MUSMOB (MUSIC MOBILE STORE): SEBUAH GERAKAN UNTUK BERSINERGI

MUSMOB (MUSIC MOBILE STORE): SEBUAH GERAKAN UNTUK BERSINERGI

Ada berbagai cara untuk mengapresiasi musik, khususnya bagi mereka yang bergerak di ranah musik independen (Indie). Bisa dengan cara datang ke konser yang mereka adakan ataupun sekedar dengan membeli album dan merchandise yang mereka jual. Permasalahan yang sering terjadi adalah tidak banyaknya ruang yang mempertemukan kita dengan para musisi indie ini. Salah satu cara yang menurut saya cukup solutif untuk mengatasi hal ini dilakukan oleh Musmob. Nama Musmob itu sendiri merupakan singkatan dari Music Mobile Store. Musmob, toko berjalan dari Bandung ini, bisa dijadikan sebagai contoh bagaimana cara yang bagus sekaligus solutif untuk mengapresiasi pergerakan musik indie. Mengusung konsep toko musik yang bersifat mobile, Musmob menyajikan berbagai karya mulai dari rilisan fisik hingga merchandise dari band-band indie. Ya, bisa dikatakan ini seperti cara untuk menjemput bola (pendengar). Tak hanya mengusung konsep toko musik saja, belakangan ini mereka kerap mengadakan beberapa acara musik. Ke depannya mereka berencana untuk tidak hanya fokus di musik saja, tetapi juga mencakup dan membantu para seniman-seniman seni lainnya yang bergerak secara independen untuk bisa bersinergi, saling membantu dan bergerak bersama-sama.

Halo, Kang! Perkenalkan diri dulu kepada para pembaca Degilzine!

Nama saya Sandi Sandow. Saya sendiri Sando lagi menggarap Musmob (Music Mobile Store). Saya sebagai founder-nya di Musmbob. Saya mencoba untuk mewadahi teman – teman komunitas indie untuk karyanya bisa disebarluaskan; lebih ke pergerakan bagaimana karyanya kita sinergikan. Dari bersilaturahmi dan bersinergi itulah kita sama-sama meng-campaign sebuah pergerakan. Pada dasarnya setiap karya itu, mari kita bikin jangkauannya lebih luas dengan bersilaturahmi dan bersinergi.

Kenapa ngambil konsepnya Music Mobile Store?

Awalnya itu, poinnya mungkin ketika, sekarang kan zamannya kita. Secara zamannya untuk karya itu digital wajib. Tapi kita juga ada sisi emosional dari rilisan fisik itu masih ada. Makanya dibikin Musmob itu menjadi gairah dari sisi emosional dari rilisan fisik itu. Dengan contoh hari ini kita bikin showcase albumnya “Tarik Menarik”-nya Nissan Fortz. Itu memang dibuat untuk emosional dari pelaku, sesama pegiat dan penikmat musik atau karya seni lainnya. Secara emosional bisa dapet di acara showcase seperti ini. Dengan Music Mobile Store. Mereka bikin launching album, kita ada sebagai booth-nya gitu. Dari situ, otomatis teman-teman yang tertarik dan langsung beli CDnya bahkan bisa langsung ditandatangani sama artisnya yang membentuk ikatan emosional dan sebagai gairah baru dalam pergerakan.

Berarti kalo alasan nama Musmob sendiri tuh singkatan dari Music Mobile itu tadi?

Ya. Kita bergerak untuk mengampanyekan pergerakan itu sendiri gitu.

Pergerakan independenlah ya?

Berawal dari pribadi gini sih, kalo liat dari pribadi. Ngeliat ternyata potensi temen-temen tuh di luar sana banyak sekali potensi. Cuman, kok aku baru tau gitu, kan? Mungkin temen-temen lainnya juga belum pada tau. Nah dari situ mulai kepikiran. “Wah ini harus dibikin sesuatu.” Kabar gitu, kan. Dengan si Music Mobile ini; Musmob. Mudah-mudahan itu bisa menjadi kabar buat ke temen-temen yang lain. Sebuah potensi itu kan bisa dikabarkan lebih luas lagi.

Kalo boleh tau nih, Kang! Awal Musmob itu sendiri dari tahun berapa?

Musmob itu dari mulai mencoba untuk dirintisnya dari bulan-bulan akhir tahun 2017. Kalo ga salah kita September menuju Oktoberlah mulai menggagas. Onthestreet-nya itu mulai di bulan Oktober, langsung nyoba ke Jakarta. Abis itu baru November mulai di beberapa titik kota Bandung.

Launching-nya berarti sudah sejak bulan Oktober waktu ke Jakarta kemarin?

Justru kita itu untuk launching dan mendeklarasikan itu belum. Kita bergerak dulu. Jadi ada kemungkinan di tahun 2019. Setelah pergerakan dan pengalaman kita, terus sama talent-talent juga terhubung terkoneksi dengan teman-teman yang lain. Insha Allah ada gagasan di tahun 2019 itu, kita pengen bikin Musmob Fest dimana temen-temen yang udah kita bangun koneksi dan jaringannya itu. Kita pengen dihubungkan dan menjadi wadah dan suatu event dengan skala yang besar.

Berarti sebenarnya konsep Musmob itu ga hanya sekedar jual merchandise dan toko gitu aja ya? Jadi sebenarnya di dalamnya itu ada apa aja, Kang?

