Degil Zine


  • Tanggal rilis: 29 Desember 1954 (New York)

  • Sutradara: Joy Batchelor, John Halas
  • Cerita: George Orwell
  • Narator: Gordon Health
  • Diadaptasi dari: Animal Farm (1945)

Sebelum saya membahas film animasi yang disutradarai oleh Joy Batchelor dan John Halas pada tahun 1954 ini, biarlah saya perkenalkan dulu pada kalian sebuah novel distopia milik George Orwell, yang berjudul sama sekaligus mendasari film ini: Animal Farm (Binatangisme dalam terjemahan pertama di Indonesia). George Orwell sendiri sebenarnya memberi judul novelnya dengan Animal Farm: A Fairy Story. Namun ketika terbit di Amerika, kalimat "A Fairy Story" dihilangkan karena dianggap tidak cocok dengan pangsa anak-anak. Di Amerika dan negara-negara Blok Barat lainnya, novel ini memang diproyeksikan untuk mendoktrin anak-anak agar membenci komunisme (baca: Stalinisme).

Novel ini sendiri bercerita tentang kehidupan para binatang di Peternakan Manor, sebuah peternakan yang dimiliki oleh manusia tolol bernama Tuan Jones. Setelah mengalami kebangkrutan, Tuan Jones jadi senang mabuk-mabukan, membuatnya selalu bertindak kasar, bahkan tidak lagi memedulikan makanan untuk para binatang. Tepat di masa itulah, Major, si babi tua, bermimpi bahwa semua manusia akan musnah, dan para binatang akan mengurus kehidupan mereka sendiri (di mimpi ini pula ia pertama kali mendengar sebuah lagu yang kabarnya selalu dinyanyikan di zaman nenek buyutnya). Hal penting lainnya adalah, Major merasa bahwa hidupnya sudah tidak akan lama lagi; ia sudah terlalu tua dan sakit-sakitan. Babi Mayor lantas mengumpulkan seluruh binatang Peternakan Manor di lumbung utama, berpidato segala macam, yang pokoknya menganjurkan agar para binatang bersatu, lantas mengambil-alih peternakan dari manusia tolol seperti Tuan Jones. Jika kalian teliti membaca pidato dari Major, tentunya kalian akan setuju kenapa binatang harus segera memberontak terhadap manusia. Kalau saya pribadi sih setuju. Pidato itu ditutup dengan pesan yang mengharu biru. Saya kutip untuk kalian cermati baik-baik.

"Camkan betul-betul," kata si Major lantang, "Jangan sampai lengah. Pelihara terus kebencian kalian kepada bangsa manusia dan semua sikap-sikapnya. Apa saja yang berjalan di atas dua kaki, itu musuh kita. Apa saja yang berjalan di atas empat kaki atau bersayap, itu sahabat kita. Dan ingat, dalam perkelahian melawan bangsa manusia, jangan sekali-kali kalian meniru mereka. Bahkan, bilamana kalian sudah bisa menaklukkan mereka, jangan ambil oper kebejatan akhlak mereka. Binatang tidak boleh tinggal di suatu rumah. Tidak boleh tidur di tempat tidur. Jangan pakai busana. Jangan merokok. Jangan minum alkohol. Jangan sentuh uang. Jangan berdagang. Semua kebiasaan bangsa manusia itu jahat! Dan, kupesan wanti-wanti, jangan ada binatang yang jadi tiran atas binatang lain. Kuat atau lemah, cerdik atau dungu, kita semua bersaudara. Tak boleh binatang membunuh sesama binatang. Semua binatang sama derajatnya!"

Pidato yang sangat luhur saya kira. Lantas para binatang beramai-ramai menyanyikan lagu berjudul "Binatang-Binatang Inggris", yang nadanya agak mirip dengan Clementine dan La Cucuracha. Kalau di film, para binatang hanya menguik-nguik. Kalau di novel, lirik lagu disebutkan dengan jelas. Duh, tangan saya gatal untuk menuliskan lirik tersebut, selain teramat bagus, juga sangat memengaruhi jalannya cerita. Yasudah, saya tulis saja ya.

