LILY AYU: BAND KORBAN PERASAAN

LILY AYU: BAND KORBAN PERASAAN

Beberapa bulan yang lalu, skena kota kue bika ambon kedatangan salah satu band yang menyegarkan dahaga yaitu, Lily Ayu. Apa itu? Brand kue khas medan ala artis-artis alay itu kah?  Atau nama panglong (baca: toko bahan bangunan) sekitaran Setia Budi? Mari kita kulik secara seksama.

Lily Ayu, band baru yang saja brojol dari sarangnya dibentuk atas dasar suka-suka dan dengan sejarah lucu. Mereka ngeband karena korban perasaan dan nama Lily Ayu sendiri adalah akronim mantan pacar dari beberapa personil band. Hm… patuh dikaji lebih lanjut nih!

Terbentuk di akhir 2017, Lily Ayu awalnya diisi oleh Fikar (Guitar), Reyhan (Vocal), Putri Olivia (drum), Tengku Jozarky (bass). Namun tak lama berselang, band ini diguncang problematika awal anak band se-Indonesia yaitu harus memilih antara berkarir di musik dan di luar musik. Ya! Sang vokalis Reyhan memutuskan keluar dari rumah tangga demi memuluskan karir yang beliau cintai. Keluarnya sang vokalis lantas tak membuat nyali mereka ciut. Segala persiapan materi langsung kebut dirombak demi memajukan kesejahteraan dan eksistensi band. Bergabungnya gitaris, Isfan Tubagus, menyelamatkan mereka dari kekosongan bak Dewi Fortuna.

Lily Ayu ketika manggung. | Lily Ayu

Fikar menyatakan walaupun tanpa Reyhan, mereka siap yakin akan semakin kuat. Fikar yang gayanya mirip si pirang dari Seattle, Kurt Cobain, langsung tancap gas multitasking mengambil alih posisi biduan sekaligus gitaris dalam band. Band yang terinspirasi dari The Cure, Boy Pablo, Paws, dan Dried Casava ini telah merilis single yang berjudul “Pretty Words”. Single ini bercerita tentang gejolak cinta anak muda yang dimanifestasikan dengan kata kata indah a.k.a Pretty Words. Menurut analisis saya yang amatiran ini, secara keseluruhan lagu mereka cukup baik dan enak didengar. Cerita lagu yang tidak terlalu serius dan notasi yang easy listening cocok menemani hari Anda ketika terjebak macet di mobil atau sedang galau-galau tak jelas di hari Sabtu. Ya, Sabtu! Hari yang dibenci para single di dunia.

Nah, kehadiran sesosok perempuan dalam band alternative yang berisikan lelaki gondrong ini cukup menarik perhatian saya. Putri Olivia si penggebuk drum menambah suasana bahagia dalam band ini. Tampilan lugu nan imut dengan atribut topi gemas ala Soviet menjadikan band ini berwarna layak “Moweleks” brand cat andalan kamerad Pimred Degil. Notasi catchy “Pretty Words” saya jamin bisa menyelamatkan kegalauan Anda akibat perasaan, ditilang polisi, atau ditabrak si merah Rahayu 103 (baca: angkutan kota sekitaran Padang Bulan).

Nah bagi anda yang ingin observasi mereka lebih dalam sedalam laut Pasifik bisa dikobel di akun media sosial Instagram mereka yaitu @lilyayu.mp3. Untuk single pertama mereka ” Pretty Words” bisa didengarkan di kanal Youtube “LILY AYU” serta di platform streaming Spotify dan Itunes. Ingat! DENGAR, NIKMATI, RESAPI!

Akhir kata dari pidato saya ini, kiranya kita semua diberikan rahmat oleh TYME dan kelimpahan rejeki dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Karena tanpa uang, manusia itu hampa dan tak berdaya layaknya botol Orang Tua terombang-ambing di tengah laut Malaka.
Wassalam, pren!

Link Spotify Lily Ayu – Pretty Words

Link Youtube Lily Ayu – Pretty Words:

Share this post

Recent post