Di dalamnya tuh selain merchandise dari temen-temen musisi atau seniman seperti CD, T-shirt, dll. Cuman di sini yang menjadi prioritasnya itu adalah pesan pergerakan. Pesan pergerakan dari karya yang temen-temen buat itu, lebih ke sana. Untuk temen-temen sendiri yang sekiranya punya karya gitu ya, bisa langsung titip ke Musmob tanpa harus ada persayaratan CDnya gimana. Tinggal langsung isi formulir aja dan hayuk! Langsung kita sebarkan di Musmob. Dan untuk report ke temen-temen itu kita ada per tanggal 15 tiap bulannya.

Jadi kayak membantu untuk menjualkan atau bagaimana?

Harapannnya gitu.

Tapi ga sebatas hanya sebatas merchandise band ya, Kang? Tapi juga karya-karya seniman lainnya? Tadi aku liat itu ada CD film pendek “Eargasm”? Berarti itu ga sebatas musik doang?

Musmob diharapkan perkembangannya itu bisa lebih luas lagi. Ya, kayak karya temen-temen selain di musik. Karya temen-temen di bidang seni lainnya ikut bisa kita gerakkan bersama-sama gitu. Titip salam ini ke temen-temen komunitas yang suka bikin film pendek. Alangkah serunya nih kalo kita bisa bersinergi dan bersilaturahmi dengan teman-teman musik indie di Bandung. Mudah-mudahan ketika film pendeknya bisa diisi sama teman-teman komunitas band indie. Kita bisa saling support. Itu harapannya. Kayak yang film “Eargasm”, kita juga bikin pemutarannya. Adapun Musmob sendiri rencana ke depannya bakal rutin melakukan pemutaran film pendek. Musmob sangat support untuk hal-hal seperti itu.

Berarti itu kemarin bikin label album terbaru Nissan Fortz juga? Itu gimana tuh? Kok tiba-tiba ada label juga?

Ketika Musmob ada di acaranya teman-teman, Musmob tidak hanya sekedar jual CD. Prioritasnya tidak untuk bisnis, tetapi lebih ke sebuah pergerakan. Dari situ dapat curhatan dari temen-temen dan komunitas yang pengen bikin rilisan fisik. Nah di situ, harapan Musmob bisa mengapresiasi dan mensupport gitu, ketika temen-temen ada gagasan yang belum bisa direalisasikan. Mudah-mudahan Musmob sendiri bisa bantu, sama-sama saling bersinergi untuk merealisasikannya. Dari situ kita bahas bagaimana nih caranya untuk merealisasikan harapan temen-temen tersebut. Dan Alhamdulillah untuk yang beberapa sudah terealisasi. Contohnya kayak kompilasi musik etnik di Bandung, Alhamdulillah, sudah rilis bulan kemarin. Dan kebetulan yang album Nissan Fort yang kedua juga, Alhamdulillah, dirilis sama Musmob. Dari situ mulai kepikiran ternyata perkembangannya lumayan gitu kan. Kita bisa berkembang, mungkin, bisa berkembang untuk keproduksian gitu kali ya, kayak label mungkin ya. Tapi dari situ dengan sinergi bersama-sama gitu, kan? Tidak yang misalnya bandnya dikala rilis, bandnya sendiri tidak ada pergerakan. Tidak seperti itu. Jadi kita sama-sama bergerak. Bersinergi dan bersilaturahmi itu tadi.

Total ada beberapa sih Kang yang dilabelin dan diproduksi itu?

Kalau untuk yang dilabelin, maksudnya yang Musmob naungin untuk produksi gitu ya, ada kompilasi musik etnik. Nama albumnya tuh “Don’t Be Afraid.” Cerita sedikit, dia itu punya pergerakan bahwa “Jangan takut untuk berkarya, justru kita takut kalau kita tidak melakukan apa-apa!” Jadi, di situ mereka menamakan album mereka “Don’t Be Afraid.” Lalu ada album kedua Nissan Fortz yang “Tarik Menarik.” Ke depannya sih ada beberapa list yang bakal kita rilis juga.

 Terakhir nih, Kang. Proyek ke depannya itu apa?

Untuk program ke depan kita juga pengen dibuat seperti base atau markas gitu. Temen-temen bisa ke tempat itu bisa sharing, ngopi-ngopi, titip CD, apapunlah itu. Kita lagi nyari lokasi untuk staynya. Selain mobilnya bergerak gitu, tetapi kita juga punya titik stay, atau bisa dibilang base gitu untuk temen-temen agar bisa datang. Mempunyai fasilitas yang lebih untuk temen-temen komunitas termasuk pelaku seni itu sendiri. Semoga si Musmob sendiri bisa menjadi lebih besar ke depannya.

Ada pesan terakhir ga, Kang buat pembaca Degilzine?

Harapan saya nih untuk teman-teman Degilzine, jangan segan dan ragu menghubungi kita untuk mengabarkan karyanya! Langsung aja kontak Musmob dan kita coba bantu sekalian silaturahmi. Adapun slogan Musmob itu sendiri “Geus Teu Kudu Bingung”artinya “Ga Perlu Bingung,” hahaha. Jadi, jangan ragu untuk kontak kita! Untuk sementara bisa kirim email aja di musmob.id@gmail.com atau kepoin akun Instagramnya di @musmob.id. Jadi, di situ ada nomor Whatsapp yang bisa dihubungin karena kita sangat terbuka untuk membantu karya siapapun.

Video Youtube Musmob:

Share this post

Recent post