RUMPUT: UNIT METAL YANG PALING “MUNAFIK”

RUMPUT: UNIT METAL YANG PALING “MUNAFIK”

Berawal pada medio 2006-2007, terbentuklah satu unit metal asal Medan bernama kocak: Rumput Tetangga. Berjalan selama 5 tahun, Rumput Tetangga akhirnya membubarkan diri karena persoalan yang hanya mereka ketahui sendiri. Tak menunggu lama, sisa-sisa personel Rumput Tetangga kembali berkumpul dan memutuskan (kembali) untuk membentuk unit metal dengan formasi acak-acakan: Pandi, vokalis terdahulu beralih menjadi gitaris, sedangkan sang gitaris, Kedi, malah mengambil alih posisi basis. Sementara Gudung, drummer terdahulu digantikan oleh Bayu dari unit hard rock, Just in Case; satu-satunya pergantian yang paling tidak masuk akal dan mengejutkan. Setelah pergelutan selama 2 tahun di AM Recording Studio, Rumput akhirnya resmi melepas album pertama bertajuk Munafik, meskipun masih dalam format digital. Kabar terbaru, Rumput sedang menyiapkan rilisan fisik berbentuk CD dan vnyl.
Kemaren lalu, dua personel Rumput, Bayu dan Pandi datang menyinggahi markas Degilzine yang baru (Kedi (basis) sedang berada di Bengkulu dan Niko (vokalis) sedang mencari nafkah di Jakarta). Silaturahmi kecil ini menghasilkan satu percakapan yang lantas kami dokumentasikan dalam bentuk tulisan. Marilah bre, kita ajak mereka bercakap soal Rumput, album Munafik, serta (tentu saja) soal skena musik indie Medan yang dahsyat ini.

Bayu dan Pandi ketika mengunjungi Degilhouse.

 

Hallo, Bre. Apa kabar?

Berdua: Sehat selalu. Abadi.

Langsung saja. Biar pada tahu. Kenapa kalian ganti nama, dari Rumput Tetangga menjadi Rumput?

Pandi: Karena dulu awalnya Rumput Tetangga disangka (bergenre) crapcore. Yaudah disingkat ajalah..

Kenapa rupanya ga mau disangka crapcore?
Bayu: Karena rambut kami semua ngga ada yang lurus.
Pandi: Karena muka kami juga ga ada yang menjual.

Pertanyaan purba. Siapa yang ngasi nama Rumput Tetangga?

Pandi: Aku Niko dan Kedi. Karena kami kan satu komplek.
Bayu: Kutambahin, karena pas panggung pertamaku sama mereka belum ada nama, jadi pakai nama yang udah ada aja, dikurangin aja depannya.

Selamat ya buat album Munafik. Tapi penasaran nih, kenapa kalian beri nama albumnya Munafik?

Bayu: Karena orang-orang di dalam Rumput ini sok kritis, padahal munafik juga. Ga peduli juga kami sama apa yang terjadi, tatanan sosial segala macam, padahal ya kami gitu juga, munafik semua!

Banyak yang bilang kelen hardcore, tapi Bayu mengaku metal, sementara Pandi kayak anak stoner. Sebenarnya kelen ini apa?

Bayu: Kita mau coba buat genre baru, tapi belum bisa menamakannya. Tapi dengar sendirilah. Spesifiknya kayaknya heavy metal. Banyak part lagu yang sengaja kami bikin untuk enak dibawain waktu live; buat headbang asyik. Folknya juga ada kok.

Pandi: Rumput adalah para pemuja senja yang ngga mau pulang ke rumah.

Menurut kalian, bagaimana cara moshing yang benar?

Bayu: Ga usah pake moshing-lah, hedbang aja, nikmatin aja musiknya.
Pandi: Roots modification.

Pandi Siagian. Foto: koleksi foto Rumput.

Kalau dari kalian sendiri, ada ngga tips moshing bagi yang mau mendengarkan musik Rumput?

Bayu: Bebas. Tapi ga usah sampai salto, mending circle pit. Jangan pake helm jugalah.

Beralih ke skena futuristik. Pandangan kalian pada musik post-post’an?

Pandi: Pokoknya jangan bikin bapak kelen marahlah!
Bayu: Beda. Aku setuju sama post-postan. Karena setiap musik kan mewakili zaman. Nah, yang patut ditunggu adalah post-IDM, apakah memang total musik 8 beat atau malah jadi robotik.

Kalian pendengar musik folk juga?

Bayu: Kayaknya zaman sekarang ini kalau ga dengar musik folk kok rasanya jadi orang purba.
Pandi: Aku dengar dan mengulik juga kok.

Penting ngga skill musik buat Rumput?

Bayu: Ngga. Sekarang kalau rekaman kan gampang, bisa nge-take berkali-kali juga. Kalau live ya playback-lah.
Pandi: Ada duit ada skill dong.

