Degil Zine

Secara kodrati, manusia butuh manusia lainnya untuk "hidup" sebagai "manusia". Baik sebagai saudara, karib, maupun kekasih. Layaknya memilih karib, kita juga mesti waspada dong saat memilih kekasih. Terutama bagi yang memutuskan untuk "hidup" di dalam pergerakan musik indie. Sebab, ngga sedikit lho musisi indie yang mendapat energi positif atas kehadiran sang kekasih, sebaliknya, ngga sedikit pula musisi indie yang mendadak ngawur karena keputusannya dalam memilih kekasih. Saya telah membaca, menelaah, akhirnya memutuskan 6 tipe pasangan yang wajib dihindari oleh musisi indie. Siapa, atau apa saja mereka? Yuk!

 

  • ANAK EO WEDDING

Gak maksud untuk mendiskreditkan suatu profesi ya, bre. Ga salah kok jadi EO weddingan. Pekerjaan mulia juga tuh. Bantu-bantu buat orang mau halalin sunnah Rasul. Tapi perkaranya begini. Kau kan anak indie, tentunya bermusik itu buat nyiptain karya, yang belakangan mah bonus, kayak katanya Julian Casablanca yang (dulu) keterlaluan ngindiesnya itu. Kalau kau sampai diajakin ngisi di event weddingan kan bisa gawat. Gawatnya bisa jadi kecanduan. Enak dibayar rutin tiap akhir pekan. Ga kayak anak indie Medan yang mungkin dapat job berbayarnya tunggu mukjizat dari Tuhan dulu, atau mesti tiap hari keliling naik motor butut kayak Albert Simanungkalit buat cari job. Kalau udah candu, yang namanya akal bakal kalah deh sama perasaan. Perasaan enak dapat duit dong. Lupa deh berkarya. 40 lagu mesti dihapal tiap minggu bre! Emang sempat buat mikirin karya?

  • DIKTATOR

Ingat waktu Koes Bersaudara dipenjara sama Bung Karno karena masih mendegil bawain lagu-lagunya The Beatles? Nah, bayangin aja kalau pacar ente itu doyan sama Tulus, sedangkan band ente itu kan indie, jadi wajarnya kalau bawain karya sendiri dong? Doi menganggap karya ente itu gak semenarik dan seindah karyanya Tulus, jadi doi pengennya band ente itu coverin lagu-lagunya Tulus aja sampai dunia ini dijungkirbalikkan oleh Via Vallen. Mau bilang apa? Lagu ente lebih bagus dari Tulus? Alah, yang namanya diktator itu punya kriteria kesempurnaan yang hanya dia dan Tuhannya saja yang tahu. Sampai mulut ente berbusa pun bakal percuma. Sampai kepala ente botak juga percuma. So, tolong dijauhi kalau ketemu tipe yang begini ya!

  • PEGAWAI NEGRI DINAS PARIWISATA

Ini tipe pasangan yang biasanya bersikap nasionalis abis. Bela negara itu hukumnya wajib. Bau keringatnya bau-bau Orde Baru. Biasanya mereka ngga suka dengar lagu-lagu Barat, doyannya yang ke-Indonesia-indonesia-an, kayak Wali atau Setia Band Atau minimal nyerempet-nyerempet tradisional, ngga peduli apa pun genre sebenarnya. Mereka-mereka ini doyan bikin event atas nama negara, dan biasanya suka ngundang band lokal, maksudnya biar dibilang mendukung musik lokal. Tapi jangan salah, ada syaratnya. Kalian mesti coverin lagu-lagu kesukaan mereka, ya Wali atau Setia Band, paling banter Noah deh, biar mereka bisa sing along. Atau bisa juga jadi band jazz pakai ulos. Metal pakai gendang. Jadilah. Kearifan lokal, katanya. Bukannya saya bilang band-band itu ngga bagus. Tapi kembali ingat kata-kata Julian Casablanca di atas, bermusik itu buat nyiptain karya, selebihnya bonus. Jangan dibalik. Nah. Saking seringnya bikin event, tentu saja band ente bakal terus diundangnya. Tapi ya itu, coverin itu lagu-lagunya Noah. Kalau perlu bikin video juga bareng pacar, maksudnya biar menjiwai.

