IMG-20180209-WA0003

NEPTUNUS SIAP INVASI BUMI

Apa kabar bes? Aman? Setelah berabad-abad lamanya saya tidak menulis, akhirnya saya pun melakukannya. Beberapa hari yang lalu pria-pria tangguh di Degil mendapatkan bisikan rohani, “Menulis itu enak kan woy?” Lima kata tadi cukup mengguncang rumah tangga Degil Zine. Seorang wanita ayu degil yang berdomisili di Sumba, Eda Citra, tiba-tiba berubah menjadi penyemangat atau bisa dibilang “booster”nya (penambah gain gitar) lelaki di Degil. Kami para anggota Degil pun terbawa arus dan naluri menulis tiba-tiba melonjak drastis dan berapi-api. Nah ini dia hasilnya!!! Ini! Kembali saya mencurahkan pikiran absurd ke dalam tulisan. Cemana? Udah gak sabar? Sudahlah! Terlalu banyak bacot! Kita akhiri saja yuk.

Kali ini saya akan membahas sebuah band yang menurut tim Degil cukup sedap untuk dikorek. Beberapa bulan terakhir, band ini sudah kami pantau dengan teknik spionase dan ternyata perkembangannya hingga sekarang cukup mantap, bre. Ya! mereka adalah “Neptunus“. Band yang bergenre Aliencore ini terbentuk di akhir 2016 dan diawaki oleh empat pemuda berjiwa metal dari lahir yaitu Andre (Vokal), Asriadi (Gitar), Irwan (bass), dan Oji (drum). Jujur saja, inilah kali pertama saya mendengar kata Aliencore. Di benak saya yang acak – acakan ini berpikir kalau Aliencore itu semacam sekte penyembah alien. Atau merek sex toy di sudutudut mall. Dan ternyata bukan, pren! Apa itu? Sabar dulu, kita buka satu – satu ya!

Menurut Andre (vokalis), Aliencore adalah salah satu sub genre metal baru yang dipelopori oleh sebuah band asal Amerika “Ring of Saturn” di tahun 2010-an. Band ini pastinya menjadi salah satu inspirasi mereka. Genre ini lebih banyak membahas soal warna warni kehidupan luar angkasa, baik fakta, opini maupun konspirasi di dalamnya. Bisa dibilang genre ini cukup nyeleneh. Secara garis besar, genre ini sedikit memiliki kemiripan dengan space rock yang membahas soal cosmic, planet, big bang theory dan sejenisnya. Namun yang menjadi pembeda adalah kemasan dan teknik space rock sangatlah berbanding terbalik dengan Aliencore yang jelas – jelas lebih brutal, tegas, dan yang pastinya growl abis! Oke, sampai sini paham?

Album keempat Rings of Saturn “Ultu Ulla”. Foto: www.metal-archives.com

Neptunus menurut saya adalah salah satu band yang sangat konsisten dan memiliki jati diri yang teguh dan mungkin tak bisa digoyahkan. Pertama, coba kita lihat dari segi namanya. Penggunaan nama Neptunus menunjukkan bahwa mereka tidak main – main dengan konsep yang mereka pilih. Dan menurutku cocok pula. Berharap makhluk di Neptunus sana mendengar dan memberikan salam respect kepada umat bumi. “Hm, ternyata ada yang memuja penghuni Neptunus”, gumam mereka sambil jari manis dan tengah diangkat dan membentuk huruf V. Saya juga yakin kalau band ini punya mimpi ingin bertemu dengan alien dan percaya bumi akan dikunjungi suatu saat nanti dan menginvasi besar – besaran layaknya film “Independence Day” dan “War of the Worlds“.

Foto: Koleksi Neptunus

Kemudian yang kedua adalah dari segi karya. Band ini baru saja merilis single awal Februari lalu yang berjudul “Alien Conspiracy“. Andre di sektor vokal menjadi penanggung jawab untuk lirik di lagu ini. Terinspirasi oleh sebuah tragedi jatuhnya benda asing yang diyakini sebagai UFO alien di sebuah daratan Amerika yang biasa disebut tragedi Rosewell. Waw! Kan sah! Dari judulnya saja bisa kita lihat kalau band ini memang menyembah alien. Wop! Tunggu dulu! Bagaimana dengan lagunya? Menurut pendengaran saya, lagu ini cenderung mengarah ke Deathcore dan Death Metal klasik. Hal ini mengingatkan saya pada beberapa dadengkot berbahaya dari Amerika seperti Dying Fetus, Cannibal Corpse dan As Blood Runs Black. Tapi ada lagi yang unik, bre! “Riff – riff” gitar di lagu ini kental sekali dengan nuansa robotic seperti di film – film. Bayangkan saja, suara robot Alpha “ay…ay….ayai” di serial kesayangan “Power Ranger: Mighty Morphin” disulap menjadi suara gitar dengan speed di luar nalar khas death metal.

Neptunus ketika sibuk di atas panggung. Foto: Koleksi Neptunus

Ini band sangat berbahaya. Saya ulangi! Sangat berbahaya. Saking berbahayanya, salah satu lagu mereka akan masuk album “Medan Teriak” (kompilasi band rock/metal Medan). Bahkan mereka sempat menjalin kontrak dengan sebuah label di Makassar untuk produksi album mereka. Namun sayang, Irwan sang bassis mengatakan bahwa label tersebut tidak memenuhi perjanjian yang telah mereka sepakati. Namun hal – hal seperti itu tidak terlalu mereka tanggapi dan bukan menjadi penghalang untuk ber-alien ria. Maafkan saya jika dianggap berlebihan, tetapi saya merasa mereka pantas untuk disematkan sebagai Duta Aliencore Indonesia. Karena keberanian, semangat, dan keramahan yang mereka punya khususnya di dalam skena Metal.

Well!! Salam Aliencore!

 👽

https://neptunusofficial.bandcamp.com/releases

Share this post

Recent post