Degil Zine

Sebuah pembukaan yang baik untuk memulai sesuatu adalah dengan “bismillah”, tapi karena tulisan ini tidak berniat baik, maka saya tidak akan memulai dengan “bismillah”. Kata awal dari tulisan ini adalah “sebuah”, bukan “bismillah”. Karenanya tulisan ini sudah memenuhi kategori tidak baik, sesuai dengan iblis yang tidak pernah ada baik-baiknya di mata kalian wahai saudara, termasuk di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Di KBBI, iblis tercatat sebagai makhluk halus yang selalu berupaya menyesatkan manusia dari petunjuk Tuhan. Roh jahat. Setan. Astaghfirullah.
***

Mungkin saja di pikiran khalayak pembaca palak menggugat judul tulisan ini: bagaimana pula menjadi iblis yang tidak baik, iblis 'kan memang tidak baik! Saudara tidak tahu saja kalau di tengah-tengah manusia yang hidupnya pelik ada iblis yang memberi semangat meski tak bersuara; ia berbisik.

Ingatlah ketika semester ketigamu kuliah dulu, perutmu lapar, uangmu tak ada, kiriman dari orangtua belum datang karena bulan baru berjalan separuh. Saat itu juga iblis berbisik padamu untuk meminjam uang pada kawanmu sekadar makan sekali, lalu kau pinjam, kau makan. Besoknya hal sama terulang lagi, iblis membantu lagi dengan membisikkan satu per satu nama kawan-kawanmu yang berpotensi untuk diutangi. Seminggu ke depannya kau bisa makan dengan cara yang sama.

Karena bulan baru akan berakhir seminggu lagi barulah kau punya duit dari kiriman orangtuamu, iblis dan kau tidak punya daftar nama kawan-kawanmu yang bisa diutangi lagi, kau belum makan dari pagi sementara pagi lain tak lama datang lagi. Ingatlah kau waktu iblis berbisik padamu dan kau setuju untuk meminjam gawai temanmu lalu kau gadaikan dan hasilnya cukup buat makan seminggu dan membeli satu galon air isi ulang di kamarmu.

Bahwa belum sampai sehari kau gadaikan gawai itu lalu kawan yang kau pinjam gawainya dan kawan-kawannya yang juga kawanmu itu memukulimu karena gawai yang kau pinjam itu kau ambil saja tanpa memberi tahunya yang sedang mandi kala itu dan kamarnya tak berorang adalah murni kesalahanmu. Iblis di situ hanya menyarankan, pun kalau kau tetap menyalahkan iblis aku punya pembelaan untuknya.

Asal kau tahu saja, beberapa saat setelah kau dipukuli sampai kritis itu, kawan-kawanmu “diamankan” pihak yang katanya berwenang. Para wartawan memberitakannya dengan judul yang hampir sama: "Seorang pemuda dipukuli teman-temannya." Alasan kedua bikin Anda ngakak tak kuasa. Di alasan pertama kau dibilang mencuri gawai, alasan kedua dituliskan kalau kawanmu memukulimu karena gawai yang kau curi bukannya kau jual malah kau gadaikan. Kau gadaikan pula ke adik laki-laki ayah kawan yang kau pinjam gawainya itu.

Coba kau bayangkan kalau kau tidak makan seminggu sampai kiriman orangtuamu datang. Apa yang terjadi? Ya, kau mungkin saja mati. Kan sangar kali jadinya judul berita itu: "Seorang pemuda mati kelaparan dan dililit hutang."

***

Ilustrasi di atas berguna untuk mengubah pandangan umum yang keliru perihal iblis dengan radikal. Bahwasanya iblis tidaklah seperti yang banyak dituduhkan selama ini, bahwa iblis penuh dosa serta auto masuk neraka. Tapi sebagai manusia yang punya hasrat ingin menang sendiri dan tidak mau kalah, agar tuduhan khalayak selama ini menjadi benar, dan KBBI tidak ada yang memperdebatkan, kita doktrin saja iblis menjadi tidak baik agar semua tuduhan kita terhadap iblis menjadi benar.

Hai kalian semua para iblis, masuklah partai politik!

NB: Ingin mengenal Tuhan?

