rani jambak nature

MUSIC VIDEO LAUNCH “RANI JAMBAK”: PERSEMBAHAN LAGU “NATURE”, MELINDUNGI ALAM LEWAT MUSIK

Hola, Degilian! Apa kabar? Tak terasa September udah di pertengahan aja nih. Cerita tentang September, tepat di tanggal 15 September 2018 nanti bakalan ada perhelatan serentak se-dunia. Betul! World Clean Up Day. Kegiatan ini akan dilaksanakan dengan cara kegiatan bersih-bersih serentak di 150 negara. Momen ini juga diambil oleh Rani Jambak, musisi Dance/Elektronik asal Perbaungan, untuk merilis Video Musik “Nature” sebagai bentuk partisipasi dan dukungannya dalam aksi melindungi alam melalui musik. Sebelumnya, pada 20 Agustus Rani merilis lagu Falling in Love dan Nature di berbagai media musik streaming seperti Spotify, iTunes, Apple Music, Dezeer, Amazon Music, dll. Lagu “Nature” bagi Rani yang juga alumni jurusan Pendidikan Musik Unimed ini merupakan lagu yang sangat spesial karena ini kali pertama baginya menulis lagu tentang isu global yaitu alam. Lagu ini merupakan refleksi diri dari pengalamannya menikmati dan melihat alam di Sydney. Selama bersekolah di Sydney (program Pascasarjana Creative Industries di Macquarie University), Rani sering bepergian mengunjungi banyak wisata alam. Tempat yang paling disukai adalah pantai. Mengingat lokasi kota Sydney yang terletak di salah satu pinggiran benua Australia, maka wajar bila Sydney memiliki banyak pantai yang indah. Keindahannya semakin luar biasa karena tidak ada sampah yang berserakan meski masyarakat tidak perlu membayar tiket masuk. Masyarakat lokal dan turis saling menjaga kebersihan alam. Kabupaten Serdang Bedagai, tempat asal Rani, juga memiliki banyak wisata pantai. Ia kemudian menyadari banyaknya ketimpangan kesadaran sosial mengenai penjagaan alam. Sampah sangat banyak berserakan, meski pengunjung harus membayar tiket untuk masuk. Padahal secara umum, pantai-pantai di Indonesia juga tidak kalah menarik dan indah. Namun sampah selalu menjadi pusat perhatian yang sering diabaikan. Sampah memang menjadi permasalahan dunia. Sampah, terutama plastik, telah menjadi sumber kematian baik untuk hewan liar maupun manusia.

Rani ketika menjadi finalis Youth Music Infusion Competition yang dilaksanakan oleh City of Sydney, 12 Mei 2018 | https://indomedia.com.au

Pemandangan bangkai paus dan burung yang isi perutnya penuh dengan plastik seolah kini menjadi biasa. Fakta bahwa 80% air yang ada di bumi telah mengandung microplastic yang menjadi sumber kanker juga mulai menghantui manusia. Setelah alam memberikan kita segalanya, namun kita tidak menghargai dan menjaganya, maka alam memiliki caranya sendiri untuk membunuh kita (manusia).

Salah satu quote yang Rani temukan di Melbourne Museum, “You never take more than you need” mengenai praktek environment sustainability pada masyarakat Aborigin Australia sangat menggugah dan menyadarkan bahwa manusia pada jaman dahulu lebih menghargai dan memikirkan keseimbangan alam ketimbang kita, manusia modern. Melalui pengalaman dan kesadaran inilah akhirnya Rani menciptakan lagu Nature dengan komposisi musik elektronik dan clap sticks Aborigin yang dimainkan menggunakan pola ritem Rebana Melayu. Pada Video Musik Nature, cerita dalam lirik digambarkan secara visual yang menarik. Creative Director, Roymanta Sembiring menggunakan teknik storytelling dan pengambilan gambar yang maksimal. Ada beberapa setting yang dipilih untuk membangun cerita “Nature”, Air Terjun Siringo Ringo di Silalahi, hutan di Berastagi, ruang gelap (reflection) dan kamar. Kekuatan dari keindahan alam sangat ditonjolkan demi membangun kesadaran masyarakat untuk melindungi keindahan tersebut. “Sejak di Australia, Any (sebutan Rani ke dirinya sendiri-red) berusaha membuat komposisi sendiri pake Midi dan banyak membantu Any waktu bikin beat dan melodi. Awalnya, Any berusaha explore pola ritme apa yang bisa Any mainkan di Aboriginal Clap Sticks. Mengingat pemusik Aborigin biasanya memainkan clapstick hanya mengikuti tempo saja. Syukurnya, dengan pengalaman bermain rebana ama kawan – kawan di grup musik dulu, akhirnya Any coba explore Aboriginal Clap Sticks dengan pola ritme Rebana Melayu,” ujar Rani.

Proses bermusik Rani tidaklah sebentar. “Any mulai bernyanyi dengan format band sejak SMP dengan aliran musik Rock. Beralih ke Nu Metal pada tahun pertama perkuliahan. Kemudian Jazz, Pop, hingga World Music. Pengalaman bermain pada wilayah World Music (tradisi) membuat Any ingin “kembali” dan bereksplorasi dengan bunyi, melodi dan ritme yang sangat beragam, khususnya musik tradisi dari Indonesia,” tambahnya.

Flyer Acara Launching Video Musik “Nature”di Degil House, 15 September 2018 | Rani Jambak

Sebagai bentuk kesadaran dan dukungan seniman terhadap aktivis lingkungan yang mendedikasikan waktu dan tenaganya, Rani juga membuat social media campaign, berkolaborasi dengan beberapa Komunitas Lingkungan, seperti Medan Osoji Club, Banyuwangi Osoji Club, Kresek Solo dan Kudus, Nol Sampah Surabaya untuk menyemarakkan #formynature menyuarakan pengurangan sampah plastik. Kampanye ini juga bisa dilakukan oleh semua orang sebagai bentuk aksi nyata dari kepeduliannya melindungi alam.

Contohnya dengan mengunggah foto ketika membawa botol minum untuk mengurangi pemakaian botol minum kemasan, memakai goodie bag atau tas kain yang bisa dipakai berulang kali untuk mengurangi pemakaian plastik kresek,dan berbagai ekspresi dalam melindungi alam. Rani berharap lagu ini dapat memberikan dampak ke masyarakat, khususnya kesadaran melindungi alam. Video Musik “Nature” dapat diakses di akun YouTube Rani Fitriana Jambak atau melalui website Rani Jambak, www.ranijambak.com. Nah, kalo mau lihat langsung performance Rani sambil nonton videoklipnya, silahkan merapat ke Degil House Sabtu ini! Ditunggu ya, bre!

Youtube: Rani Jambak – Nature (Video Teaser)

Soundcloud: Rani Jambak

Share this post

Recent post