syuthay degilzine

BONGKAR TRINUS (PERJALANAN) SYUTHAY!

Pertengahan hingga akhir 2017 lalu cukup membuat saya takjub terhadap kota Medan. Nah, saya jabarkan kalau takjub versi saya ada dua jenis yaitu: takjub pukimak dan takjub paten. Kita mulai dari takjub pukimak, yaitu bentuk kekesalan saya pada sarana jalanan kota yang sepertinya sudah menyerupai kandang kerbau; kemudian Medan mendapat predikat kota terkorup, dan mas-mas begal mengancam jalanan kota. Nah takjub patennya adalah: banyak band/musisi indie Medan yang merilis album dan single. Nah kali ini saya tidak akan membahas masalah sarana jalan yang tak kunjung selesai, yang menyebabkan tensi tinggi, tapi saya akan membahas jagoan Degil bulan Januari: Syuthay. Band yang diawaki oleh 4 pemuda brutal berhumor tinggi ini merilisi EP mereka yang berjudul Trinus di bulan Oktober 2017. EP yang dirilis dalam format kaset pita dan digital ini berisi 3 buah lagu penyegar kuping kalian para maniak musik distorsi. Berhubung Syuthay adalah jagoan Degil bulan ini, Pemred Degil yang janggutnya tebal itu menunjuk saya (penulis abal abal sok pro) untuk me-review album mereka. Cemana? Yoklah kita gas terus.

Dari segi kemasan, jujur saya sangat suka tampilan dan bentuk covernya yang sederhana tetapi enak dipandang mata. Artwork burung bertanduk berbadan monster (Godzilla?) menggambarkan image band yang gelap didukung dengan “wide space” hitam menambah image mencekam mereka. Bagi orang awam dan kaum pembela Wiro Sableng 212, mungkin akan berpikir kalau ini merupakan band yang menganut sekte sesat dan pasti akan diboikot habis-habisan hingga menciptakan alumni boikot Syuthay 212. EP yang berjudul Trinus yang berarti perjalanan ini saya rasa dikemas secara apik. Tapi tunggu dulu! Kemasan belum tentu semantap isinya, layaknya rokok Dunhi*ll putih sedap di mata, muntah di mulut. Yuk kita bongkar satu per satu:

 

  1. Penyulut Tensi

Intro gitar drop berdistorsi saya rasa berhasil menjadi pembuka lagu ini. Mengisyaratkan pendengarnya untuk menyiapkan jantungnya yang akan dihantam. Namun ketika memasuki verse dan musik full, adrenalin saya berhenti ketika mendengar vokal Friend 16, sang vokalis, yang tidak terlalu gahar seperti di panggung. Ada apa ini Friend? Apa bung salah mengisap rokok? Menurut saya lagu ini kurang tepat menjadi opening di track, bung.

 

  1. Derap Serigala

Track no 2 ini saya rasa menjadi andalan mereka. Beberapa kali saya melihat mereka di panggung, mereka selalu membawa lagu ini. Secara keseluruhan tempo lagu ini tidak terlalu cepat. Namun coba dengarkan riff gitarnya. Jangan salahkan jika kepala anda akan mengangguk-angguk. Lagu ini juga mengingatkan saya dengan riff-riff dari band heavy rock, Down. Berat, gahar, tapi tetap enak didengar merupakan hasil kerja sama yang apik dari bung Otong dan Daniel di sektor gitar.

 

  1. War

Nah ini dia!!!! Ini dia!!!!! Lagu ini berhasil membawa saya berimajinasi Motorhead dan Black Label Society sedang ngopi bersama dan berencana membentuk band baru dengan nama Motor Society. Pola gitar yang sederhana saja, vokal yang gahar sahut-sahutan, dibalut dengan suara synth menambah manis lagu ini. Menyisipkan nada melodius manja di lagu bernuansa drop telah dibuktikan oleh Syuthay bahwa bisa dilakukan. Namun ada hal yang kurang di lagu ini. Dari sektor Drum saya rasa kurang menggelegar. Tak terasa emosi bung Sahwari. Jika drum di lagu ini di-mix dengan baik, saya rasa lagu ini bisa menjadi karya maestro Syuthay dan kelak di 20 tahun ke depan akan menjadi lagu terDegil sepanjang masa versi zine nyeleneh ini.

Yak, sekianlah review saya yang tak berfaedah ini. Kepada Syuthay saya pesankan untuk tetap berkarya dan maju terus, karena menurut saya mereka adalah salah satu band indie Medan yang selalu tampil mantap dan total di atas panggung. Di belakang panggung, mereka juga punya selera humor yang tinggi. Lihat saja Duo Pestol (Otong dan Daniel Syuthay) yang kerjaannya buat vlog nyeleneh. Syuthay adalah bentuk manifestasi band rock yang hanya gahar di atas panggung namun mentel di luar panggung.

Wassalam.

Share this post

Recent post