Degil Zine

Apa kabar, Degil Mania? Sehat? Atau masih dirundung duka akibat aksi teror beberapa hari yang lalu? Atau merasa jijik ingin muntah karena munculnya embel-embel kata Degil Mania? Oke. Bagaimana jika kita ganti dengan Degil Holic? Atau Degilian? Sebenarnya saya mencoba melawak dan melucu seperti Leo, sang ilustrator Degil, tapi sayang saya tidak mumpuni meramu joke-joke keren pemicu tawa dan di dalam hati kalian pasti terucap kata kata mutiara buat saya “Kau krik, nj*ing!” Sejenak saya mencoba mengurai rasa kesedihan dan duka kita semua akibat tindakan manusia-manusia pukim*k yang merusak damai tanah air dan bumi pertiwi Indonesia. Well then, ayo move on dan kita doakan agar negeri ini damai selalu. Dan ingat! Sebentar lagi bulan Ramadhan penuh damai dan sukacita tiba, mapren! Pesan saya, jangan puasa setengah hari ya. Apalagi gegara segarnya serutan es cendol. Lancar jaya buat kalian yang berpuasa dan senantiasa diberi berkah oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Cukup basa basinya! Ijinkan saya cuap-cuap kobel sebuah band asal kota kembang yang baru saja mengepakkan sayapnya seperti Keanu Reeves di film Constantine. Yak! Mereka adalah Powernap. Band yang saya duga terbentuk karena asas perkawanan kuliah ini baru saja merilis sebuah karya pertamanya. Entah apa maksud mereka menamai diri sendiri sebagai Powernap (arti: tidur siang). Mungkin saja, dunia perkuliahan yang notabene membosankan atau mereka dapat inspirasi lagu dari aktivitas tidur siang. Malah, mereka mungkin punya hobi tidur siang saja. Mungkin sesederhana itu. Mungkin.

Baiklah, pren! Mari kita kuliti satu persatu. Powernap dibentuk tahun 2015 yang dimotori oleh 5 sekawan dalam lorong perkuliahan yaitu Jaki Azhar (Vocal), Bagus Pribadi (Gitar), Ajie Bhaskoro (Drum), Melvin Daniel (Bass) dan yang terakhir baru bergabung Sandy Amethyst (Gitar, Back Vocal). Memilih Alternative Rock sebagai genre utama, band ini terasa unik di tengah hiruk pikuk anak Indie kota yang ingin ngeband ala-ala Gajah (terjemahan) kind atau Danillo. Sorry to say, kebanyakan kaum anak-anak borju sekedar mencari keren bukan untuk jati diri, pren!

Nah, sebulan yang lalu, band ini baru saja merilis single pertamanya dengan judul "Hurt" yang bercerita soal kisah klasik para personil dalam kelam dan pahitnya romansa sehingga membuat mereka tertatih-tatih tak karuan. Ketika saya mendengarkan lagu ini pertama sekali, di benak saya muncul band "3 Doors Down." Nuansa gitar kasar dan powerful ala-ala band setelah era grunge cukup kentara. Dengar saja suara vokalisnya! Sekilas mirip M.Shadow (Avenged Sevenfold) yang lagi nenggak Amer.

Artwork untuk single "Hurt". Sumber: Powernap

Dari segi lirik, Powernap sudah cukup baik dalam penulisannya, terutama dalam pengucapan liriknya bisa dibilang mirip dengan orang penghuni pulau Tasmania. Powernap sendiri menyebutkan bahwa lagu “Hurt” ini berbeda dengan lagu galau pada umunya karena lagu ini memiliki tempo yang cepat sehingga memberikan semangat tersendiri bagi para pendengarnya untuk bangkit dari sakit hati dan mengejar sesuatu yang lebih baik. Sssttt...liriknya memang hasil curcol para personilnya.

Namun, ada yang kurang. Saya rasa dari reff awal sampai reff akhir tidak begitu dijembatani dengan baik. Menurut para profesor dan pakar musik, emosi dan pembawaan sebuah lagu dimulai dari reff pertama. Entah karena seorang profesor yang mengatakan demikian, namun hingga sekarang saya masih percaya dengan kata-kata itu yaitu "emosi dalam lagu itu penting, pren."

Open your eyes
Look up to the sky
I miss you
I need you
And now you never wanted me too

You still in my head
You still in my mind
You never come back
Please go and never show your face again

You ever told me
That you never leave me

I...
The one that you ever break
The one that you ever left
The one that never asking you something for now

Now please close your eyes
Think deep in your heart
What you ever do
What you ever did
What you ever done
To me...

Secara GBHB (Garis Besar Haluan Band), band ini harus kita acungi jempol karena semangat dan nafsu militannya untuk berkarya. Di umur yang masih belia, memilih jalan hidup sebagai anak band menurut saya cukup sakral, pren. Banyak tantangan dan persepsi tentang anak band yang lari dari jalur dan fakta, dude. Ah tapi ya sudahlah! Biarkan otakmu berpositif ria dan menebarkan vibrasinya juga, pren! Seperti judul lagu Filsafatian "Tebar Vibrasi Positif." Bagi kalian yang penasaran dengan lagu mereka bisa dikulik di Spotify, Deezer dan aplikasi pemutar musik lainnya. Pesan terakhir saya untuk band ini adalah "Maju terus pantang mundur dan Bhineka Tunggal Ika."