Binatang Inggris, binatang lrlandia

Binatang dari negeri mana saja, dari cuaca

apa saja

Dengarkan senandung gembiraku

Senandung agung zaman dahulu

Cepat atau lambat, harinya akan tiba

Tirani manusia akan habis sirna

Dan tanah seluruh Inggris tercinta

Cuma diinjak kaki binatang semata

Rantai di leher akan tiada

Beban di punggung akan mereda

Kekang dan cemeti lenyap selama-Iama

Gebuk dan hardik menghilang pula

Subur makmur tiada tara

Gandum, jagung, beras dan ketela

Rumput dan kacang, serta selada

Menjadi milik kita tiada duanya

Mentari akan bersinar di Inggris Raya

Airnya lebih jernih bagaikan kaca

Anginnya berhembus bagai usapan sutera

Pada hari kita semua merdeka

Menuju kesana kita mesti bekerja

Kendati mesti mati sebelum terlaksana

Sapi dan kuda, kalkun dan angsa

Semua mesti berkorban buat bebas merdeka

Binatang lnggris, binatang lrlandia

Binatang dari negeri mana saja, dari cuaca

apa saja

Dengarkan senandung gembiraku

Senandung agung zaman dahulu.

Dahysat. Liriknya benar-benar dahsyat.

Oke, lupakan.

Pada akhirnya pemberontakan para binatang meletus dengan gilang gemilang. Tuan Jones dan keluarganya diusir. Sedangkan nama peternakan diganti menjadi Peternakan Binatang. Segala aturan baru pun diberlakukan. Dua ekor babi, pengikut setia babi Major, Napoleon dan Snowball ditunjuk sebagai pelaksana ketertiban. Untuk sementara, segala sesuatunya dapat berjalan dengan baik. Para binatang bekerja sama dalam membentuk masyarakat yang baru, masyarakat yang berasaskan binatangisme. Tentu saja hal ini dimungkinkan melalui kepemimpinan dari Napoleon dan Snowball. Mereka lantas membuat seperangkat peraturan, seperti "Empat kaki baik, dua kaki buruk," "Binatang tidak boleh membunuh sesama binatang," dan yang terpenting, "Semua hewan diciptakan sama".

Sayang, perseteruan malah terjadi di antara mereka berdua. Pasalnya adalah keinginan Snowball untuk membangun kincir angin, sedang Napoleon menolaknya mentah-mentah (pada awalnya). Dengan segala kecurangan, Napoleon akhirnya berhasil mengusir Snowball dari Peternakan Binatang. Cita-cita kesetaraan perlahan mulai pudar. Napoleon, si babi hitam yang punya tampang memuakkan, mulai mengajarkan paham baru bahwasanya babi-babi lebih unggul dari hewan-hewan lainnya, hingga harus diberi ganjaran lebih banyak. Juga ditambah-tambahilah peraturan-peraturan lama, seperti, "Semua hewan diciptakan sama.... tapi ada pula yang lebih unggul" atau "Binatang tidak boleh membunuh sesama binatang... tanpa alasan yang jelas". Pada akhirnya, Orwell seakan menyatakan gagasannya melalui novel ini, bahwa cita-cita komunisme (baca: Stalinisme) dapat direalisasikan, namun tirani dan korupsi adalah hasil yang tak terelakkan.

Mengingat betapa suramnya cerita di novel ini, agak mengherankan jika film animasi ini dinyatakan sebagai film khusus untuk anak-anak. Berani sumpah, Animal Farm bukan dongeng menyegarkan seperti apa yang telah diproduksi oleh Walt Disney di zaman itu. Ini adalah film serius yang, menurut saya, hanya pantas untuk dikonsumsi oleh orang dewasa. Pada akhirnya saya tahu belaka, seperti yang telah saya katakan di atas, Amerika berniat mendoktrin ajaran anti-komunisme bahkan semenjak balita, salah satunya ya melalui film ini.

Untuk penggarapan sinematik di dalam film, saya rasa cukup bagus untuk masanya. Hanya ada dua manusia yang berperan, yaitu Gordon Heath sebagai narator dan Maurice Denham yang mengisi semua suara binatang. Yang mengecewakan bagi saya adalah sedikitnya dialog antar binatang, hingga orang yang belum membaca novelnya tidak akan bisa mendalami pikiran para binatang. Sebagian besar cerita di film ini diceritakan oleh sang narator, meskipun script-nya diambil mentah-mentah dari dalam isi novel.

