Degil Zine

Hola Puta. Como Estas? Gimana semangatnya wahai para bajing loncat? Melempemkah? Atau sudah ada yang hendak bunuh diri? Waduh jangan bes!! Masih panjang perjalananmu, Comrade. Kalau koruptor yang bunuh diri sah - sah saja, bahkan dihukum gantung pun juga tak apa menurut saya. Tapi jika kalian wahai pembaca Degil yang kreatif nan elok berjiwa sakti, masih mau bunuh diri juga? Aku hanya bisa geleng-geleng kepala dan menepuk jidat terheran-heran.

Kali ini saya coba menuangkan ide brilian saya ke dalam tulisan indah dipandang membuat anda tersenyum, lalu mendoakan saya menggenggam Nobel Sastra kebanggaan para penulis. Degil kedatangan band jauh asal Semarang bernama Killer Of Gods. Band yang namanya buat bulu kuduk merinding ini sudah malang melintang di skena kota kelahirannya, Bung. Menapakkan kaki sejak 2011 dan menghasilkan dua album: Replica to Hell (2013) dan Mental Retardation Force (2016) dan juga beberapa demo (sumber: semarangonfire.com), grup yang bergenre death metal ini dimotori oleh Bocil Arga (Vokal), Reka (Gitar), Yusuf (Drum), Themus (Bass) dan Dipto (Gitar). Pada Februari lalu mereka baru saja merilis video klip terbaru berjudul “Semesta”, salah satu materi di album mereka yang akan datang. Lagu yang memacu jantung anda berdetak lebih kencang ini dikemas dengan audio yang sangat apik!

Sampul depan "Semesta". Sumber: Killer of Gods

Blast beats powerful, gitar drop tune gahar berisik di telinga terasa nikmat tiada tara. Video yang baru mereka rilis ini dikerjakan secara D.I.Y dan dibantu oleh tangan-tangan magisnya Semarang on Fire dan iWod Creative Labs. Dibalik pembuatan video ini ada cerita seru juga ternyata. Lokasi syuting video klip dilakukan di sebuah tempat yang angker menurut masyarakat Semarang, yaitu bekas Hotel Sky Garden di kawasan Bukit Gombel. Sebuah kombinasi yang apik pula saya rasa. Para penghuni hotel tersebut mungkin sudah harap maklum dengan band ini. Mungkin karena mereka memainkan musik death metal sehingga mereka dapat ijin, take video berjalan mulus dan tak terjadi apa-apa. Bagaimana jika Killer of Gods memainkan genre lain? Bossanova misalnya? Mungkin para sesepuh penghuni kawasan tersebut merasa risi dengan musik lembut mendayu dan dengan segera mengincar leher para personel untuk dicekik. Nah, bagi Anda sekalian yang ingin tahu lebih dalam soal band ini bisa masuk ke kanal Youtube mereka, atau sapa melalui instagram ( @killerofgods.official )

Suasana eks Hotel Sky Garden tempat syuting video klip. Sumber: Killer of Gods

Secara pribadi saya sangat respek dengan band ini. Perjuangan mereka tidak main main, konsisten dengan apa yang mereka lakukan. Saya sangat menunggu kehadiran mereka di Medan. Saludo y Respeto!

Leave a Comment

Baca Juga

Hola Puta. Como Estas? Gimana semangatnya wahai para bajing loncat? Melempemkah? Atau sudah ada yang hendak bunuh diri? Waduh jangan bes!! Masih panjang perjalananmu, Comrade. Kalau koruptor yang bunuh diri sah - sah saja, bahkan dihukum gantung pun juga tak apa menurut saya. Tapi jika kalian wahai pembaca Degil yang kreatif nan elok berjiwa sakti, masih mau bunuh diri juga? Aku hanya bisa geleng-geleng kepala dan menepuk jidat terheran-heran.

Kali ini saya coba menuangkan ide brilian saya ke dalam tulisan indah dipandang membuat anda tersenyum, lalu mendoakan saya menggenggam Nobel Sastra kebanggaan para penulis. Degil kedatangan band jauh asal Semarang bernama Killer Of Gods. Band yang namanya buat bulu kuduk merinding ini sudah malang melintang di skena kota kelahirannya, Bung. Menapakkan kaki sejak 2011 dan menghasilkan dua album: Replica to Hell (2013) dan Mental Retardation Force (2016) dan juga beberapa demo (sumber: semarangonfire.com), grup yang bergenre death metal ini dimotori oleh Bocil Arga (Vokal), Reka (Gitar), Yusuf (Drum), Themus (Bass) dan Dipto (Gitar). Pada Februari lalu mereka baru saja merilis video klip terbaru berjudul “Semesta”, salah satu materi di album mereka yang akan datang. Lagu yang memacu jantung anda berdetak lebih kencang ini dikemas dengan audio yang sangat apik!

Sampul depan "Semesta". Sumber: Killer of Gods

Blast beats powerful, gitar drop tune gahar berisik di telinga terasa nikmat tiada tara. Video yang baru mereka rilis ini dikerjakan secara D.I.Y dan dibantu oleh tangan-tangan magisnya Semarang on Fire dan iWod Creative Labs. Dibalik pembuatan video ini ada cerita seru juga ternyata. Lokasi syuting video klip dilakukan di sebuah tempat yang angker menurut masyarakat Semarang, yaitu bekas Hotel Sky Garden di kawasan Bukit Gombel. Sebuah kombinasi yang apik pula saya rasa. Para penghuni hotel tersebut mungkin sudah harap maklum dengan band ini. Mungkin karena mereka memainkan musik death metal sehingga mereka dapat ijin, take video berjalan mulus dan tak terjadi apa-apa. Bagaimana jika Killer of Gods memainkan genre lain? Bossanova misalnya? Mungkin para sesepuh penghuni kawasan tersebut merasa risi dengan musik lembut mendayu dan dengan segera mengincar leher para personel untuk dicekik. Nah, bagi Anda sekalian yang ingin tahu lebih dalam soal band ini bisa masuk ke kanal Youtube mereka, atau sapa melalui instagram ( @killerofgods.official )

Suasana eks Hotel Sky Garden tempat syuting video klip. Sumber: Killer of Gods

Secara pribadi saya sangat respek dengan band ini. Perjuangan mereka tidak main main, konsisten dengan apa yang mereka lakukan. Saya sangat menunggu kehadiran mereka di Medan. Saludo y Respeto!

Leave a Comment

Baca Juga