  • MANAJER CAFE

Tidak semua, namun saya mencatat ada beberapa cafe di kota Medan yang rutin menyajikan live music. Secara ya, alam bawah sadar para pengunjung masih dikontrol oleh TV nasional, maka si pemilik tentunya, dengan kepentingan profit, akan menyajikan band-band yang sesuai dengan selera para pengunjung. Bawain lagu sendiri? Nanti dulu ya, tunggu Pemilu 2019, atau mungkin setelah Amerika berhasil meledakkan kepalanya Kim Jong Un. Nah, biasanya pula, pemilik cafe akan menugaskan manajer untuk mencari band yang sesuai plus bayaran yang minim. Ente, sebagai kekasih si manajer, sudah tentu akan menjadi korban pertama. Kalaupun ente bersikeras tidak bisa perform demi nama baik "indie", ente tentu akan dipaksa untuk menjaring (kalau boleh disebut menjebloskan) musisi-musisi lainnya. Tidak ada masalah berarti sih, selama bayarannya cocok dan si musisi bersedia. Tapi tanya sama hati kalian? Sudah ada belum cafe yang membayar sebuah band yang dapat diatur-atur sesuka hatinya dengan layak? Terus tanyakan lagi, itu sebenarnya seniman atau buruh kontrak? Kok diatur-atur segala. Kalau jawabannya buruh kontrak, ya sudah, siap-siap saja ente disebut sebagai pengisap darah para seniman.

  • POLISI EVENT

Ini terutama buat band-band punk semacam Filsafatian, Spinach Popeye atau SPR. Bisa runyam. Kan ngga lucu waktu orasi di atas panggung, itu si pacar (polisi) yang dapat tugas jadi barikade panggung melototin ente sampai matanya mau copot. Kalau sudah melototin ya ujung-ujungnya bakal ngasi peringatan dari line atau whatsapp. Kalau sudah begitu tahu sendirilah kayak mana bakal percapakannya. Yah, ujung-ujungnya bakalan ada istilah kompromi, 'kan? Bisa-bisa ente ngga bakal berani buat orasi di atas panggung lagi, dengan ancaman bakal hilang jatah satu malam. Susah, bre!

  • KAUM HIJRAH

Lupakan, bre, lupakan mimpi kalian untuk mendapatkan pasangan soleh-soleha, yang siap berjihad di jalan Tuhan, yang hidupnya (katanya) sejuk bin tentram bin adem bin penuh berkah itu. Lupakan, bre. Lah, jangankan mendekati, itu orang ngga bakal peduli sama kalian, para musisi (indie pula). Lah, kan bagi mereka musik itu haram. Musik itu busurnya Dajjal bin Zionis bin Yahudi bin Mamarika. Kalau ingin punya pasangan seperti ini, lebih baik bawa di dalam mimpi saja.

Yah, ini sih masih sedikit. Sebenarnya banyak lagi. Tapi berhubung pengalaman saya cuma sampai segini, yasudah. Kalau ngga sor, ya tambahin sendiri.

 

*Ilustrasi oleh Leo Sihombing

4 thoughts on “6 TIPE PASANGAN YANG WAJIB DIHINDARI MUSISI INDIE

  1. Bikin dong versi yang harus dipacarin oleh musisi indie juga.saya musisi indie yang sedang mencari pacar.
    Nama: Kamaluddin
    Panggilan: KamKam
    TTL: Bunga Bondar, 30 Juli 199x
    Hobi: main musik, baca komik, tegur sapa, masak dan nyulam
    Warna kulit: putih (rajin suntik vit.c)
    Warna rambut: hitam Coca-Cola
    Hidung: rata-rata air
    Instrumen: cello
    Ingin mencari: sibuah hati

