WTF (WHAT THE FOLK): WAJAH FOLK AKANKAH MUSNAH?

WTF (WHAT THE FOLK): WAJAH FOLK AKANKAH MUSNAH?

Wajah Holong, sang ketua panitia, tampak serius ketika mencoret – coret kertas kosong yang ia temukan di sela – sela rak buku Degil House. Tampaknya ia sedang mencoba menyusun rundown acara yang akan diselenggarakan Jumat nanti (12/08). Meranggas (Medan Ruang Geliat Seni) yang diprakarsai oleh Avena Matondang, Holong, dan pegiat skena musik lainnya berencana untuk membuat perhelatan seni musik di ruang terbuka. Seperti misi yang mereka bawa yaitu semakin terbukanya ruang publik untuk para kreator seni, kali ini Meranggas akan mengadakan acara seni musik dan literasi di halaman depan Degil House, Jl. Sei Silau No. 50/54 Medan dengan judul “WTF (What The Folk).” Ya! Dengan begitu ramainya kanal Youtube, Spotify, bahkan Joox oleh lagu – lagu “folk” kekinian, seperti Payung Teduh, Fourtwnty, Float, Nostress, dan banyak lagi, Meranggas mencoba untuk mengulik kembali apa makna dari Folk itu sendiri. Tak tanggung – tanggung, tema yang diangkat yaitu “Musik Folk, Musnah (tanda tanya).” “Bukan hanya bikin gigs sana – sini, terus pulang. Kita juga kepingin Meranggas bisa menjadi movement agar teman – teman yang syukurnya sudah banyak bikin ruang – ruang seni bisa berkolaborasi dan bersilahturahmi. Kalo bersatu kan asik. Aku juga tengok halaman Degil House ini asik untuk dibikin acara. Terbuka dan gampang dilihat. Selain itu, Degil House ini adalah space yang bisa kita gunakan bersama-sama untuk berkreasi. Macam rumah kita bersama ya, kan?”, jelasnya pada pertemuan Technical Meeting kemarin.

Flyer Acara. Foto: Meranggas

WTF mengajak beberapa pemusik Medan untuk berkolaborasi, seperti Filsafatian, Terminal Kuningan, Ando Sipayung, Arunika, Joseng Panjaitan, dan Psychotic Villager. “Kalau ada yang nanya apakah kami ini band folk atau tidak, makanya datang aja di acara ini nanti. Supaya sama – sama kita bahas ya, kan?”, tambah Santus, vokalis dan gitaris Filsafatian. Acara ini juga dimeriahkan dengan pameran literasi oleh Jhon Fawer Siahaan (owner Literacy Coffee) dan Nuriza Aulia. Selain performance musik dan pameran literasi, acara ini juga diisi dengan diskusi santai bersama Avena Matondang dan dipandu oleh pemandu acara kondang yaitu Bima Dwihastomo. Don’t worry, guys! Ga akan jadi diskusi basi! Karena diskusi ini juga akan diikuti oleh semua talent dan pengisi acara itu sendiri. So, tunggu apa lagi? Silahkan hadir ke Degil House dan gate akan dibuka mulai jam 4 sore. Untuk info acara dan lokasi, silahkan pantengin akun IG @degilhouse dan @meranggass. Mari kita ber-folk ria sambil nge-teh di rumah kita bersama, Degil House! Horas!

Share this post

Recent post