Apa pandangan kalian saat melihat band metal yang doyan main di acara bersponsor gede?

Bayu: Harus itu. Karena metal kan segmented, kalau dibuat kolektifan ya dikit yang nonton. Kan otomatis berpengaruh juga sama audience.
Pandi: Yang penting jangan sponsor rokok!

Apa yang kalian lihat di skena metal Medan di era sekarang?

Bayu: Makin hari makin besar. Maksudnya, dibandingkan dengan folk ya lebih besar metal, walaupun folk metal juga ada. Aku percaya kalau skena metal ga akan mati, karena metal adalah bahasa musik yang paling universal bagi kaum yang putus asa, jengah, stress. Makanya susah mati, karena kaum-kaum semacam itu ga akan bisa mati.
Pandi: Udah kayak ampas kopi (Rumput), kadang dibuang kadang dipakai.

Bayu Asmara. Foto: koleksi foto Rumput.

Black Sabbath atau Motorhead?

Pandi: Kalau Bayu pasti Motorhead, karena Lemy kan ga kawin-kawin. Maksudnya dia mau kayak gitu juga.

Menurut kalian pribadi, siapa pelaku musik indie Medan yang paling memuakkan?

Pandi: Wreck it Wednesday. Ngga dibayar-bayarnya fee kami bos!
Bayu: Ngga ada. Sama aja semua.

Kalau pelaku musik Medan paling menggembirakan?

Pandi: Ngga ada.
Bayu: Ivan Maksara (eks jurnalis Wave Magazine).

Band indie Medan yang paling layak diangkat ke seantero negeri?

Bayu: Korine Conception.
Pandi: MTAWIBSFSIBM.

Menurut kalian soal fenomena band Medan yang hijrah ke Jakarta?

Pandi: Baguslah, biar kami dapat panggung juga.
Bayu: Bangsat kalau aku bilang ya. Maksudku, kalau mau ngeband buat terkenal ya terserah aja, tapi keluar dari Medan lantas ngga ngaku home basenya di Medan lagi ya kayak pengkhianat gitu.

Soal fenomena “hijrah” yang dialami kebanyakan anak band di masa kini?

Bayu: Bagus sih. Tapi menurutku ya, anak band itu lebih bagus ga beragama daripada hijrah. Ya, karena secara prinsip kan memang berlawanan.

Pandi: Lebih bagus orang-orang itu nyembah John Lennon kayak di Degil House ini.

Okelah, kembali ke album Munafik. Apa yang spesial di album ini dibandingkan dengan album dari band metal yang lain.

Bayu: Tentunya lebih mahal.
Pandi: Yoi, karena ada film dokumentasi Rumput sebagai bonus di dalam rilisan fisiknya nanti.

Niko Rangkuti. Foto: koleksi foto Rumput.

Rencana ke depan Rumput dalam mempromosikan album ini?

Bayu: Palingan launching. Tapi banyak aneh-anehnya. Itulah kenapa rilisnya bisa jeda sampai dua tahun. Ada yang masteringnya tinggal di busway, hardisknya dilarikan supir kantor. Banyak yang mengganggulah.

Rumput kan sudah pada berkeluarga, kenapa ga bubar aja sih?

Bayu: Fuck marriage, man!
Pandi: Kalau kami ngga ada, nanti ngga ada lagi band Medan yang berkonflik.

Selain sebagai anak metal, Pandi juga dikenal sebagai budak korporat Smartfren, bagaimana tanggapan Bayu?

Bayu: Itulah kubilang! Rumput ini memang band korporat sebenarnya. Makanya nama album kita Munafik. Cerminan personal dari semua personel Rumput.
Pandi: Hidup korupsi men!

Bayu dikenal sebagai manusia tak ber-Tuhan, bagaimana pendapat Pandi yang lumayan relijius?

Pandi: Bayu ini ga pernah ganggu orang lain, malah sering membantu orang yang kesusahan. Jadi kalau di mata sosial, dia ini termasuk orang yang lebih beragama daripada pemeluk agama itu sendiri.

Menurut Rumput, perlu ngga sih anak metal berkomunitas?

Bayu: Ngga. Garing.
Pandi: Ngga. Ngga usahlah orang itu pinjam barang-barangku.

Kedi. Foto: koleksi foto Rumput.

Tanggapan Rumput soal selebgram?

Bayu: Sampe sekarang aku ngga ngerti apa itu selebgram.
Pandi: Ngeri-ngeri mukanya.

Okelah, terakhir, pesan kalian buat Degilzine?

Pandi: Ganti logo, jadi logo rumput, siapa tahu berkah ya kan.
Bayu: Jangan sampai jadi SJW, realistis aja, tapi tetap harus kritis sama isu akar rumput dong!

 

*Interview oleh Tengku Ariy Dipantara

Share this post

Recent post