Secara keseluruhan, Animal Farm, baik film maupun novelnya, menurut saya pribadi, adalah karya yang sebenarnya biasa saja. Terutama bagi orang-orang yang paham betul akan sejarah berdiri dan runtuhnya Uni Soviet. Orwell sekadar mengganti karakterisasi pemimpin-pemimpin Soviet dengan sekumpulan binatang. Tak percaya? Coba kita bedah baik-baik.

Mayor Tua diambil dari karakter gabungan antara Karl Marx dan Lenin. Kelihatan betapa Orwell sangat menghormati tokoh yang satu ini, yang ia anggap memiliki cita-cita yang mulia bagi manusia (binatang). Tingkah Napoleon sangat menyerupai Josef Stalin. Selain itu namanya juga didasarkan pada Napoleon Bonaparte, seorang tokoh diktator Prancis (di edisi Prancis, tokoh Napoleon diganti dengan nama Cesar). Snowball digambarkan oleh Orwell sebagai babi yang pandai dan simpatik. Namun ia kalah dalam perebutan kekuasaan di Peternakan Hewan dan dibuang. Sepanjang hidupnya ia terus-terusan difitnah, dan dianggap sebagai penyebab segala kerusakan. Duh, ingat dengan siapa ya? Betul, siapa lagi kalau bukan Leon Trotsky. Squealer adalah juru bicara Napoleon yang pandai memelintir fakta dan menipu para hewan lainnya. Ia merupakan gambaran dari media massa pemerintahan Uni Soviet pada saat itu, Pravda. Karakter manusia digambarkan sebagai makhluk yang jahat, yang selalu menyiksa hewan-hewan. Tuan Jones, sang pemilik awal Peternakan Manor, adalah simbolisasi dari Tsar Nikolas II yang inkompeten dan tidak bisa mengatur pertanian. Tuan Frederick, pemilik pertanian tetangga, digambarkan serupa dengan Adolf Hitler. Tuan Pilkington, tetangga lainnya, adalah simbolisasi dari pemimpin-pemimpin negara Barat, seperti Harry S. Truman dan Winston Churcill, yang oleh Orwell selalu digambarkan sebagai manusia munafik yang otaknya hanya berisi cara meraih keuntungan. Para anjing adalah pengawal pribadi Napoleon, eksekutor pengkhianat, dan penegak hukum. Mereka melambangkan polisi rahasia Soviet (KGB, Cheka, NKVD, OGPU, MVD). Para ayam dan sapi adalah hewan perahan yang dipaksa menghasilkan telur dan susu yang baik oleh Tuan Jones maupun oleh Napoleon. Ketika para ayam menolak menyerahkan telur-telur mereka, Napoleon membuat mereka kelaparan agar mereka patuh. Mereka adalah simbolisasi dari para kulak (tuan tanah) dalam pertanian kolektif Soviet. Yang paling menyedihkan sebenarnya adalah Boxer, si kuda, yang awalnya begitu menghormati Napoleon, hingga akhirnya dijagal karena dianggap tak berguna lagi. Ingat dengan Sergei Kirov?

Masih belum yakin, dan menganggap semuanya hanyalah cocoklogi? Oke. Lanjut.

Tempat dan kejadian Peternakan Manor adalah refleksi Kekaisaran Rusia semasa pemerintahan Tsar, dan pada akhir cerita digambarkan nama peternakan tersebut kembali menjadi Peternakan Manor, yang melambangkan keruntuhan Uni Soviet dan penggunaan kembali nama Rusia. Pokoknya persis sama deh!

Kalau begitu, apa ngga lebih baik baca buku sejarah saja? Betul sekali! Buat saya, kau, dan kalian. Tapi ingat, novel ini terbit pada 1945, sedangkan filmnya diproduksi pada 1954, di zaman di mana sejarah versi Soviet masih dikontrol oleh kumisnya Stalin. Lantas kenapa film ini masih layak tonton di masa kini? Biar kita pada ngerti, bahwa binatang itu mahkluk yang juga memiliki perasaan, sama saja macam kita. Bagaimana perasaan seorang ibu melihat anaknya dijagal, direbus, lantas dimakan? Atau yang paling ringan, bagaimana perasaanmu ketika kau sedang asyik tidur, lantas kepalamu disepak dengan tujuan sekadar iseng? Dan yang paling penting bagi saya pribadi, bahwasanya film ini akan selalu mengingatkan kita, bahwa:

Semulia-mulianya suatu ideologi, jangan dulu percaya, sebab, kemunculan para diktator adalah niscaya.

