micy

MICY (SHADOWPLAY): MEDAN JUGA ADA KEHIDUPAN, COY!

Michelle Fibrinia Sianipar adalah kibordis dari unit indie pop, Shadowplay. Sebelumnya ia juga pernah aktif di komunitas Surbin, dengan mimpi untuk mempopulerkan kebudayaan yang “sadar” di kota Medan. Perempuan yang juga mengajar les piano untuk anak-anak di Balige ini kami undang ke markas Degilzine untuk ngobrol-ngobrol soal dirinya, Shadowplay, juga soal Micy Lovers. Yuk, langsung saja!
Hi, Michelle.
Hi, siapa ya?
Biasanya dipanggil apa nih?
Karena orang biasa panggil Kak Micy, ya Kak Micy ajalah..
Sesuai dengan nama Micy Lovers-lah ya?
Hahaha..
Itu siapa penggagasnya, dan awalnya gimana?
Awalnya iseng-iseng karena yang lain (kawan-kawan pelaku skena) suka nyariin aku, macam artis kali. Terus si Keke (gitaris Shadowplay) sih yang sering bilangin Micy-Micy Lovers gitu. Eh, jadinya kebawa-bawa terus.
Gimana perasaannya dengan munculnya hal ga penting oleh gerombolan-gerombolan tidak bertanggung jawab seperti itu?
Gimana ya. Apa ya. Perasaan kayak lucu gitu sebenarnya. Tapi seru sih, jadi kayak niat juga mereka nonton Shadowplay main.
Bagaimana sih awalnya bisa gabung dengan Shadowplay?
Singkatnya sekitar 2 tahun lalu, kenal sama Bang Aji (vokalis Shadowplay) waktu ada acara ulang tahun gitu. Kebetulan dia memang nyari kibordis, terus minggu depannya diajak gabung ikut latihan.
Sebelum dengan Shadowplay pernah ngeband?
Gak pernah. Bantuin band teman pernah. Tapi belum pernah gabung secara permanen.
Alat musik yang dikuasai apa aja?
Yang benar-benar dikuasai cuma piano. Dulu sempat belajar gitar juga, tapi cuma ingat satu kunci. Akhirnya sadar diri.
Belajar pianonya les atau otodidak?
Les, ditambah belajar sendiri.
Jadi aplikasinya hasil les itu sebelum ngeband ke mana aja?
Kadang ikut festival piano, ngajar les juga, pengiring choir, pelayanan di gereja juga.
Kalau kegiatan untuk menghidupi diri sendiri saat ini apa aja?
Kemarin sempat kerja kantoran, tapi resign.
Kenapa?
Malas aja.
Kok malas?
Ya kek gitulah. Malasnya karena punya bos yang suka merintah, tapi buat contoh yang bagus buat karyawannya gak bisa! Tipe orang kaya yang ga tahu kerja. Bukan tipe manusia inventor.
Di mana tuh?
Adalah. Agak jauh dari Medan.
Jadi sekarang ngapain aja?
Paling ngebantuin mama ngurus TK di Balige, ngajar les piano di Balige, ngurus Homestay di Balige, pokoknya bolak-balik Medan-Balige-lah!
Gimana, nyaman ga kerjanya?
Nyaman. Karena kadang lebih enak kerja sama anak-anak dibanding sama orang dewasa. Apalagi orang-orang di sana agak-agak susah, tahulah..
Bagi waktu dengan Shadowplay gimana?
Kalo waktu kerja susah. Kemarin sempat absen waktu pas banyak-banyaknya manggung. Kayak merasa bersalah gitu. Sedih. Banget. Kalilah. Tapi syukurnya mereka ngertilah.
Kalau ternyata mereka kehilangan kesabaran?
Banyak-banyak berdoalah.
Sampai akhirnya, misalnya, waktu balik ke Medan, ngumpul sama Shadowplay, tiba-tiba sudah ada penggantinya, gimana?
Kaget. Ya ditanyalah, minta konfirmasi. Maksudnya apa nih!
Pengalaman manggung bareng Shadowplay yang paling tidak berkesan, kapan dan di mana?
