SOULSTRUMENTAL: INTRUMENTASI JIWA DARI BALI

SOULSTRUMENTAL: INTRUMENTASI JIWA DARI BALI

Sebagai seorang penggiat hip hop juga, saya bahagia jika tak hanya rapper yang merilis album, tapi juga produser, walaupun rilisan beratas nama produser masih sangat langka di Indonesia. Bisa dihitung siapa saja yang berani dengan lantang merilis album instrumental hip hop di Indonesia. Tapi kelangkaan itu bisanya tidak main-main. Rilisan yang beredar memang rilisan yang terbaik karena mau tidak mau, album instrumental ibarat juru bicara dalam memperkenalkan cita rasa produser itu sendiri.

2018 ini, seorang beatmaker dari Bali telah merilis sebuah album instrumental yang menurut saya, patut mendapat tempat di playlist Spotify kalian. Da Kriss adalah seorang produser asal Bali yang juga motor dibalik group hip hop Madness On Tha Block, akhirnya merilis album instrumental berjudul: Soulstrumental. Untuk memberikan kilas ulasan tentang album ini, saya menghubungi Krisna Dharmawan (Da Kriss) untuk sedikit buka-bukaan tentang dirinya dan juga Bali. Karena tidak mungkin saya ke Bali dengan uang kas Degilzine (di bantai Pemred nanti saya). Teknologi email cukup membantu saya.

Boleh perkenalkan diri dulu ke pembaca Degilzine?

Sebelumnya terimakasih untuk Degilzine yang sudah mau memberi saya space di zine-nya. Oke, perkenalkan nama saya Krisna Darmawan, nama panggung saya Da Kriss. Saya berasal dari Bali, pulau seribu pura. Saya juga menjadi beatmaker di grup rap Madness On Tha Block, grup dengan 1000000% cinta dan pertemanan.

Selamat untuk rilisnya Soulstrumental, boleh cerita bagaimana proses album ini dari ide hingga eksekusinya?

Terimakasih atas ucapan selamatnya. Oke saya akan bercerita sedikit perjalanan album Soulstrumental ini. Awal mulanya saya tidak ada pikiran untuk merilis instrumental-instrumental ini, saya membuatnya untuk didengarkan sendiri saja sebagai teman perjalanan saya keluar rumah. Semua instrumental yang ada di album ini dibuat dari tahun di mana saya pertama kalinya mengenal teknik sampling (2014) dan saya terus mengasah skill hingga 2017 awal. Setiap track yang dipilih di album ini  juga mewakili mood dan perasaan saya saat saya membuatnya. Saya juga berpikir tidak hanya saya yang merasa demikian, pasti semua orang pernah berada dalam mood/perasaan yang sama dengan saya, dan akhirnya saya ingin mempersembahkan beat/instrumental untuk orang-orang itu. Saya pun berpikir untuk merilis album ini dalam bentuk CD dengan nama Soulstrumental yang saya definisikan sebagai Instrumental untuk berbagai ekspresi jiwa. Kenapa dalam bentuk CD? Karena sesuatu yang bisa digenggam akan lebih bermakna ketimbang digital.

Kenapa memilih Maraton Mikrofon sebagai media distribusi?

Selain karena MarMik mau untuk merilis album ini, Senartogok yang juga menjadi kepala di MarMik adalah kawan baik saya. Dan MOTB memberi masukan dan ide-ide yang bagus untuk perilisannya.

Sebelum Soulstrumental, projek apa yang sudah dilakukan sebelumnya?

Sebelum Soulstrumental dirilis, saya juga membuat proyek dengan grup saya MOTB di lagu Rawkus, di mana sample saya dipadukan dengan sample milik Senartogok. Saya juga bikin proyek dengan group rap Aceh, Regia Oskar berjudul Station dan saya juga membuat proyek dengan beberapa rapper lokal disini. 

Album ini didedikasikan untuk korban bencana alam Gunung Agung, bisa diceritakan ide dan bentuk kontribusi seperti apa melalui album ini?

Ide awalnya disarankan oleh Senartogok. Awalnya album ini didedikasikan untuk gerakan Perpustakaan Jalanan Bandung dan Literasi Anak Bangsa Bali, tapi bencana Gunung Agung lebih memerlukan bantuan dan akhirnya semua hasil penjualan disumbangkan ke posko peduli Gunung Agung di Walhi Bali.

Bagaimana skena hip hop di Bali dan bagaimana perkembangannya di sana?

Kalau dari yang saya lihat ya, antusias teman-teman skena di Bali membuat saya senang karena menurut saya grup rap di bali bisa dibilang sedikit. Tapi kalau kita berbicara tentang skena hip hop, ya sudah pasti ada 3 elemen lain yang dimaksud, yaitu graffiti, B-Boy, dan DJ. Perkembangannya di sini setahu saya ya sedang berkembang, terutama graffiti.

Bisa dibilang album instrumental hip hop di Indonesia masih sangat sedikit. Apa yang memutuskan Da Kriss untuk menyelesaikan rilisan instrumental ini dan adakah kendala selama proses?

Jawabannya simpel sih, kenapa saya memutuskan untuk merilis sebuah instrumental album, ya karena saya seorang beatmaker dan saya ingin memperkenalkan karya-karya saya. Kendala sudah pasti ada, tapi dalam perilisan album ini saya rasa kendala yang ada tidak begitu merepotkan.

Hardware Atau software?

Untuk sekarang software dulu, karena belum memiliki hardware.

Minuman luar atau minuman lokal?

Minuman luar.

Jika bisa bekerja sama dengan artis, baik dulu atau sekarang, siapa?

Saya sih senang bekerja sama dengan siapa pun asalkan attitude-nya baik sama saya.

3 kata untuk hip hop Indonesia.

Kiwss, Kiwss, dan Kiwss!

 

*Kalian bisa menikmati karya Da Kriss Soulstrumental dengan menghubungi pihak Maraton Mikrofon di Instagram @senartogok atau langsung menuju soundcloud Da Kriss di sini 

Share this post

Recent post