Leave a Comment

Baca Juga

Secara kodrati, manusia butuh manusia lainnya untuk "hidup" sebagai "manusia". Baik sebagai saudara, karib, maupun kekasih. Layaknya memilih karib, kita juga mesti waspada dong saat memilih kekasih. Terutama bagi yang memutuskan untuk "hidup" di dalam pergerakan musik indie. Sebab, ngga sedikit lho musisi indie yang mendapat energi positif atas kehadiran sang kekasih, sebaliknya, ngga sedikit pula musisi indie yang mendadak ngawur karena keputusannya dalam memilih kekasih. Saya telah membaca, menelaah, akhirnya memutuskan 6 tipe pasangan yang wajib dihindari oleh musisi indie. Siapa, atau apa saja mereka? Yuk!

 

  • ANAK EO WEDDING

Gak maksud untuk mendiskreditkan suatu profesi ya, bre. Ga salah kok jadi EO weddingan. Pekerjaan mulia juga tuh. Bantu-bantu buat orang mau halalin sunnah Rasul. Tapi perkaranya begini. Kau kan anak indie, tentunya bermusik itu buat nyiptain karya, yang belakangan mah bonus, kayak katanya Julian Casablanca yang (dulu) keterlaluan ngindiesnya itu. Kalau kau sampai diajakin ngisi di event weddingan kan bisa gawat. Gawatnya bisa jadi kecanduan. Enak dibayar rutin tiap akhir pekan. Ga kayak anak indie Medan yang mungkin dapat job berbayarnya tunggu mukjizat dari Tuhan dulu, atau mesti tiap hari keliling naik motor butut kayak Albert Simanungkalit buat cari job. Kalau udah candu, yang namanya akal bakal kalah deh sama perasaan. Perasaan enak dapat duit dong. Lupa deh berkarya. 40 lagu mesti dihapal tiap minggu bre! Emang sempat buat mikirin karya?

  • DIKTATOR

Ingat waktu Koes Bersaudara dipenjara sama Bung Karno karena masih mendegil bawain lagu-lagunya The Beatles? Nah, bayangin aja kalau pacar ente itu doyan sama Tulus, sedangkan band ente itu kan indie, jadi wajarnya kalau bawain karya sendiri dong? Doi menganggap karya ente itu gak semenarik dan seindah karyanya Tulus, jadi doi pengennya band ente itu coverin lagu-lagunya Tulus aja sampai dunia ini dijungkirbalikkan oleh Via Vallen. Mau bilang apa? Lagu ente lebih bagus dari Tulus? Alah, yang namanya diktator itu punya kriteria kesempurnaan yang hanya dia dan Tuhannya saja yang tahu. Sampai mulut ente berbusa pun bakal percuma. Sampai kepala ente botak juga percuma. So, tolong dijauhi kalau ketemu tipe yang begini ya!

  • PEGAWAI NEGRI DINAS PARIWISATA

Ini tipe pasangan yang biasanya bersikap nasionalis abis. Bela negara itu hukumnya wajib. Bau keringatnya bau-bau Orde Baru. Biasanya mereka ngga suka dengar lagu-lagu Barat, doyannya yang ke-Indonesia-indonesia-an, kayak Wali atau Setia Band Atau minimal nyerempet-nyerempet tradisional, ngga peduli apa pun genre sebenarnya. Mereka-mereka ini doyan bikin event atas nama negara, dan biasanya suka ngundang band lokal, maksudnya biar dibilang mendukung musik lokal. Tapi jangan salah, ada syaratnya. Kalian mesti coverin lagu-lagu kesukaan mereka, ya Wali atau Setia Band, paling banter Noah deh, biar mereka bisa sing along. Atau bisa juga jadi band jazz pakai ulos. Metal pakai gendang. Jadilah. Kearifan lokal, katanya. Bukannya saya bilang band-band itu ngga bagus. Tapi kembali ingat kata-kata Julian Casablanca di atas, bermusik itu buat nyiptain karya, selebihnya bonus. Jangan dibalik. Nah. Saking seringnya bikin event, tentu saja band ente bakal terus diundangnya. Tapi ya itu, coverin itu lagu-lagunya Noah. Kalau perlu bikin video juga bareng pacar, maksudnya biar menjiwai.