Leave a Comment

Baca Juga


  • Tanggal rilis: 29 Desember 1954 (New York)

  • Sutradara: Joy Batchelor, John Halas
  • Cerita: George Orwell
  • Narator: Gordon Health
  • Diadaptasi dari: Animal Farm (1945)

Sebelum saya membahas film animasi yang disutradarai oleh Joy Batchelor dan John Halas pada tahun 1954 ini, biarlah saya perkenalkan dulu pada kalian sebuah novel distopia milik George Orwell, yang berjudul sama sekaligus mendasari film ini: Animal Farm (Binatangisme dalam terjemahan pertama di Indonesia). George Orwell sendiri sebenarnya memberi judul novelnya dengan Animal Farm: A Fairy Story. Namun ketika terbit di Amerika, kalimat "A Fairy Story" dihilangkan karena dianggap tidak cocok dengan pangsa anak-anak. Di Amerika dan negara-negara Blok Barat lainnya, novel ini memang diproyeksikan untuk mendoktrin anak-anak agar membenci komunisme (baca: Stalinisme).

Novel ini sendiri bercerita tentang kehidupan para binatang di Peternakan Manor, sebuah peternakan yang dimiliki oleh manusia tolol bernama Tuan Jones. Setelah mengalami kebangkrutan, Tuan Jones jadi senang mabuk-mabukan, membuatnya selalu bertindak kasar, bahkan tidak lagi memedulikan makanan untuk para binatang. Tepat di masa itulah, Major, si babi tua, bermimpi bahwa semua manusia akan musnah, dan para binatang akan mengurus kehidupan mereka sendiri (di mimpi ini pula ia pertama kali mendengar sebuah lagu yang kabarnya selalu dinyanyikan di zaman nenek buyutnya). Hal penting lainnya adalah, Major merasa bahwa hidupnya sudah tidak akan lama lagi; ia sudah terlalu tua dan sakit-sakitan. Babi Mayor lantas mengumpulkan seluruh binatang Peternakan Manor di lumbung utama, berpidato segala macam, yang pokoknya menganjurkan agar para binatang bersatu, lantas mengambil-alih peternakan dari manusia tolol seperti Tuan Jones. Jika kalian teliti membaca pidato dari Major, tentunya kalian akan setuju kenapa binatang harus segera memberontak terhadap manusia. Kalau saya pribadi sih setuju. Pidato itu ditutup dengan pesan yang mengharu biru. Saya kutip untuk kalian cermati baik-baik.

"Camkan betul-betul," kata si Major lantang, "Jangan sampai lengah. Pelihara terus kebencian kalian kepada bangsa manusia dan semua sikap-sikapnya. Apa saja yang berjalan di atas dua kaki, itu musuh kita. Apa saja yang berjalan di atas empat kaki atau bersayap, itu sahabat kita. Dan ingat, dalam perkelahian melawan bangsa manusia, jangan sekali-kali kalian meniru mereka. Bahkan, bilamana kalian sudah bisa menaklukkan mereka, jangan ambil oper kebejatan akhlak mereka. Binatang tidak boleh tinggal di suatu rumah. Tidak boleh tidur di tempat tidur. Jangan pakai busana. Jangan merokok. Jangan minum alkohol. Jangan sentuh uang. Jangan berdagang. Semua kebiasaan bangsa manusia itu jahat! Dan, kupesan wanti-wanti, jangan ada binatang yang jadi tiran atas binatang lain. Kuat atau lemah, cerdik atau dungu, kita semua bersaudara. Tak boleh binatang membunuh sesama binatang. Semua binatang sama derajatnya!"

Pidato yang sangat luhur saya kira. Lantas para binatang beramai-ramai menyanyikan lagu berjudul "Binatang-Binatang Inggris", yang nadanya agak mirip dengan Clementine dan La Cucuracha. Kalau di film, para binatang hanya menguik-nguik. Kalau di novel, lirik lagu disebutkan dengan jelas. Duh, tangan saya gatal untuk menuliskan lirik tersebut, selain teramat bagus, juga sangat memengaruhi jalannya cerita. Yasudah, saya tulis saja ya.

