GARASI 14: DARI SESI LATIHAN MENJADI WADAH APRESIASI

GARASI 14: DARI SESI LATIHAN MENJADI WADAH APRESIASI

Pada awalnya, ide untuk bermain musik di garasi rumah gua muncul dari manager band adek gua, Azed Jr. (@kautsarazed); kita akrab manggilnya Om Tommy (@tommymarinotommy). Menurut Om Tom, main musik di garasi bisa ngebangun mental masing-masing personel band supaya terbiasa manggung sambil ditonton orang. Pas sesi latihan dimulai, ternyata banyak warga yang datang, sampai ada beberapa bapak-bapak yang ikut jamming session. Waktu gua balik dari Bandung, kita sepakat buat ngajak beberapa temen-temen band sekitar Pamulang buat join latihan di garasi dan ternyata yang dateng sampai dari Tangerang Kota. Beres latihan kita ngobrol, muncul deh tuh nama Garasi 14 (gara-gara nomer rumah 14). Temen-temen ngerasa di sini mereka jadi nambah temen, bisa banyak sharing ilmu, dan jadi banyak tahu.

Foto: Koleksi Garasi 14

Kebetulan waktu perayaan tahun baru 2018 yang lalu, temen-temen dari media partner Musicnity ngajak bikin acara bareng buat pergantian tahun. Jadi deh tuh acara Musicnity x Garasi 14 (MxG14). Gua ga nyangka respon temen-temen musisi di Pamulang dan sekitarnya seantusias itu. Yang gua kira ga bakal sampai 10, ternyata banyak yang pengen ikut sampai terpilihlah 14 pengisi acara. Untungnya lagi, Garasi 14 punya bekingan yang cukup kuat, yaitu bapak-bapak pecinta musik RT/RW sekitar yang ikut bantuin dalam proses jalannya acara; mulai dari nyiapin tenda sampai keamanan (kita manggil bapak-bapak ini dengan sebutan Panglima Garasi). Kemaren kita main dari jam 6 sore sampai jam 3 pagi. Malem itu juga datang salah satu musisi senior dari Lampung, Om Poy (@poyzepplyn) yang ikut main bareng Om Tommy dan kawan-kawan di Garasi 14. Dan jauh sebelum nama Garasi 14 muncul, Om Yuke Semeru (@ustadz_yuke_sumeru) yang sekarang sudah jadi ustadz, pernah main ke rumah buat sharing seputar musik di Indonesia.

Foto: Koleksi Garasi 14

Berangkat dari situ gua coba buat cari tahu tentang suasana musik hari ini di Indonesia. Sampai akhirnya gua pribadi merasa bahwa ada satu hal yang perlu dibangkitkan dari industri musik Indonesia, yaitu apresiasi. Menurut gua, bentuk apresiasi paling sederhana yang bisa dilakukan adalah berani untuk mengapresiasi/menghargai karyanya sendiri. Mental ini yang sekiranya perlu dibangun dan ditanamkan temen-temen musisi (khususnya yang baru mulai) sebelum mengharapkan apresiasi dari orang lain/penggemar.

Untuk next event, Garasi Partij (plesetan party) akan diadakan tanggal 3 Maret 2018. Nanti kita bakal coba untuk menerapkan konsep Mahar Karya. Jadi  temen-temen yang main di Garasi, harus mau menyediakan mahar sebesar 50rb, dari kita untuk kita lagi. Terus apa yang didapatkan dari 50rb? Anggaplah dari 50rb itu lo bisa latihan selama 1 jam di studio tapi ga ada yang nonton. Tapi kalolau main di Garasi, lo bisa latihan sambil ditonton orang banyak, lo bisa ketemu banyak relasi baru, terus lo bisa makin banyak tukar ilmu sama orang lain. At least lo jadi punya massa yang sesama musisi juga. Dan yang paling penting adalah mahar ini merupakan bentuk apresiasi terhadap karya lo sendiri dan karya orang lain yang tampil di Garasi 14.

Foto: Koleksi Garasi 14

Selain untuk keperluan konsumsi dan lain-lain di acara, kita juga coba menyisihkan sebagian dari uang yang terkumpul untuk disumbangkan kepada yang membutuhkan. Bukan sekadar untuk kewajiban beramal, tapi di sini yang kita coba bangun adalah rasa kepedulian dari temen-temen untuk sesama. Jadi vibes yang terbentuk, ada rasa peduli yang sama, baik dari sesama musisi, penggemar ke musisi, dan sebaliknya. Dari situ mungkin bisa menimbulkan rasa untuk lebih menghargai suatu karya dengan cara membeli album resmi, beli tiket konser, beli marchendise, dan sebagainya. Sehingga industri musik Indonesia bisa makin maju lagi. Garasi 14 coba untuk menyediakan wadah apresiasi bagi temen-temen musisi dan penikmat musik sehingga ikatan emosional antara musisi dan penggemarnya dapat terkoneksi dengan baik.

Foto: Koleksi Garasi 14

Gua sangat percaya bahwa setiap karya yang dilahirkan bakal ketemu dengan kupingnya masing-masing, jadi temen-temen ga perlu takut untuk terus berkarya. As our reminder, karya yang baik adalah karya yang jujur, lahir dari apa yang lo rasain. Lewat Garasi 14 ini, gua berharap generasi muda di seluruh Indonesia, khususnya Pamulang dan Tangerang Selatan, semakin terpacu untuk menghasilkan karya-karya yang luar biasa serta memiliki tempat/wadah untuk mengapresiasikan karyanya.

Terimakasih.

 

Share this post

Recent post