  • MANAJER CAFE

Tidak semua, namun saya mencatat ada beberapa cafe di kota Medan yang rutin menyajikan live music. Secara ya, alam bawah sadar para pengunjung masih dikontrol oleh TV nasional, maka si pemilik tentunya, dengan kepentingan profit, akan menyajikan band-band yang sesuai dengan selera para pengunjung. Bawain lagu sendiri? Nanti dulu ya, tunggu Pemilu 2019, atau mungkin setelah Amerika berhasil meledakkan kepalanya Kim Jong Un. Nah, biasanya pula, pemilik cafe akan menugaskan manajer untuk mencari band yang sesuai plus bayaran yang minim. Ente, sebagai kekasih si manajer, sudah tentu akan menjadi korban pertama. Kalaupun ente bersikeras tidak bisa perform demi nama baik "indie", ente tentu akan dipaksa untuk menjaring (kalau boleh disebut menjebloskan) musisi-musisi lainnya. Tidak ada masalah berarti sih, selama bayarannya cocok dan si musisi bersedia. Tapi tanya sama hati kalian? Sudah ada belum cafe yang membayar sebuah band yang dapat diatur-atur sesuka hatinya dengan layak? Terus tanyakan lagi, itu sebenarnya seniman atau buruh kontrak? Kok diatur-atur segala. Kalau jawabannya buruh kontrak, ya sudah, siap-siap saja ente disebut sebagai pengisap darah para seniman.

  • POLISI EVENT

Ini terutama buat band-band punk semacam Filsafatian, Spinach Popeye atau SPR. Bisa runyam. Kan ngga lucu waktu orasi di atas panggung, itu si pacar (polisi) yang dapat tugas jadi barikade panggung melototin ente sampai matanya mau copot. Kalau sudah melototin ya ujung-ujungnya bakal ngasi peringatan dari line atau whatsapp. Kalau sudah begitu tahu sendirilah kayak mana bakal percapakannya. Yah, ujung-ujungnya bakalan ada istilah kompromi, 'kan? Bisa-bisa ente ngga bakal berani buat orasi di atas panggung lagi, dengan ancaman bakal hilang jatah satu malam. Susah, bre!

  • KAUM HIJRAH

Lupakan, bre, lupakan mimpi kalian untuk mendapatkan pasangan soleh-soleha, yang siap berjihad di jalan Tuhan, yang hidupnya (katanya) sejuk bin tentram bin adem bin penuh berkah itu. Lupakan, bre. Lah, jangankan mendekati, itu orang ngga bakal peduli sama kalian, para musisi (indie pula). Lah, kan bagi mereka musik itu haram. Musik itu busurnya Dajjal bin Zionis bin Yahudi bin Mamarika. Kalau ingin punya pasangan seperti ini, lebih baik bawa di dalam mimpi saja.

Yah, ini sih masih sedikit. Sebenarnya banyak lagi. Tapi berhubung pengalaman saya cuma sampai segini, yasudah. Kalau ngga sor, ya tambahin sendiri.

 

*Ilustrasi oleh Leo Sihombing

4 thoughts on “6 TIPE PASANGAN YANG WAJIB DIHINDARI MUSISI INDIE

  1. Bikin dong versi yang harus dipacarin oleh musisi indie juga.saya musisi indie yang sedang mencari pacar.
    Nama: Kamaluddin
    Panggilan: KamKam
    TTL: Bunga Bondar, 30 Juli 199x
    Hobi: main musik, baca komik, tegur sapa, masak dan nyulam
    Warna kulit: putih (rajin suntik vit.c)
    Warna rambut: hitam Coca-Cola
    Hidung: rata-rata air
    Instrumen: cello
    Ingin mencari: sibuah hati

Leave a Comment

Baca Juga