Binatang Inggris, binatang lrlandia

Binatang dari negeri mana saja, dari cuaca

apa saja

Dengarkan senandung gembiraku

Senandung agung zaman dahulu

Cepat atau lambat, harinya akan tiba

Tirani manusia akan habis sirna

Dan tanah seluruh Inggris tercinta

Cuma diinjak kaki binatang semata

Rantai di leher akan tiada

Beban di punggung akan mereda

Kekang dan cemeti lenyap selama-Iama

Gebuk dan hardik menghilang pula

Subur makmur tiada tara

Gandum, jagung, beras dan ketela

Rumput dan kacang, serta selada

Menjadi milik kita tiada duanya

Mentari akan bersinar di Inggris Raya

Airnya lebih jernih bagaikan kaca

Anginnya berhembus bagai usapan sutera

Pada hari kita semua merdeka

Menuju kesana kita mesti bekerja

Kendati mesti mati sebelum terlaksana

Sapi dan kuda, kalkun dan angsa

Semua mesti berkorban buat bebas merdeka

Binatang lnggris, binatang lrlandia

Binatang dari negeri mana saja, dari cuaca

apa saja

Dengarkan senandung gembiraku

Senandung agung zaman dahulu.

Dahysat. Liriknya benar-benar dahsyat.

Oke, lupakan.

Pada akhirnya pemberontakan para binatang meletus dengan gilang gemilang. Tuan Jones dan keluarganya diusir. Sedangkan nama peternakan diganti menjadi Peternakan Binatang. Segala aturan baru pun diberlakukan. Dua ekor babi, pengikut setia babi Major, Napoleon dan Snowball ditunjuk sebagai pelaksana ketertiban. Untuk sementara, segala sesuatunya dapat berjalan dengan baik. Para binatang bekerja sama dalam membentuk masyarakat yang baru, masyarakat yang berasaskan binatangisme. Tentu saja hal ini dimungkinkan melalui kepemimpinan dari Napoleon dan Snowball. Mereka lantas membuat seperangkat peraturan, seperti "Empat kaki baik, dua kaki buruk," "Binatang tidak boleh membunuh sesama binatang," dan yang terpenting, "Semua hewan diciptakan sama".

Sayang, perseteruan malah terjadi di antara mereka berdua. Pasalnya adalah keinginan Snowball untuk membangun kincir angin, sedang Napoleon menolaknya mentah-mentah (pada awalnya). Dengan segala kecurangan, Napoleon akhirnya berhasil mengusir Snowball dari Peternakan Binatang. Cita-cita kesetaraan perlahan mulai pudar. Napoleon, si babi hitam yang punya tampang memuakkan, mulai mengajarkan paham baru bahwasanya babi-babi lebih unggul dari hewan-hewan lainnya, hingga harus diberi ganjaran lebih banyak. Juga ditambah-tambahilah peraturan-peraturan lama, seperti, "Semua hewan diciptakan sama.... tapi ada pula yang lebih unggul" atau "Binatang tidak boleh membunuh sesama binatang... tanpa alasan yang jelas". Pada akhirnya, Orwell seakan menyatakan gagasannya melalui novel ini, bahwa cita-cita komunisme (baca: Stalinisme) dapat direalisasikan, namun tirani dan korupsi adalah hasil yang tak terelakkan.

Mengingat betapa suramnya cerita di novel ini, agak mengherankan jika film animasi ini dinyatakan sebagai film khusus untuk anak-anak. Berani sumpah, Animal Farm bukan dongeng menyegarkan seperti apa yang telah diproduksi oleh Walt Disney di zaman itu. Ini adalah film serius yang, menurut saya, hanya pantas untuk dikonsumsi oleh orang dewasa. Pada akhirnya saya tahu belaka, seperti yang telah saya katakan di atas, Amerika berniat mendoktrin ajaran anti-komunisme bahkan semenjak balita, salah satunya ya melalui film ini.

Untuk penggarapan sinematik di dalam film, saya rasa cukup bagus untuk masanya. Hanya ada dua manusia yang berperan, yaitu Gordon Heath sebagai narator dan Maurice Denham yang mengisi semua suara binatang. Yang mengecewakan bagi saya adalah sedikitnya dialog antar binatang, hingga orang yang belum membaca novelnya tidak akan bisa mendalami pikiran para binatang. Sebagian besar cerita di film ini diceritakan oleh sang narator, meskipun script-nya diambil mentah-mentah dari dalam isi novel.

