SUGIARTO IRINE: IMAJINASI MENATAP LANGIT

SUGIARTO IRINE: IMAJINASI MENATAP LANGIT

Horas, komrade Degilian. Salam damai dan sejahtera. Setelah hampir satu dekade saya vakum menulis, akhirnya saya kembali. Saya tahu  kalian para fans sejati sangat rindu dengan kehadiran saya menuangkan kata-kata absurd sarat makna di zine coro kebanggaan tanah utara ini. Maklum, belakangan ini saya disibukkan dengan kegiatan yang cukup revolusioner (terpengaruh buku Lu Xun) dan sangat berdampak bagi Sumatra Utara, yaitu mendirikan kotamadya baru  Lau Dendang City. Saya resah melihat para kedan-kedan sejawat dan para netizen kecamatan Medan kota sekitarnya yang selalu underestimate dengan  Lau Dendang, tempat saya berdomisili. Guyonan mereka saya rasa tak lucu. Bayangkan saja ada yang mengatakan kalau Lau Dendang itu di Vietnam? Atas dasar apa mereka memberikan statement demikian? Jangan terlalu sepele, bung. Mereka tidak tahu ada emas peninggalan keluarga Cendana di sana, ditambah uranium yang sampai saat ini negara adikuasa antek-antek Yahudi, Amerika Serikat, belum mendeteksinya. Mempertahankan aset untuk kesejahteraan rakyatlah yang membuat saya terpanggil menciptakan gerakan tersebut. Bersabarlah kalian wahai anak kecamatan Medan Baru dan Medan Kota. Tunggu tanggal mainnya dan jangan terkejut (banyak kali bacot anak ini-red).

Kali ini izinkan saya mengupas a.k.a Kobel seorang musisi pop/folk asal Samarinda, Kalimantan Timur: Sugiarto Irine. Beberapa waktu yang lalu beliau mengirimkan press release single terbaru yang berjudul Altokumulus Kelabu ke surel degilzine@gmail.com. Karena rasa penasaran yang  menggebu-gebu, saya surfing di dunia maya untuk melihat sepak terjang beliau.  Hingga saat ini Irene telah merilis sebuah EP yang di dalamnya terdapat dua single maut “Besok Besok” dan “Altokumulus Kelabu”, dan juga beberapa demo di soundcloud pribadinya.

Dengan hati yang kusyuk saya coba mendengarkan beberapa lagu dari beliau. Hasilnya, telinga saya yang amatir ini bergetar tak keruan. Terik mentari pada saat itu terhiraukan dengan suara yang sebenarnya tak spesial-spesial amat (layaknya Beyonce), namun mengejutkan batin saya. Petikan akustik sederhana dan suara perempuan manis ini mengingatkan saya dengan seorang musisi pop asal Kanada, Feist. Notasi yang sederhana  tak merusak esensi vokal manis  serta tambahan embel-embel jazz menambah nyawa di kedua single perempuan muda ini. Di single Altokumulus Kelabu, yang dirilis April lalu, Irine berimajinasi  jauh menatap langit. Di lagu ini ia berpesan kepada para pendengarnya untuk selalu menatap langit, niscaya anda akan mendapatkan harapan. Kumpulan awan putih di langit merah penutup hari sepertinya sungguh menginspirasi Irene. Menurut saya, versi akustik lagu ini cukup membekas di hati daripada versi full instrument. Entah kenapa hati saya harus mengatakan “ya” pada versi akustik. Ingat bung ini pilihan pribadi saya, bukan paksaan ye. Di Lagu Besok –Besok, ketukan tempo yang lambat cocok menemani anda mengingat memori bahagia dengan orang terkasih dan keluarga. Lagi lagi vokal manja Irine sungguh membuat telinga bergairah. Jangan salahkan dirimu jikalau libido turun naik tak keruan membuat gelisah.

Berkat suara merdunya, Irine sudah tampil di berbagai panggung di Samarinda bahkan hingga keluar pulau Kalimantan. Perjalanan karir yang mulai meroket itu memacu Irene untuk memproduksi mini album yang berjudul Atomulus Kelabu, Juni lalu. Irine memproduksi 4 lagu yang proses rekamannya dibantu oleh rekan-rekan di skena lokal Samarinda. Untuk design artwork dilansir dari website (https://undas.co/2018/06/sugiarto-irine-luncurkan-mini-album-altokumulus-kelabu) ia dibantu oleh Alfian Meidianoor untuk menambah semarak mata pada tampilan cover. Sejauh ini, Menurut saya, Irine sukses menggambarkan bahwa skena musik Kalimantan itu berbahaya dan penuh totalitas. Kalimantan tak hanya melulu soal penebangan hutan dan permasalahan infrastruktur. Kehadiran Sugiarto Irine di zine ini kiranya dapat membuka cakrawala kita, khususnya putra putri Sumatra, soal perkembangan skena kreatif Samarinda dan Kalimantan. Kepada Sugiarto Irine saya berpesan teruslah berkarya dan membuat kuping kami manja dan basah. Kehadiran anda ditunggu di Medan. Wassalam!

Website : https://www.budearto.com/

Instagram: https://www.instagram.com/irinesugiarto/

Soundcloud : https://soundcloud.com/sugiartoirine

Share this post

Recent post