whwhw

RONI SPR: PUNK DAN PEMERINTAHAN

Roni Harahap adalah pria bertubuh tambun yang dikenal sebagai vokalis band punk SPR, band kebanggan kota Medan yang berdiri sejak tahun 1999 dan telah merilis 4 album. Tercatat bergabung mengisi bagian vokal di SPR sejak album ke 3 (2 album awal diisi oleh alm. Jimi dan alm. Dodo). Vokalis yang kesehariannya bekerja sebagai pegawai negeri ini juga aktif dalam band Brutal Youth dan Roni And The Bangsat (RATB). Kali ini, tim Degilzine sepakat untuk mengulik Roni dalam edisi We’re Punk! Langsung kita gas!

 

Hallo, Bang Roni! Apa kabar? Apa kegiatan terbaru nih?

Apa, ya? Lagi banyak latihan sama Brutal Youth. Itulah kayaknya.

Belakangan SPR mulai jarang melibas panggung-panggung underground. Sedang sibuk menggarap album atau ada hal lainkah?

Lagi nyari ilham kayaknya. Hahaha. Lagi nggak ada yang ngajakin main aja sih..

Terdengar kabar kalau SPR sedang dalam pengerjaan album ke 5, yang menurut banyak mulut sekaligus akan jadi album yang terakhir. Bisa diceritakan sedikit?

Sedikit lama dari perkiraan, materi yang baru masih sedikit. Jadi, ya.. masih banyak tertunda.

Kenapa SPR memilih berhenti di album ke 5 sebagai album yang terakhir?

Dulu kita pernah ngobrol di rumah Boris (waktu itu Dodo masih ada), ceritain, apa bisa SPR buat album sampai 3 rilisan? Kesimpulan waktu itu, kita sepakat harus bisa merilis 3 album, dan nerusin sampai 5 album kalau kita masih mampu. Makanya sampai sekarang ada keinginan buat memenuhi hasrat waktu itu supaya bisa merilis sampai 5 album. Paling tidak album ke 5 nanti bisa jadi kenangan bersama buat kita di SPR.

Sejauh mana pengaruh punk bagi hidup Abang?

Hahaha. Jauh! Punya banyak kawan, sampai ketemu istri juga karena seputaran punk! Punk juga membuka pemahaman, peduli sesama manusia tanpa memandang perbedaan dan memandang materi sebagai sarana pemenuhan kebutuhan. Bukan dikumpul biar kaya-raya!

Sudah menjadi hal yang lumrah bahwa punk tidak luput dari anarkisme. Apa pandangan Abang terhadap anarkisme?

Anarkis dalam pandangan punk berarti tanpa pemerintahan. Tidak ada yang menguasai dan yang dikuasai.

Selain bermain di beberapa band punk, Abang juga diketahui bekerja sebagai pegawai negeri. Apabila dikorelasikan dengan anarkisme tadi, bagaimana cara Abang memandangnya?

Pekerjaan memang belum tentu mewakili pemikiran. Rasanya masih terlalu sedikit kawan-kawan punk terlibat atau bekerja dengan pemerintah. Harapannya sih bisa lebih banyak lagi. Biar banyak orang yang berpikiran normal di pemerintahan ini. Jangan ngolah aja kerjanya!

Terakhir, Bang! Ada pesan, salam atau saran yang ingin disampaikan untuk skena underground kota Medan?

Selalu ingat, kita semua adalah sahabat dan saudara!

*Interview Oleh Aga Depresi

Share this post

Recent post