The Nuna

THE NUNA: LAUNCHING SINGLE & MUSIC VIDEO “PASTI TERGANTI”

Halo, Degilian!

Ada lagi nih pemusik yang telah melanglang buana di kancah permusikan tanah Sumatra Utara. Yup! Musikus (arranger dan vokalis/pencipta lagu) Wisnu Bangun dan Hanna Pagiet membentuk duet bernama The Nuna. The Nuna sepakat menyuguhkan karya musik bergenre DBM (Digital Ballad Music); memadukan sistematika digital music dengan pelbagai idiom musik tradisi nusantara dan dikemas dalam balutan musik populer, dan easy listening di telinga penikmat musik dari beragam kalangan. Hanna Pagiet, solois bergenre balada, memulai karir bermusik profesional sejak tahun 2000, membentuk grup musik band dan telah mengelilingi beberapa kota di Indonesia. Hanna Pagiet memulai solo karir pada tahun 2014 dengan menyanyikan lagu ciptaan sendiri dan orang lain. Dia juga belajar musik dari remaja lho!

Nah, kalo Wisnu Bangun, siapa yang gak kenal ya kan? Musisi bandal yang pernah nekat menggelar konser perdana “Toto Perjuma” pada April 2018 lalu dan juga merupakan komposer Electronic Dance Music (EDM) ini mendalami musik sejak tahun 2006. Belajar musik formal sampai tahun 2009, berkarir profesional sebagai keyboardist band pada tahun 2010, dan merintis karir sebagai music producer sewaktu  membentuk grup hiphop ‘Mejile Family’ di tahun 2011, Wisnu Bangun mendirikan komunitas hip-hop Delitua pada tahun 2013. Belum cukup di situ, Wisnu kemudian mendalami musik tradisi Karo di tahun 2014.

Wisnu dan Hanna mulai akrab sekitar 4 tahun lalu dan sepakat berkolaborasi dalam The NUNA yang dibentuk pada April 2018. Kesepakatan bermula tanpa disengaja ketika Wisnu membuat sebuah komposisi musik EDM (Electronic Dance Music) minus lagu dan lirik. Ia pun menghubungi Hanna sehingga tak berapa lama single ‘Pasti Terganti’ hadir dari kolaborasi apik ini. The NUNA sengaja memilih jalur ini dengan membuat musik berbasis digital berpadu sentuhan vokal bergaya balada. The NUNA menyebut aliran musik mereka dengan Digital Ballad Music (DBM). “Awalnya aku iseng-iseng buat musik EDM dan itu karena ditantang ama kawan – kawan yang bukan dari kalangan seniman. Setelah dibuat, aku cari teman yang bisa ciptakan nada dan lirik. Kebetulan pula aku ketemu kak Hanna dari 2014 lalu di Dokan Art Festival. Kami pun sharing-sharing tentang music terus mulai bicara project. Akhirnya kami sepakat untuk membuat grup duet The Nuna,” jelas Wisnu. Hanna juga menjelaskan alasannya setuju untuk berkecimpung di musik EDM. “Nuansa ballad-nya kan tetap ada dari gaya bernyanyinya. Makanya, kami sebut musik The Nuna itu DBM (Digital Ballad Music,” tambah Hanna.

Video klip dan single “Pasti Terganti” akan di-launching Sabtu nanti, 20 Oktober 2018 di Ghetto Cafe Medan pukul 20.00 – 22.00 WIB. Launching Single & Music Video “Pasti Terganti” selain menghadirkan para kreator yang terlibat dalam penggarapan music video juga mengundang para produser, promotor, event organizer, entertainer, pers,  pegiat media sosial dan stakeholder industri hiburan. So, tunggu apa lagi, bre? Jangan kam ragu! Ke TKP langsung!

Flyer Acara | Foto: The Nuna

Share this post

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on tumblr
Share on print
Share on email

Recent post