NISSAN FORTZ: TARIK MENARIK ANTARA MANUSIA DAN ALAM SEKITARNYA

NISSAN FORTZ: TARIK MENARIK ANTARA MANUSIA DAN ALAM SEKITARNYA

Senin 31 Juli 2018, Nissan Fortz and The James Band mengakhiri rangkaian konser tur showcase album keduanya yang bertajuk “Tarik Menarik.”Acara ini mengambil tempat di Rencang Ngopi kota Bandung.  Sebelumnya di beberapa tempat di Bandung, ia sudah terlebih dahulu menggelar konser showcase album terbarunya. Adapun konser peluncuran showcase pertamanya diadakan pada tanggal 6 Juli 2018 yang mengambil tempat di Route 64 kota Bandung. Di konser showcase terakhirnya kali ini, ia ditemani oleh beberapa musisi, di antaranya adalah Alunan Semesta, Culry & Me, dan Jon Kastella.

Nissan Fortz sendiri juga merupakan bagian dari Sarah N’ Soul. Di akhir tahun 2015, ia pertama kalinya mulai mengerjakan proyek solonya yang ia sebagai produsernya sendiri. Dari situ ia menghasilkan album solo pertama pada bulan Maret 2016 yang berjudul “Day By Day.” Segala sesuatunya di album “Day By Day” termasuk pengerjaan dan aransemennya, ia lakukan sendirian. Dengan jarak waktu dua tahun setelah itu, ia kembali meluncurkan album solo keduanya dengan judul “Tarik Menarik”. Di Album keduanya kali ini ia berkolaborasi dengan The James Band. The James Band sendiri terdiri dari Adisty Zulkarnaen (drum), Charly Septiana (gitar), dan Rizal Zachri (keyboard). Formula musik Blues menjadi kunci utama dalam album ini. Selain itu, di beberapa lagu ia juga berkolaborasi dengan beberapa musisi, seperti Nathania Jualim, Gugun GBS, dan Emmy Tobing. Semua lagu di dalam album ini dinyanyikan dalam bahasa Indonesia. Total ada sembilan lagu di album. Bagi saya, butuh keberanian besar untuk menciptakan lagu dengan lirik bahasa Indonesia di dalam musik Blues. Bahasanya sederhana dan mudah dipahami, tanpa harus menggunakan diksi-diksi sastra yang terkesan berlebihan. Hal ini menjadi kelebihan dalam album ini alih-alih menjadikannya kekurangan. Satu hal yang pasti, yaitu album “Tarik Menarik” ini dapat dipastikan bisa dinikmati semua orang.

Oleh karena itu dalam kesempatan kali ini, tim Degilzine mencoba mewawancarai langsung si empunya album untuk bercerita sedikit tentang album terbarunya, “Tarik Menarik.” Yok, langsung saja tanpa basa basi lagi, kuy!

Halo, Kang! Perkenalkan diri dong Kang kepada segenap pembaca Degilzine!

Nama saya Nissan Fortz, biasa dipanggil Nisan atau Ichan. Saya dari Bandung.

Ini denger-denger kan baru rilis nih album kedua. Bisa cerita sedikit album kedua ini bercerita tentang apa sebenarnya?

Sebenarnya album kedua “Tarik Menarik” itu pengertiannya lebih kepada sebuah hubungan yang dalam aktivitas sehari-hari terutama dalam kehidupan manusia. Bahwa, “Tarik Menarik” itu akan selalu ada. Yang pertama manusia dengan Tuhannya, manusia dengan manusia dan manusia dengan lingkungan sekitarnya; dengan alam. Inspirasinya dari kejadian sehari-hari.

Dari proses pembuatan “Tarik Menarik”ini berapa lama hingga akhirnya menjadi album kedua?

Sebenarnya proses album “Tarik Menarik” ini awalnya dari saya nge-rilis lagu “Praduga” dulu yang dirilis pada tahun 2017. Ternyata dengan formula itu, passion-nya bertambah untuk membuat album kedua. Akhirnya, dari situ saya mulai menulis, yaitu menulis berdasarkan kejadian-kejadian yang memang saya alami, atas apa yang saya lihat di lingkungan sekitar, dan atas apa yang saya rasakan dari apa yang tidak terlihat juga.

Berarti untuk proses mixing dan mastering gitu sampai jadi “Tarik Menarik” butuh berapa lama?

Dari proses recording-nya, sebenarnya satu hari sudah beres. Cuma dua jam sih sebenarnya.

Dua jam untuk satu album?

Dua jam untuk satu album karena dilakukan secara live recording. Cuma beberapa lagu dan ada musisi-musisi yang featuring gitu. Kan itu jatuhnya err.. apa namanya?  Musisi – musisi yang featuring jatuhnya overdep sih, kayak Gugun GBS. Ada Emmy Tobing dan Nathania Jualim live kebetulan. Cuma Gugun sama Emmy doang yang overdep gitu.

Itu dimana tuh recording?

Di Escape Studio, di-operator-in oleh Dadan Kabel. Mixing, mastering sekaligus produce, sharing dan segala macem itu oleh Tabriz Muhajier; nama panggilannya Ajier (gitaris T-Five.) Yang mixing dan mastering itu beliau.

Terus dari mas Nissan sendiri di “Tarik Menarik” ini lagu yang paling favorit apa?