Instagram: @powernap_official

Leave a Comment

Baca Juga

Apa kabar, Degil Mania? Sehat? Atau masih dirundung duka akibat aksi teror beberapa hari yang lalu? Atau merasa jijik ingin muntah karena munculnya embel-embel kata Degil Mania? Oke. Bagaimana jika kita ganti dengan Degil Holic? Atau Degilian? Sebenarnya saya mencoba melawak dan melucu seperti Leo, sang ilustrator Degil, tapi sayang saya tidak mumpuni meramu joke-joke keren pemicu tawa dan di dalam hati kalian pasti terucap kata kata mutiara buat saya “Kau krik, nj*ing!” Sejenak saya mencoba mengurai rasa kesedihan dan duka kita semua akibat tindakan manusia-manusia pukim*k yang merusak damai tanah air dan bumi pertiwi Indonesia. Well then, ayo move on dan kita doakan agar negeri ini damai selalu. Dan ingat! Sebentar lagi bulan Ramadhan penuh damai dan sukacita tiba, mapren! Pesan saya, jangan puasa setengah hari ya. Apalagi gegara segarnya serutan es cendol. Lancar jaya buat kalian yang berpuasa dan senantiasa diberi berkah oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Cukup basa basinya! Ijinkan saya cuap-cuap kobel sebuah band asal kota kembang yang baru saja mengepakkan sayapnya seperti Keanu Reeves di film Constantine. Yak! Mereka adalah Powernap. Band yang saya duga terbentuk karena asas perkawanan kuliah ini baru saja merilis sebuah karya pertamanya. Entah apa maksud mereka menamai diri sendiri sebagai Powernap (arti: tidur siang). Mungkin saja, dunia perkuliahan yang notabene membosankan atau mereka dapat inspirasi lagu dari aktivitas tidur siang. Malah, mereka mungkin punya hobi tidur siang saja. Mungkin sesederhana itu. Mungkin.

Baiklah, pren! Mari kita kuliti satu persatu. Powernap dibentuk tahun 2015 yang dimotori oleh 5 sekawan dalam lorong perkuliahan yaitu Jaki Azhar (Vocal), Bagus Pribadi (Gitar), Ajie Bhaskoro (Drum), Melvin Daniel (Bass) dan yang terakhir baru bergabung Sandy Amethyst (Gitar, Back Vocal). Memilih Alternative Rock sebagai genre utama, band ini terasa unik di tengah hiruk pikuk anak Indie kota yang ingin ngeband ala-ala Gajah (terjemahan) kind atau Danillo. Sorry to say, kebanyakan kaum anak-anak borju sekedar mencari keren bukan untuk jati diri, pren!

Nah, sebulan yang lalu, band ini baru saja merilis single pertamanya dengan judul "Hurt" yang bercerita soal kisah klasik para personil dalam kelam dan pahitnya romansa sehingga membuat mereka tertatih-tatih tak karuan. Ketika saya mendengarkan lagu ini pertama sekali, di benak saya muncul band "3 Doors Down." Nuansa gitar kasar dan powerful ala-ala band setelah era grunge cukup kentara. Dengar saja suara vokalisnya! Sekilas mirip M.Shadow (Avenged Sevenfold) yang lagi nenggak Amer.

Artwork untuk single "Hurt". Sumber: Powernap

Dari segi lirik, Powernap sudah cukup baik dalam penulisannya, terutama dalam pengucapan liriknya bisa dibilang mirip dengan orang penghuni pulau Tasmania. Powernap sendiri menyebutkan bahwa lagu “Hurt” ini berbeda dengan lagu galau pada umunya karena lagu ini memiliki tempo yang cepat sehingga memberikan semangat tersendiri bagi para pendengarnya untuk bangkit dari sakit hati dan mengejar sesuatu yang lebih baik. Sssttt...liriknya memang hasil curcol para personilnya.

Namun, ada yang kurang. Saya rasa dari reff awal sampai reff akhir tidak begitu dijembatani dengan baik. Menurut para profesor dan pakar musik, emosi dan pembawaan sebuah lagu dimulai dari reff pertama. Entah karena seorang profesor yang mengatakan demikian, namun hingga sekarang saya masih percaya dengan kata-kata itu yaitu "emosi dalam lagu itu penting, pren."

Open your eyes
Look up to the sky
I miss you
I need you
And now you never wanted me too

You still in my head
You still in my mind
You never come back
Please go and never show your face again

You ever told me
That you never leave me

I...
The one that you ever break
The one that you ever left
The one that never asking you something for now

Now please close your eyes
Think deep in your heart
What you ever do
What you ever did
What you ever done
To me...

Secara GBHB (Garis Besar Haluan Band), band ini harus kita acungi jempol karena semangat dan nafsu militannya untuk berkarya. Di umur yang masih belia, memilih jalan hidup sebagai anak band menurut saya cukup sakral, pren. Banyak tantangan dan persepsi tentang anak band yang lari dari jalur dan fakta, dude. Ah tapi ya sudahlah! Biarkan otakmu berpositif ria dan menebarkan vibrasinya juga, pren! Seperti judul lagu Filsafatian "Tebar Vibrasi Positif." Bagi kalian yang penasaran dengan lagu mereka bisa dikulik di Spotify, Deezer dan aplikasi pemutar musik lainnya. Pesan terakhir saya untuk band ini adalah "Maju terus pantang mundur dan Bhineka Tunggal Ika."

Instagram: @powernap_official

Leave a Comment

Baca Juga