Degil Zine

Rayssa Dynta akan membuat kalian baper! Kenapa? Karena “Prolog”! Yes! “Prolog” adalah debut EP yang dirilis pada awal Maret 2018 lalu lewat Double Deer Records, Jakarta. Pernah berkarir sebagai model dan tergabung dalam sebuah duo musik, Rayssa yang didorong dengan keinginan untuk memegang penuh kontrol kreatif akhirnya memutuskan untuk bersolo karir. Kini Rayssa kembali dengan 5 lagu, termasuk single “Something About Us” yang telah dirilis lebih dulu untuk membuktikan keseriusan dirinya dalam bermusik.

“Spark”, sebagai nomor pembuka langsung memberi rangsangan soundscape ambience yang kental. Kok bisa? Simak saja intro yang dibuka dengan efek stutter dan beberapa efek synth yang muncul perlahan sepanjang lagu. Sebuah pembukaan yang memukau.

Tema yang cukup menarik dapat ditemukan pada “Best Tonight”. Jika diartikan langsung mungkin dapat ditebak bahwa Rayssa melagukan tentang bagaimana mempersiapkan diri secantik mungkin untuk hengot di malam Minggu. Tapi ternyata salah besar. “Cause a war is only a war/Till you fight the battle and won…” - sepenggal baris lirik yang menunjukkan bahwa Rayssa sedang berbicara tentang hal yang serius. Seriously!

Rayssa juga ahli dibidang bunga, eh, maksud saya membuat berbunga - bunga pendengarnya. Mendapat banyak respon positif sebagai single dari EP ini, terbukti hook pada “Something About Us” akan mengundang kalian untuk ikut sing-along. Tak ketinggalan melodi pada lagu ini juga agaknya memberi impresi oriental yang menggoda untuk bergoyang. Yes, I wish there was something about us, Rayssa. :(

Kemampuan dalam meracik hook yang matang masih terasa pada “Hands”, sebuah lagu yang berhasil menghadirkan suasana paling ‘chilled out’ dalam EP ini. Pas untuk mengiringin perjalanan larut malam di jalan tol yang sepi sambil mengingat twit-twit dari masa lalu. “Take everything I have now, won’t you?/Cause you can never ever get enough of you”.

Yang terakhir ada “Be Alone (With Me)”, nomor penutup bernuansa kelam dengan alur slow-burn ini berhasil membuat saya berdecak kagum. Komposisi musik yang cukup kompleks dan motif lagu yang emosional menjadikannya kejutan sekaligus klimaks dari “Prolog”.

Saya yakin Rayssa Dynta telah berhasil membuktikan aksi solonya di skena musik elektronik Indonesia lewat perkenalan dalam debut EP ini. Patut diperhitungkan bahwa kemampuan Rayssa menulis lagu dengan hook yang matang mampu menunjukkan sensitivitas yang menyentuh, apalagi hal ini semakin jarang kita temui dalam karya sejenis dalam konteks musik elektronik. Kabarnya tahun 2018 ini Rayssa Dynta menjadi salah satu artis dari Asia yang ikut dalam program Deezer NEXT, sebuah program global yang mengembangkan artis baru dari seluruh dunia. Selamat buat Rayssa dan ditunggu aksi selanjutnya!

1 thought on ““PROLOG”: PEMBUKTIAN MANIS RAYSSA DYNTA

  1. When you elect to freeⅼance, you will lso be
    in ϲontrol of your own schedule. As a substitutе oof being bound tⲟ the
    9-to-five work day of most llaw places of work, both
    your each day schedule and your cаlendar as a
    whole will likeoy be largely up to yοu. Whether it is
    adѵisable take break day, or whether or not yyou wish
    tto tɑcкle a heavier workload, freeancing will meet
    your needs.

Leave a Comment

Baca Juga

Rayssa Dynta akan membuat kalian baper! Kenapa? Karena “Prolog”! Yes! “Prolog” adalah debut EP yang dirilis pada awal Maret 2018 lalu lewat Double Deer Records, Jakarta. Pernah berkarir sebagai model dan tergabung dalam sebuah duo musik, Rayssa yang didorong dengan keinginan untuk memegang penuh kontrol kreatif akhirnya memutuskan untuk bersolo karir. Kini Rayssa kembali dengan 5 lagu, termasuk single “Something About Us” yang telah dirilis lebih dulu untuk membuktikan keseriusan dirinya dalam bermusik.

“Spark”, sebagai nomor pembuka langsung memberi rangsangan soundscape ambience yang kental. Kok bisa? Simak saja intro yang dibuka dengan efek stutter dan beberapa efek synth yang muncul perlahan sepanjang lagu. Sebuah pembukaan yang memukau.

Tema yang cukup menarik dapat ditemukan pada “Best Tonight”. Jika diartikan langsung mungkin dapat ditebak bahwa Rayssa melagukan tentang bagaimana mempersiapkan diri secantik mungkin untuk hengot di malam Minggu. Tapi ternyata salah besar. “Cause a war is only a war/Till you fight the battle and won…” - sepenggal baris lirik yang menunjukkan bahwa Rayssa sedang berbicara tentang hal yang serius. Seriously!

Rayssa juga ahli dibidang bunga, eh, maksud saya membuat berbunga - bunga pendengarnya. Mendapat banyak respon positif sebagai single dari EP ini, terbukti hook pada “Something About Us” akan mengundang kalian untuk ikut sing-along. Tak ketinggalan melodi pada lagu ini juga agaknya memberi impresi oriental yang menggoda untuk bergoyang. Yes, I wish there was something about us, Rayssa. :(

Kemampuan dalam meracik hook yang matang masih terasa pada “Hands”, sebuah lagu yang berhasil menghadirkan suasana paling ‘chilled out’ dalam EP ini. Pas untuk mengiringin perjalanan larut malam di jalan tol yang sepi sambil mengingat twit-twit dari masa lalu. “Take everything I have now, won’t you?/Cause you can never ever get enough of you”.

Yang terakhir ada “Be Alone (With Me)”, nomor penutup bernuansa kelam dengan alur slow-burn ini berhasil membuat saya berdecak kagum. Komposisi musik yang cukup kompleks dan motif lagu yang emosional menjadikannya kejutan sekaligus klimaks dari “Prolog”.

Saya yakin Rayssa Dynta telah berhasil membuktikan aksi solonya di skena musik elektronik Indonesia lewat perkenalan dalam debut EP ini. Patut diperhitungkan bahwa kemampuan Rayssa menulis lagu dengan hook yang matang mampu menunjukkan sensitivitas yang menyentuh, apalagi hal ini semakin jarang kita temui dalam karya sejenis dalam konteks musik elektronik. Kabarnya tahun 2018 ini Rayssa Dynta menjadi salah satu artis dari Asia yang ikut dalam program Deezer NEXT, sebuah program global yang mengembangkan artis baru dari seluruh dunia. Selamat buat Rayssa dan ditunggu aksi selanjutnya!

1 thought on ““PROLOG”: PEMBUKTIAN MANIS RAYSSA DYNTA

  1. When you elect to freeⅼance, you will lso be
    in ϲontrol of your own schedule. As a substitutе oof being bound tⲟ the
    9-to-five work day of most llaw places of work, both
    your each day schedule and your cаlendar as a
    whole will likeoy be largely up to yοu. Whether it is
    adѵisable take break day, or whether or not yyou wish
    tto tɑcкle a heavier workload, freeancing will meet
    your needs.

Leave a Comment

Baca Juga