boxquitos

AWAS, MANTRA-MANTRA THE BOXQUITOS!

Tahun 2010-an menjadi era emas bagi band-band bernuansa neo psikedelik milenial. Nama nama besar seperti Tame impala, Temples, De Wolff dan beberapa band lainnya berhasil meracuni kuping umat manusia secara agresif, dan semakin agresif hingga tahun-tahun berikutnya; ditandai dengan keberhasilan salah satu dedengkotnya, Tame Impala, yang masuk nominasi Grammy di 2014. Sedap nian euy! Nah tunggu dulu! Bagaimana di dalam negeri, terkhusus di kota Medan kita ini? Selooo… Medan juga punya kok! Untuk saat ini, Hello Benji and The Cobra menjadi penyegar kuping kita untuk genre yang melayang layang ini. Namun ada juga nih, pendatang baru di genre ini yang cukup menyita perhatian skena indie Medan. Yak!

The Boxquitos, band yang terbentuk atas dasar perkawanan sejak SMA ini berhasil  membuat saya penasaran. Rasa penasaran saya pada band ini muncul ketika salah satu anggota tim Degilzine yang kedegilannya masih dipertanyakan, Adrian Sinaga aka Kakek, menjapri saya. “Bes, ada band cantik nih!”, Katanya. Dari 4 kalimat tadilah saya mulai menjelajahi The Boxquitos dengan gaya korek sana korek sini. Alhasil, sejauh mata memandang, band ini mantap juga! Dengan segera tim Degilzine mengajak band yang dimotori oleh Akbar (vokal), Aping (drum), Ais (synth), Aryo (bass), Jojo (gitar) ini duduk semeja membahas sepak terjang mereka.

Foto: Koleksi The Boxquitos

Akbar sang vokalis memaparkan sejarah mereka yang lucu. Awal pertemanan mereka berawal dari aplikasi chat dan media sosial, terlepas bahwa mereka semua ada di satu sekolah. Mereka pun berapi-api membentuk sebuah band dan mencoba unjuk gigi di beberapa panggung. Lambat laun mereka mulai masuk ke dalam skena. Saya rasa, melalui koneksi itulah mereka mulai serius menjalani kehidupan meng-indies. Pada November 2017 lalu, mereka akhirnya merilis satu buah single yang berjudul, Under Your Spell. Dari segi pendengaran kuping saya, lagu mereka cukup asyik. Dibuka dengan intro gitar delay manis, synth dengan sound glocken lembut dan secara keseluruhan lagu ini cukup easy listening. Komposisi bass dan drum di lagu ini juga cukup menyita perhatian saya. Tidak neko-neko, terasa sangat pas dengan pola yang sederhana dan tetap enak untuk dinikmati. Kuping saya serasa terkena mantra dan saya yakin akan ikut menghasut kalian untuk memutar ulang lagu ini terus-terusan (terbukti, karena saya sudah mencobanya). Akbar, sang vokalis, mengungkapkan bahwa dia yang bertanggung jawab di sektor lirik. Dan menurutnya, single pertama tadi bercerita tentang pengalaman romansa pribadinya yang dikemas dalam bahasa Inggris. Romansa yang bagaimana? Apa kayak FTV mentel-mentel itu? Berikut penggalan liriknya:

Fictive thoughts at night

Magic turn on the light

Forcing through black knight

Dont give up the fight* (mengingatkan saya pada liriknya Bob Marley)

 I am under your spell

Can not thinking well

Ringing all the church bell

Breaking out the shell

Dari segi lirik, sejauh ini mereka cukup aman-aman saja (kembali saya menjadi sok pro). Saya coba mengartikan, bahwa lagu ini bercerita tentang seseorang yang blank, berjiwa absurd, mengambang-ambang layaknya kunyit kuning di aliran sungai. Cukup menginterpretasikan identitas psikedelik dalam diri The Boxquitos. Gimana? Sepakat gak dengan review saya ini? Kalo gak sepakat berikan komentarmu di kolom komentar di bawah. Gampang kan? Yawes?

Wassalam.

 

Sapa mereka di @theboxquitos dan dengarkan single mereka, Under Your Spell, di sini.

 

 

Share this post

Recent post