Secara keseluruhan, Animal Farm, baik film maupun novelnya, menurut saya pribadi, adalah karya yang sebenarnya biasa saja. Terutama bagi orang-orang yang paham betul akan sejarah berdiri dan runtuhnya Uni Soviet. Orwell sekadar mengganti karakterisasi pemimpin-pemimpin Soviet dengan sekumpulan binatang. Tak percaya? Coba kita bedah baik-baik.

Mayor Tua diambil dari karakter gabungan antara Karl Marx dan Lenin. Kelihatan betapa Orwell sangat menghormati tokoh yang satu ini, yang ia anggap memiliki cita-cita yang mulia bagi manusia (binatang). Tingkah Napoleon sangat menyerupai Josef Stalin. Selain itu namanya juga didasarkan pada Napoleon Bonaparte, seorang tokoh diktator Prancis (di edisi Prancis, tokoh Napoleon diganti dengan nama Cesar). Snowball digambarkan oleh Orwell sebagai babi yang pandai dan simpatik. Namun ia kalah dalam perebutan kekuasaan di Peternakan Hewan dan dibuang. Sepanjang hidupnya ia terus-terusan difitnah, dan dianggap sebagai penyebab segala kerusakan. Duh, ingat dengan siapa ya? Betul, siapa lagi kalau bukan Leon Trotsky. Squealer adalah juru bicara Napoleon yang pandai memelintir fakta dan menipu para hewan lainnya. Ia merupakan gambaran dari media massa pemerintahan Uni Soviet pada saat itu, Pravda. Karakter manusia digambarkan sebagai makhluk yang jahat, yang selalu menyiksa hewan-hewan. Tuan Jones, sang pemilik awal Peternakan Manor, adalah simbolisasi dari Tsar Nikolas II yang inkompeten dan tidak bisa mengatur pertanian. Tuan Frederick, pemilik pertanian tetangga, digambarkan serupa dengan Adolf Hitler. Tuan Pilkington, tetangga lainnya, adalah simbolisasi dari pemimpin-pemimpin negara Barat, seperti Harry S. Truman dan Winston Churcill, yang oleh Orwell selalu digambarkan sebagai manusia munafik yang otaknya hanya berisi cara meraih keuntungan. Para anjing adalah pengawal pribadi Napoleon, eksekutor pengkhianat, dan penegak hukum. Mereka melambangkan polisi rahasia Soviet (KGB, Cheka, NKVD, OGPU, MVD). Para ayam dan sapi adalah hewan perahan yang dipaksa menghasilkan telur dan susu yang baik oleh Tuan Jones maupun oleh Napoleon. Ketika para ayam menolak menyerahkan telur-telur mereka, Napoleon membuat mereka kelaparan agar mereka patuh. Mereka adalah simbolisasi dari para kulak (tuan tanah) dalam pertanian kolektif Soviet. Yang paling menyedihkan sebenarnya adalah Boxer, si kuda, yang awalnya begitu menghormati Napoleon, hingga akhirnya dijagal karena dianggap tak berguna lagi. Ingat dengan Sergei Kirov?

Masih belum yakin, dan menganggap semuanya hanyalah cocoklogi? Oke. Lanjut.

Tempat dan kejadian Peternakan Manor adalah refleksi Kekaisaran Rusia semasa pemerintahan Tsar, dan pada akhir cerita digambarkan nama peternakan tersebut kembali menjadi Peternakan Manor, yang melambangkan keruntuhan Uni Soviet dan penggunaan kembali nama Rusia. Pokoknya persis sama deh!

Kalau begitu, apa ngga lebih baik baca buku sejarah saja? Betul sekali! Buat saya, kau, dan kalian. Tapi ingat, novel ini terbit pada 1945, sedangkan filmnya diproduksi pada 1954, di zaman di mana sejarah versi Soviet masih dikontrol oleh kumisnya Stalin. Lantas kenapa film ini masih layak tonton di masa kini? Biar kita pada ngerti, bahwa binatang itu mahkluk yang juga memiliki perasaan, sama saja macam kita. Bagaimana perasaan seorang ibu melihat anaknya dijagal, direbus, lantas dimakan? Atau yang paling ringan, bagaimana perasaanmu ketika kau sedang asyik tidur, lantas kepalamu disepak dengan tujuan sekadar iseng? Dan yang paling penting bagi saya pribadi, bahwasanya film ini akan selalu mengingatkan kita, bahwa:

Semulia-mulianya suatu ideologi, jangan dulu percaya, sebab, kemunculan para diktator adalah niscaya.

Leave a Comment

Baca Juga