Lagu yang paling favorit sebenarnya “Biar,” terus “Tangan Kiri” sama “Daur Ulang.” Oh,satu lagi lupa, euy!“Ini Indonesia.” Karena apa ya? Prosesnya itu sangat seru seru sekali sih. Kayak“Daur Ulang” itu memang saya ingin menyampaikan sebuah pesan bahwa atas apa yang benar-benar saya alami gitu tentang ya… gimana caranya kita menerima segala sesuatunya dengan bijaksana dan menerima keburukan apapun yang seseorang pernah lakukan ke kita gitu. Menurut saya pribadi gitu. Terus kalo “Biar,” “Biar” itu kayak memang ceritanya kayak mengajak pendengar untuk percaya segala benturan masalah yang ada. Yakin aja bahwa besok tuh pasti berubah kok menjadi lebih baik.

Kalau untuk inspirasi/referensi musik lebih ke arah mana?

Justru untuk musik saya itu sebenarnya pengen ngangkat musik kultur tahun 90an dan 70an, entah itu dari sound, entah itu dari nuansa. Karena memang pengerjaannya pun saya coba live gitu memang itu sih. Maksudnya lebih natural gitu. Saya pengen buat kalo ada salah, kalau ada apapun, ya udah gitu. Jadi pendengar saya begitu sih. Kepingin ngangkat 70/90-an yang memang jarang orang yang sentuh sebenarnya. Karena mungkin buat saya pribadi ini sebuah genre yang memang dengan formula yang saya buat. Saya ini kayak lawan arus sebenarnya dari dari genre yang sekarang sebenarnya lagi beredar, lagi hype banget gitu. Maksudnya ya genrenya itu yang kayak ya. Tetapi demi pencarian karya, bukan menyempurnakan. Ya tapi bolehlah menyempurnakan dua karakter yah, karakter yang saya punya, cara nge-mix lagu.

Ngomong-ngomong soal genre nih. Kalo mas Nissan sendiri meng-classify musik mas Nissan ke genre apa?

Blues. Sebenarnya memang saya pingin bikin Blues berbahasa Indonesia, tetapi dengan nuansa-nuansa yang saya ambil dari music 70an dan 90an. Sebenarnya kayak Grand Funk, terus kayak James Brown saya dengarin, karena memang itu tadi sih, saya pingin ngangkat nuansa itu.

Nissan Fortz and The James Band mengakhiri rangkaian konser tur showcase album keduanya yang bertajuk “Tarik Menarik” di Rencang Ngopi kota Bandung (31/07). Foto: redaksi.

Tur selanjurnya kemana lagi?

Jakarta, tanggal 10.  Mulai dari tanggal 10, abis dari Jakarta rencananya, saya itu kepinginnya, ke Jatiwangi, Cirebon dan Sumedang. Jawa barat dulu. Mungkin next, kemarin udah jadi sasaran untuk saya berangkat tuh, kayak Surabaya, Bali, Lombok, dan Sumbawa. Pokoknya bagaimana caranya sampai akhir tahun ini album ini tetap dipromokan terus, dijalani terus karena goal-nya mungkin bisa jadi di awal tahun 2019 saya sudah bikin album keempat.

Berarti di tahun ini ada nge-produce dua album lagi?

Sebenarnya ini kan album kedua. Album ketiga itu ada saya sempat rilis tapi di Youtube. Karena rilisan album ketiga di Youtube itu berupa video live. Jadi, pada saat saya live, nah itulah karya baru saya.

Itu spontan atau bagaimana?

Sebenarnya sedikit banyaknya sudah dikonsep. Nah, itu merupakan kado untuk anak – anak saya. Makanya judul-judul yang diangkat dari album ketiga itu aja. Judul albumnya aja “Seisi Rumah.” Judul lagunya “Boneka,” “Buku,”“Lego,” “Sepeda.” EP-lah.

Ada berapa lagu?

Ada empat lagu; instrumental semua dan saya main sendiri.

Itu tapi belum dibikin bentuk fisik ya?

Belum dibikin bentuk fisik dan rencana memang ga bakalan sih. Toh kalaupun nanti dibikin fisik, itu pasti berubah. Karena komposisinya dan karena spontan juga.

Trus rencananya di album keempat ini rilisan fisiknya ini hanya akan sekedar CD atau coba yang lain?

Vinyl pengennya.

Ada berapa track untuk di album keempat?

Sebenarnya masih sama sih. Sepuluh sih.

Rencana ke depan dan cita-cita besar nanti mau kayak gimana?

Cita-cita ke depannya terutama untuk album ini sih, saya harus menggelar konser yang besar untuk album ini. Showcase yang melibatkan banyak orang dengan movement, saya ga punya apa – apa. Saya hanya bisa ngobrol dengan yang punya tempat, bahwa saya tidak punya apa-apa. Saya hanya punya karya dan performance, tetapi saya punya konsep. Saya akan menggaet beberapa teman untuk menjadi guest star saya di setiap showcase. Nanti mungkin di konser untuk penutup album kedua nih kan biasanya gitu, budayanya kalo saya itu kayak ditutup dengan sebuah konser yang sangat besar, misalkan gitu ya. Makanya bercita-citalah ingin menjadi Rolling Stone, ya kan? Ya siapa tau, kan? Ya saya sangat-sangat mengharapkan untuk saya  bikin konser besar nantinya, terutama untuk si album ini. Saya kepingin ngajak teman-teman yang memang dari awal support label ini, yang rilis fisik ini memang saya ingin membuatnya menjadi besar gitu atas karya-karya yang saya buat movement yang saya buat gitu.

Share this post

Recent post