Degil Zine

Eksistensi kota - kota Metropolitan sebagai penghasil band indie berbakat masih melekat erat di pikiran anak muda kebanyakan. Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta adalah beberapa kota yang tak perlu diragukan lagi ke-indie-an nya. Eits! Tapi, tunggu dulu! Medan juga tak kalah, makcik! Tinggal kalian tunggu tanggal mainnya. Atau sudah tak sabar? Coba bongkar saja website-nya  Degil ini kalau anda tak tahan nafsu. Nah, bagaimana dengan kota lain? Ini lah mau dijelaskan, bre! Jangan ragu dan simak saja baik - baik!

Kali ini kami kedatangan tamu istimewa yang cukup jauh; “nan jauh dimato” kalau kata orang Padang. Mereka adalah Badass Monkey, pren! Band yang berasal dari kota Palu, provinsi Sulawesi Tengah ini mengusung genre Alternative Rock. Band yang terbentuk tahun 2015 ini bisa dibilang band yang cukup produktif dalam menghasilkan karya - karya. November tahun lalu, band ini baru saja brojol album pertama yang diberi nama "Trouble Maker" yang dirilis oleh Senggama Record. Bukan cuman itu, pren! Setelah happy - happy merilis album, band ini kemudian melaksanakan tur keluar kandang ke beberapa kota besar. Gimana? Masih ragu sama monyet jugul (baca: bandal) ini?

Band yang diperkuat oleh Otank (gitar, vokal), Ian (gitar), Fatur (bass), dan Andi (drum) ini cukup menyita perhatian saya sebagai pengamat yang abal - abal dalam dunia musik, apalagi soal skena di Sulawesi. Terlihat dari karya yang mereka hasilkan, dapat saya simpulkan kalau band ini tidak main - main, bung! Beberapa bulan yang lalu, band ini baru saja merilis single yang berjudul "City Sky". Tak lama berselang, band ini kemudian merilis single kedua yang berjudul "The High Club". Single kedua mereka ini sangat sedap didengarkan. Yang menjadi perhatian saya pada lagu ini adalah sound gitarnya yang cukup menggelegar. Sekilas, sound gitar yang sedikit bright pada lagu ini mengingatkan saya pada tembang - tembangnya The Kooks. Santai, tidak terlalu banyak solo legit ala slash kok. Tempo lagu yang slow dan tak menye-menye tetap enak didengar di kuping, men! Bercerita tentang lingkungan dan struktur sosial, lagu ini sangat tepat buat kalian yang ingin menyalakan mood yang padam akibat aktivitas sehari - hari. Tekanan dari kantor akibat bos yang bertindak semena - mena akan hanyut dan hilang sementara ketika kalian mendengarkan lagu ini. Eits, tapi jangan main fisik, pren! Ingat. Hukum berlaku dan tak bisa dibeli.

Personil Badass Monkey. Foto: instagram @badassmonkeyofficial

Well! Untuk Badass Monkey, mari kita bertepuk tangan dan memberikan salam respek buat band ini. Setelah Kapal Udara dari Makassar cukup mengguncang soal perkembangan skena di Sulawesi, saya yakin band ini dengan segera menambah daftar dan mengguncang Nusantara serta menambah decak kagum para penikmat skena indie nasional.

Gimana? Masih ragu sama band yang bukan dari kota Metropolitan? Kalau masih ragu juga, buat saja statement entah dimana kalau kota kalian itu bukan kota indie. Biar kayak orang - orang yang masih mengeluh tentang industri kreatif kota kelahirannya. Bagi kalian yang penasaran dengan band ini, bisa di-cek di IG: @badassmonkeyofficial

Wassalam.

https://m.soundcloud.com/badassmonkeyband/badass-monkey

https://www.instagram.com/badassmonkeyofficial/

Leave a Comment

Baca Juga

Eksistensi kota - kota Metropolitan sebagai penghasil band indie berbakat masih melekat erat di pikiran anak muda kebanyakan. Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta adalah beberapa kota yang tak perlu diragukan lagi ke-indie-an nya. Eits! Tapi, tunggu dulu! Medan juga tak kalah, makcik! Tinggal kalian tunggu tanggal mainnya. Atau sudah tak sabar? Coba bongkar saja website-nya  Degil ini kalau anda tak tahan nafsu. Nah, bagaimana dengan kota lain? Ini lah mau dijelaskan, bre! Jangan ragu dan simak saja baik - baik!

Kali ini kami kedatangan tamu istimewa yang cukup jauh; “nan jauh dimato” kalau kata orang Padang. Mereka adalah Badass Monkey, pren! Band yang berasal dari kota Palu, provinsi Sulawesi Tengah ini mengusung genre Alternative Rock. Band yang terbentuk tahun 2015 ini bisa dibilang band yang cukup produktif dalam menghasilkan karya - karya. November tahun lalu, band ini baru saja brojol album pertama yang diberi nama "Trouble Maker" yang dirilis oleh Senggama Record. Bukan cuman itu, pren! Setelah happy - happy merilis album, band ini kemudian melaksanakan tur keluar kandang ke beberapa kota besar. Gimana? Masih ragu sama monyet jugul (baca: bandal) ini?

Band yang diperkuat oleh Otank (gitar, vokal), Ian (gitar), Fatur (bass), dan Andi (drum) ini cukup menyita perhatian saya sebagai pengamat yang abal - abal dalam dunia musik, apalagi soal skena di Sulawesi. Terlihat dari karya yang mereka hasilkan, dapat saya simpulkan kalau band ini tidak main - main, bung! Beberapa bulan yang lalu, band ini baru saja merilis single yang berjudul "City Sky". Tak lama berselang, band ini kemudian merilis single kedua yang berjudul "The High Club". Single kedua mereka ini sangat sedap didengarkan. Yang menjadi perhatian saya pada lagu ini adalah sound gitarnya yang cukup menggelegar. Sekilas, sound gitar yang sedikit bright pada lagu ini mengingatkan saya pada tembang - tembangnya The Kooks. Santai, tidak terlalu banyak solo legit ala slash kok. Tempo lagu yang slow dan tak menye-menye tetap enak didengar di kuping, men! Bercerita tentang lingkungan dan struktur sosial, lagu ini sangat tepat buat kalian yang ingin menyalakan mood yang padam akibat aktivitas sehari - hari. Tekanan dari kantor akibat bos yang bertindak semena - mena akan hanyut dan hilang sementara ketika kalian mendengarkan lagu ini. Eits, tapi jangan main fisik, pren! Ingat. Hukum berlaku dan tak bisa dibeli.

Personil Badass Monkey. Foto: instagram @badassmonkeyofficial

Well! Untuk Badass Monkey, mari kita bertepuk tangan dan memberikan salam respek buat band ini. Setelah Kapal Udara dari Makassar cukup mengguncang soal perkembangan skena di Sulawesi, saya yakin band ini dengan segera menambah daftar dan mengguncang Nusantara serta menambah decak kagum para penikmat skena indie nasional.

Gimana? Masih ragu sama band yang bukan dari kota Metropolitan? Kalau masih ragu juga, buat saja statement entah dimana kalau kota kalian itu bukan kota indie. Biar kayak orang - orang yang masih mengeluh tentang industri kreatif kota kelahirannya. Bagi kalian yang penasaran dengan band ini, bisa di-cek di IG: @badassmonkeyofficial

Wassalam.

https://m.soundcloud.com/badassmonkeyband/badass-monkey

https://www.instagram.com/badassmonkeyofficial/

Leave a Comment

Baca Juga