar Abang ada berapa sekarang?

Lima. Tapi satu udah rusak.

Saran untuk para pembaca Degilzine: band Medan apa yang harus didengar sebelum 2018?

Fayo! Coverannya bagus-bagus soalnya. Cepat bikin album, ya!

The Oh Good atau Cangis; mana yang seharusnya engga perlu ada?

Cangis.

Gocar atau Grabcar? Gojek atau Grab-bike?

Grabcar banyak bonusnya. Kalau Gojek banyak pilihannya.

Oke, terakhir, Bang, capek juga mulutku. Pesan Abang buat para penggali paret di seluruh Medan yang ngga siap-siap kerjanya?

Segerakan beli oksigen sama kacamata renang. Karena bakal sering NYELAM orang, tu!

 

1 thought on “AAS (VIGES): SILATURAHMI DALAM SKENA ITU WAJIB!

Leave a Comment

Baca Juga