sil

SILENCED: NYANYI SUNYI KEMANUSIAAN

Director: Hwang Dong-Hyuk

Penulis: Kong Ji-Young, Hwang Dong-Hyuk

Produser: Uhm Yong-Hun, Bae Jeoung Min, Na Byunh-Joon

Genre: Drama

Bahasa: Korea

Negara: Korea Selatan

Artis: Gong Yo, Jung Yu-Mi, Kim Hyun-Soo, Jung in-Seo, Baek Seung-Hwan, Kim Ji-Young, Jan Gwang.

 

Film Silenced ini diambil dari novel yang berjudul “Dokani”, yang katanya diangkat dari kejadian nyata. Untuk kalian yang malas baca review ini karena ini adalah film drama Korea, kalian salah besar! Karena saya pribadi juga malas nonton drama korea yang cinta-cintaan. Sebelum kita mulai lebih dalam, ada baiknya kenapa film ini layak kalian tonton dan kalau perlu cari novelnya.

Pemeran protagonis dari film ini adalah Kang In-Ho, yang diperankan oleh Gong Yoo. Kalau boleh jujur, setelah melihat dia bermain di Train To Busan, saya langsung gak ragu lihat cara berakting si ahjussi yang satu ini. Dalam film ini, Kang In Ho berperan sebagai guru sekolah luar biasa (untuk tuna netra). Saat pindah ke Mujin City, di dalam perjalanan, mobil yang dikendarainya rusak dan dia bertemu dengan perempuan bernama Yoo-Jin ( Jung Yu-mi) yang ternyata adalah seorang aktivis HAM. Dan secara singkat mereka bertukar nomor ponsel karena si Kang In Ho diantarkan ke sekolah tempat tujuan oleh si Yoo Jin.

Sesampai di sekolah tersebut, si Kang In Ho langsung bertemu dengan kepala sekolah dan kepala administrasi sekolah yang ternyata adalah saudara kembar. Mereka berdua ini sangat berkuasa di sekolah, bahkan sebagai tokoh agama di kota Mujin. Dengan percakapan singkat, Kang In Ho diminta “uang administrasi” sebesar 50 milliar won; di sini saya sudah menaruh curiga, buat apa kita diterima kerja tapi harus menyumbangkan uang dengan alasan yang tidak jelas. Tetapi karena keadaan keluarga Kang In Ho bukanlah keluarga kaya, maka ibu Kang In Ho langsung menjual tanah mereka yang merupakan harta satu-satunya. Posisi Kang In Ho berada di posisi yang sangat serba salah. Dia ingin menjadi guru yang sangat lurus dan tulus untuk mengajarkan anak-anak tuli tersebut, di satu sisi dia tidak suka sistem pendidikan di sekolah tersebut karena ketika murid nakal atau tidak menurut, seorang guru diperbolehkan untuk memukul murid-murid tersebut atau melakukan tindakan sewenang-wenang lainnya. Dan sisi yang paling berat, si Kang In Ho juga memunyai anak perempuan yang masih kecil, yang masih sangat butuh perhatian dan dana dari ayahnya. Karena itulah si Kang In Ho tidak bisa keluar dari sana.

Singkat cerita, ketika Kang In Ho sedang mengajar, dia merasakan ada yang aneh dengan beberapa muridnya. Di perjalanan pulang, dia melihat seorang muridnya (Yoo-Ri) duduk di tangga asrama sekolah. Lantas Yoo-Ri lari ke arah hall di mana seorang murid laki-laki, Yeon-Doo, dipukuli dan dianiaya oleh seorang guru lain yang merupakan kepala asrama, menyebabkan ia mesti dibawa ke rumah sakit. Ketika di rumah sakit, Kang In Ho menghubungi Yoo-Jin (sang aktivis HAM), dan di sinilah terbongkar bahwa sekolah tadi kerap melakukan yang namanya penganiayaan fisik dan seksual terhadap murid-murid. Dan yang parahnya, ternyata pemerintah dan masyarakat sudah banyak yang mengetahui kasus ini. Karena si kepala sekolah dan kepala administrasi merupakan tokoh penting dan tokoh agama di kota Mujin, maka pemerintah dan masyarakat beranggapan: karena yang disakiti hanya anak-anak tuna netra, jadinya mereka tak terlalu mempersoalkannya. Karena itulah kasus di dalam film ini disebut “SILENCED” atau “DO-GA-NI.”

Lantas, bagaimana pertarungan batin kemanusiaan seorang guru yang sangat sayang dengan murid-muridnya yang tuna netra tadi, dengan keadaan keluarganya yang sedang dilanda krisis perekonomian? Apa yang akan dilakukan Kang In Ho? Kalian tonton saja lanjutannya karena bakal dijamin bikin nangis. Aku sih gak mau spoiler.

Terus, kenapa film ini sangat aku rekomendasikan?

  1. Mengajarkan dan membuka mata kita apalagi untuk para orangtua, bagaimana bahayanya kasus pedofilia di zaman sekarang. Kalau sekarang negara ini masih paranoid masalah LGBT dan perzinahan yang bakalan dibuat perluasan pasal di KUHP, mendingan para orang tua lebih concern ke pelaku pedofilia. Kita sering dengar pelaku zinah diarak-arak, ditelanjangi orang sekampung untuk dikasi hukuman sosial karena perzinahan tidak diatur di dalam KUHP (yang jelas perzinahan ini adalah kasus “mau sama mau”, walaupun belum menikah). Tetapi kita gak pernah dengar pelaku pedofil diarak-arak dan dipukuli sekampung. Bahkan Nafa Urbach sudah memperjuangkan agar penjahat-penjahat pedofil udihukum seberat-seberatnya, tapi doi malah dianggap cuma numpang tenar. Buka mata kalian; predator-predator pedofil itu sangat dekat dengan lingkungan anak-anak kita, saudara kita dan adik-adik kita sendiri. Contoh hukuman mati untuk predator pedofil sudah diberlakukan di beberapa bagian negara di Amerika, tetapi sayangnya di Indonesia masih tuh!
  2. Memainkan emosi kemanusian kalian. Ketika kalian nonton film ini, percayalah bakalan keluar air mata kalian, karena ini berdasarkan kisah nyata.
  3. Ternyata, ngga selamanya film Korea itu hanya mengangkat masalah cinta-cintaan, atau drama klise lainnya. Untuk kalian yang seperti saya, yang ngga suka nonton film Korea, cobalah nonton film ini. Dijamin bakal keluar air mata kalian bukan karena masalah cinta-cintaan, tapi karena perasaan kalian terhadap kemanusiaan yang dirampas. Coba, apa gak degil kali film ini?

Pokoknya Nola Pohan approved!

Rating: 8,8/10

Share this post

Recent post