1 thought on “PANDUAN MENJADI IBLIS YANG TIDAK BAIK DI TENGAH-TENGAH MANUSIA YANG HIDUPNYA PELIK

Leave a Comment

Baca Juga

Sebuah pembukaan yang baik untuk memulai sesuatu adalah dengan “bismillah”, tapi karena tulisan ini tidak berniat baik, maka saya tidak akan memulai dengan “bismillah”. Kata awal dari tulisan ini adalah “sebuah”, bukan “bismillah”. Karenanya tulisan ini sudah memenuhi kategori tidak baik, sesuai dengan iblis yang tidak pernah ada baik-baiknya di mata kalian wahai saudara, termasuk di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Di KBBI, iblis tercatat sebagai makhluk halus yang selalu berupaya menyesatkan manusia dari petunjuk Tuhan. Roh jahat. Setan. Astaghfirullah.
***

Mungkin saja di pikiran khalayak pembaca palak menggugat judul tulisan ini: bagaimana pula menjadi iblis yang tidak baik, iblis 'kan memang tidak baik! Saudara tidak tahu saja kalau di tengah-tengah manusia yang hidupnya pelik ada iblis yang memberi semangat meski tak bersuara; ia berbisik.

Ingatlah ketika semester ketigamu kuliah dulu, perutmu lapar, uangmu tak ada, kiriman dari orangtua belum datang karena bulan baru berjalan separuh. Saat itu juga iblis berbisik padamu untuk meminjam uang pada kawanmu sekadar makan sekali, lalu kau pinjam, kau makan. Besoknya hal sama terulang lagi, iblis membantu lagi dengan membisikkan satu per satu nama kawan-kawanmu yang berpotensi untuk diutangi. Seminggu ke depannya kau bisa makan dengan cara yang sama.

Karena bulan baru akan berakhir seminggu lagi barulah kau punya duit dari kiriman orangtuamu, iblis dan kau tidak punya daftar nama kawan-kawanmu yang bisa diutangi lagi, kau belum makan dari pagi sementara pagi lain tak lama datang lagi. Ingatlah kau waktu iblis berbisik padamu dan kau setuju untuk meminjam gawai temanmu lalu kau gadaikan dan hasilnya cukup buat makan seminggu dan membeli satu galon air isi ulang di kamarmu.

Bahwa belum sampai sehari kau gadaikan gawai itu lalu kawan yang kau pinjam gawainya dan kawan-kawannya yang juga kawanmu itu memukulimu karena gawai yang kau pinjam itu kau ambil saja tanpa memberi tahunya yang sedang mandi kala itu dan kamarnya tak berorang adalah murni kesalahanmu. Iblis di situ hanya menyarankan, pun kalau kau tetap menyalahkan iblis aku punya pembelaan untuknya.

Asal kau tahu saja, beberapa saat setelah kau dipukuli sampai kritis itu, kawan-kawanmu “diamankan” pihak yang katanya berwenang. Para wartawan memberitakannya dengan judul yang hampir sama: "Seorang pemuda dipukuli teman-temannya." Alasan kedua bikin Anda ngakak tak kuasa. Di alasan pertama kau dibilang mencuri gawai, alasan kedua dituliskan kalau kawanmu memukulimu karena gawai yang kau curi bukannya kau jual malah kau gadaikan. Kau gadaikan pula ke adik laki-laki ayah kawan yang kau pinjam gawainya itu.

Coba kau bayangkan kalau kau tidak makan seminggu sampai kiriman orangtuamu datang. Apa yang terjadi? Ya, kau mungkin saja mati. Kan sangar kali jadinya judul berita itu: "Seorang pemuda mati kelaparan dan dililit hutang."

***

Ilustrasi di atas berguna untuk mengubah pandangan umum yang keliru perihal iblis dengan radikal. Bahwasanya iblis tidaklah seperti yang banyak dituduhkan selama ini, bahwa iblis penuh dosa serta auto masuk neraka. Tapi sebagai manusia yang punya hasrat ingin menang sendiri dan tidak mau kalah, agar tuduhan khalayak selama ini menjadi benar, dan KBBI tidak ada yang memperdebatkan, kita doktrin saja iblis menjadi tidak baik agar semua tuduhan kita terhadap iblis menjadi benar.

Hai kalian semua para iblis, masuklah partai politik!

NB: Ingin mengenal Tuhan?

1 thought on “PANDUAN MENJADI IBLIS YANG TIDAK BAIK DI TENGAH-TENGAH MANUSIA YANG HIDUPNYA PELIK

Leave a Comment

Baca Juga