Ga ada sih kayaknya.
Foto: Koleksi Micy Lovers
Kalau Micy Lovers yang ga penting itu apa selalu datang waktu Shadowplay perform?
Orang itu kayak hantu, kadang ga tau yang mana anggota tetap mana simpatisan, jadi ga tanda juga. Tapi yang belakangan ini sering kelihatan yang kunotice, ada si Ecun, itu aja sih..
Keke Lovers ada juga?
Ada juga. Banyaklah. Malah lebih banyak kurasa. Semua punya fans tersendiri. Emang kayak gitulah kalau band keren..
Ga ada rencana buat band di Balige?
No, thanks.
Kenapa?
Orang sana ga ngerti maunya apa. Mending sendiri aja.
Balik lagi ke topik awal. Kenapa milih kibord?
Awalnya kebetulan di rumah ada piano dan suka dengar orang main piano. Jadinya tangan ini selalu gatal mencet-mencet piano.
Influence terbesar siapa saja?
Mozart. Karena dulu awalnya suka klasik. Tapi setelah SMP lebih tertarik ke Chet Baker. Sekarang sih suka sama Sri Hanuraga.
Kalau lihat cowok main piano, perasaannya gimana, biasa aja atau oh my God?
Tergantung cara mainnya dia. Kalau memang bagus, jungkir balik pun mau ngelihatnya.. Kalau bisa pun salto. Kalau mainnya jelek ya biasa ajalah.
Nulis lagu juga?
Ada sih, tapi suka setengah-setenah, kadang udah bikin tapi lupa, nantilah lebih diniatin lagi kalau niat ya. Kalau niat..
Menurut Micy, sepenting apa kehadiran perempuan dalam skena musik Medan saat ini?
Sepenting kehadiran abang itu di hidup aku..
Perempuan paling berbahaya di Medan menurut Micy siapa?
Yuri Nasution, adik ipar Pemred Degilzine ini nih…
Kenapa?
Karena dia keren. Aku diam-diam sebenarnya fansnya Yuri. Jiwanya rebel, inspiring buat banyak perempuanlah. Rebel in a good way. Kerenlah..
Passion selain ngeband apa saja?
Membagi apa yang kita tahu dengan orang lain, walaupun apa yang kita tahu tidak banyak. Karena banyak orang pelit ilmu zaman sekarang. Macam iya kali pun ah..
Pendapat orangtua Micy ngelihat anak perempuannya ngeband?
Karena perempuan, mungkin mereka lebih insecure gitu. Padahal menurutku, laki-laki atau perempuan itu sama aja. Anak band itu konotasinya kan negatif, narkobalah segala macam, tapi pintar-pintar kitalah. Mamaku bilang, “Ngapain sih main-main kayak gitu, ditengok-tengok orang, kau tuh bukan penghibur orang! Mending buat sesuatu yang lebih penting dari itu!” Ya, gitulah namanya orangtua ya, kan..
Menurut Micy sendiri, ngeband itu penting atau tidak?
Kita kan ngelakuin apa yang kita senangi. Bukan soal penting enggaknya, tapi setidaknya harus menghasilkan sesuatu dari situ biar orang ga sepele ngelihatnya. Jangan main di pensi-pensi ajalah. Buat album terus!
Menurut Micy, Degilzine ini keberadaannya sampai sekarang gimana? Penting ga? Atau kita bubarin aja?
Pentinglah! Biar jangan di Jawa-Jawa sana aja yang dibanggakan. Di sini juga ada kehidupan, coy!
Terakhir! Nasehat bijak untuk Rizki Pratama Sembiring?
Bagusan kayaknya kau nulis sesuatu, Ki. Soalnya aku suka kali baca captionmu di IG. Kayaknya bukan sekedar caption itu, ada arti yang bisa buat kita berpikir. Tapi itu pun kalau mau mikir.
*Interview oleh Eka Sitio

Share this post

Recent post