HANTAM 2: TABIK PUN! BANDAR LAMPUNG JUGA KOLEKTIFAN LHO!

HANTAM 2: TABIK PUN! BANDAR LAMPUNG JUGA KOLEKTIFAN LHO!

Berbicara soal skena musik independen tanah Sumatra, mau tak mau kita pasti akan terarah ke tiga kota terbesar: Medan, Jambi dan Palembang. Meskipun sesungguhnya, hampir di setiap kota yang ada di tanah Sumatra pasti memiliki skena yang pesat pula. Belakangan, salah satu kota yang tampak menggeliat skena musiknya adalah Bandar Lampung. Pun begitu, bagi saya pribadi, saya hanya dapat menyebut beberapa nama saja, dinilai dari betapa intensnya pagelaran musik yang diadakan di sana. Pertanyaannya sekarang, apakah pagelaran musik di Bandar Lampung telah menemukan semangat independensinya seperti di kota lain? Ataukah intensitasnya berlangsung hanya karena digerakkan oleh para korporat yang berkedok di belakang catut promosi produknya belaka? Seperti diakui oleh Azka, pentolan dari unit psikedelik Bandar Lampung, Sunsetkilla.

“Semangat untuk berkolektifnya masih kurang. Mindsetnya buat acara harus ada sponsor, kalo ga ada sponsor ga bisa buat acara. Dampaknya jadi banyak band-band yang susah untuk dapat panggung, karena sekalinya dapat panggung, band yang main pasti itu itu aja.”

Hal itulah yang membuat Azka dan kawan-kawan merasa harus bergerak. Bukannya hendak menolak sponsoran (selama mereka bisa dimanfaatkan kenapa tidak?), namun seperti katanya di atas, event sponsoran membuat musisi tidak lagi mandiri dan luntur dalam semangat. “Solusinya kenapa ga kolektifan aja? Bisa jadi wadah juga. Kami melihat semangat kolektif di kota-kota lain.” Dan resmilah, Azka dan kawan-kawan mendirikan kolektif gigs Bandar Lampung yang berselimut dalam Selat Sunda Records bertajuk HANTAM!

Hantam sendiri telah berlangsung satu kali, tepatnya pada 16 Maret 2018 di Kedai Union. Dan hari ini, 23 Agustus 2018, Azka dan kawan-kawan akan kembali mengadakan Hantam jilid 2, kali ini berpindah tempat di De’ Love Cafe. Mengenai konsep acara dan gaya berkolektif, Azka menjabarkan bahwa, “Karena kita masih baru banget, jadi belum bisa digambarin secara sistematis juga tentang sistemnya (kolektif). Masih kebanyakan ngalir aja gitu, yang penting buat aja dulu. Untungnya kita dibantu sama temen yang emang punya alat dan sound system yang memadai untuk buat gigs sendiri, jadi hantam aja terus yang penting jalan.”

Flyer gigs “Hantam 2”. Sumber: Selat Sunda

 

Aksi panggung Sunsetkilla di gigs “Hantam 1”. Foto: Selat Sunda

 

Penampilan Alaska Eight di Hantam 1. Foto: Selat Sunda

 

Azka juga mengatakan bahwa gigs Hantam tidak pilih kasih pada soal genre dan skena komunitas. Ia malah menyatakan keinginannya untuk turut serta mengajak musisi independen dari kota lain yang ingin merasakan suasana kota Bandar Lampung. “Insya Allah akan kami organisir dengan baik.”

Di perhelatan yang kedua ini, bakal ada penampilan dari sederet jagoan lokal Bandar Lampung, antara lain: Evnflo, Lowres, Soundcity, Radio Friendly, dan tentu saja, Sunsetkilla. Gigs ini sendiri rencananya akan dimulai pada pukul 5 sore dan berakhir pada pukul 11 malam. Lantas, apa cukup hanya dengan Hantam 1 dan 2 untuk menggerakkan kesadaran kolektif dan sikap independensi musisi musisi Bandar Lampung? Azka menutup percakapan kami melalui Whatsapp dengan berkata yakin, “Pastinya akan ada Hantam ke 3, 4, 5 dan seterusnya dan seterusnya dong!”

Maju terus skena kolektif Bandar Lampung!

Share this post

Recent post