KEMBALINYA GOODNIGHT ELECTRIC KE LOUBELLE SETELAH KURANG LEBIH SEPULUH TAHUN

KEMBALINYA GOODNIGHT ELECTRIC KE LOUBELLE SETELAH KURANG LEBIH SEPULUH TAHUN

Gubahan “Am I Robot” malam itu (14/4) membuat beberapa orang tidak sadar bahwa lagu yang dimainkan sebagai pembuka merupakan lagu paling populer dari Goodnight Electric di Spotify. Selanjutnya mereka membawakan “Interval”, lagu dari album Electroduce Yourself. Entah mengapa malam itu sekilas terasa seperti memasuki dunia Yorkie dan Kelly dari serial televisi Black Mirror. Ya, walaupun tidak begitu mirip, karena malam itu benar – benar nyata sedangkan dunia Yorkie dan Kelly saat itu…ah, sudahlah! Lagu ketiga pun dimainkan, setelahnya tercium aroma yang tak asing. Ternyata tak hanya saya yang mencium aroma itu. Teman di belakang langsung mencolek saya dan kami pun paham aroma apa yang kami cium. Tepat saat menoleh ke sebelah kanan, saya melihat botol minuman berbentuk lebar ala anak SD awal tahun 2000an sedang diputar. Kalian yang datang malam itu pasti tau botol apa yang dimaksud.

Setelah lagu keempat, beberapa orang termasuk mbak sebelah saya memutuskan untuk keluar ke taman belakang. Selesai lagu kelima, saya mengikuti jejak orang – orang sebelumnya yaitu mundur ke taman belakang. Venue saat itu memang terasa lebih panas. Tetapi Goodnight Electric tetaplah Goodnight Electric. Kelompok musik elektronik yang musiknya mampu mengajak orang – orang untuk berjoget ria. Sepasang muda – mudi di bagian belakang bahkan memutuskan berdamai dengan hawa panas yang ada. Lagu “I’m Ok” adalah racun bagi sepasang kekasih itu. Nada -nada yang cenderung sendu dan manis dari “I’m Ok” membuat sepasang muda mudi ini semakin tenggelam dalam dunia mereka.

Memasuki lagu ketujuh, saya dan teman – teman memutuskan untuk kembali masuk ke dalam. Terlihat botol jahat itu kembali diputar. “The Supermarket I am In” pun dimainkan. Tempat yang sudah “hangat” ini sepertinya sayang bila tidak dibakar sekalian. Beberapa orang di bagian belakang pun bersiasat untuk melakukan crowdsurfing. Ternyata keputusan mereka benar adanya. “The Supermarket I am In” adalah nomor terakhir yang dibawakan. Setelahnya Oomleo dan kawan – kawan terlihat mulai berjalan ke samping meninggalkan alat musik mereka. Namun apa guna suhu panas di pit bila penontonnya hanya diam saja? Ya, tepat! Slogan “Wiwawo! Wiwawo!“. Maaf, maksud saya, “We want more!” menggema menghiasi venue. Goodnight Electric pun kembali dan membawakan “Rocket Ship Goes By” sebagai penutup gigs di Loubelle malam itu. Untuk ukuran perjumpaan kembali dengan Loubelle setelah sepuluh tahun, sembilan lagu termasuk intro memang terasa tidak adil untuk melepas rindu dengan Goodnight Electric. Mungkin hal ini semacam kode agar Goodnight Electric bisa bermain lagi di Bandung dalam waktu dekat?

Henry mengatakan bahwa tanggal 24 April s.d. 06 Mei, Goodnight Electric melaksanakan pameran di Gudang Sarinah. Pameran tersebut berisi segala arsip milik Goodnight Electric. Mulai dari alat musik yang pernah mereka gunakan hingga kertas tanda tangan kontrak. Sepertinya Goodnight Electric akan menjadi satu satunya band di Indonesia yang membuat pameran (bila tidak ingin disebut menyaingi) saat hajatan Record Store Day berlangsung. Hehe. Hehe. Hehe.

*Foto oleh Raka

Share this post

Recent post