SWADAYA VOL II: EREKSI MASSAL LEWAT GAMBAR

SWADAYA VOL II: EREKSI MASSAL LEWAT GAMBAR

Pada 5 Agustus 2018, tepat besok (ketika tulisan ini mulai diketik di HP Vivo saya), sekelompok tukang gambar yang mayoritasnya berdomisili di kota Medan, akan kembali menyelenggarakan kumpul-kumpul yang dilabeli dengan tajuk Swadaya Vol II (Mural Graffiti Jammin + Barbeque Party). Kenapa acara kumpul-kumpul para tukang gambar ini mesti dilabeli satu nama beserta flyer-nya segala? Sayang, Ecun, salah seorang penggagas yang bertanggungjawab pada semua kerusuhan ini tidak bisa dimintai pertanggungjawabannya, sebab doi telah hilang meninggalkan kota ini.

Ecun aka Parkodi di Swadaya Vol 1, si penggagas Swadaya. Foto: Koleksi foto Ade Radinal

Ade Radinal, atau dikenal pula dengan nickname Pakcoceng (kini berganti menjadi Cakcopeng), yang tampaknya didaulat menjadi sang penerus agak bingung memaparkan kemauan dari acara ini sendiri. Sementara Kufor, salah seorang penyelenggara lainnya, menjawab dengan lebih diplomatis, bahwa acara ini bertujuan untuk “Membangun keakraban antara tukang gambar seantero kota Medan.” Meskipun kenyataannya, tersempil beberapa tukang gambar yang berasal dari kota Binjai, Siantar, Tebing, dan Gayo.

Acara ini sendiri rencananya akan dimulai pada pukul 10 pagi dan mungkin diakhiri hingga keeseokan harinya, sebab lokasi kerusuhan akan diselenggarakan di rumah salah seorang panitia juga, yang malahan namanya diabadikan sebagai tajuk penyelenggara: UD. Sitorus Jaya Najolo (Woming). Selain gambar menggambar, acara ini juga dimeriahkan dengan barbeque, karaokean, serta live sablon yang disuguhkan sendiri oleh si tuan rumah. Live sablon dikenakan cash 5000 rupiah bagi siapa saja yang datang beserta kaos terangnya. Menurut Ade, acara ini 100 persen diselenggarakan secara kolektif, baik dari pengadaan cat, sari warna, hingga bakso bakar dan berpotong-potong sosis yang kelak akan tenggelam secara massal ke dalam lambung para tukang gambar ini.

Swadaya sendiri akan berlangsung untuk kali kedua. Dan acara yang kedua ini tepatnya akan diselenggarakan di Jalan Setia Budi No 20, Helvetia, Medan, setelah sebelumnya sukses diselenggarakan di Jalan Jati, Teladan. Kufor menambahkan, bahwa acara ini akan diselenggarakan per 6 bulan sekali. Ketika ditanyakan apakah Ade dan kawan-kawan akan menerima uluran tangan sponsoran untuk kumpul-kumpul berikutnya? Dengan bijak Ade menjawab, “Boleh aja, tapi nama acaranya ganti. Maksudnya ga pake nama inilah.”

Aksi grafiti di Swadaya Vol 1. Foto: Koleksi foto Ade Radinal.
Aksi Ade Radinal aka Pakcoceng. Foto: Koleksi foto Ade Radinal.

Okelah, semoga dengan adanya kumpul-kumpul tukang gambar ini, pemerintah kota Medan bisa semakin berbenah, berbenah menyediakan dinding-dinding publiknya untuk digambar secara massal oleh bajingan-bajingan seni ini!

Share this post

Recent post