WEIRDOS: PLUG AND PLAY, BRE!

WEIRDOS: PLUG AND PLAY, BRE!

Halo kawan! Kembali lagi dalam rubrik kobel dari zine yang sok degil ini. Bercerita mengenai kobel meng-kobel, tentu kami dari tim Degil Zine tak membatasi jarak, ruang, dimensi untuk mengupas segala hal yang berkorelasi erat dengan kegiatan berkesenian. Tak hanya sebatas dunia beserta beribu misteri yang masih tersimpan di dalamnya, andaikata ada sekelompok alien di antariksa sana yang membentuk sebuah band dan dengan senang hati mengirimkan materi rilisnya kepada tim Degil Zine, tentu dengan senang hati pula kami akan mengkobel materi tersebut. Begitu pula dengan band yang akan dikobel berikut ini. Cukup terpaut jarak yang jauh apabila diukur dari markas Degil Zine.

Tak kenal maka tak sayang (walaupun adakalanya ketika sudah kenal, tak kunjung sayang). Marilah kita kenalan terlebih dahulu dengan band yang akan kita kobel dalam tulisan ini.

Weirdos, adalah kolektif rock asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dengan para kolaboratornya: Afif (Vokal), Aswin (Drum), Ari (Gitar) dan Azwar (Bass). Berdasarkan berita pers-nya yang dikirim ke kami, Weirdos terbentuk pada tahun 2014, dan telah merilis single perdana mereka dengan judul plug and play pada tahun 2016 lalu. Single Plug and Play kemudian dirilis ulang dalam versi remastered bertepatan pada Record Store Day 2018 tanggal 27 April lalu.

Secara general, musik yang dibawakan oleh Weirdos pada single Plug and Play mengingatkan kita kembali pada nuansa alternative rock atau nuansa grunge era 90-an. Musik minimalis dengan chord sederhana berbalut distorsi, vokal yang dominan dengan gumaman yang diselingi dengan teriakan, mau tak mau memaksa kita untuk kembali ke 20 tahun ke belakang, di mana musik-musik seperti ini sudah menjadi identitas tahun tersebut. Boleh jadi secara kongkrit single Plug and Play mengingatkan kita pada band-band alternative rock model Nickelback, Creed, Puddle of Mudd hingga band yang sarat dengan nuansa grunge seperti Stone Temple Pilot. Hei bre! Plug and Play yang dominan dengan irama rebel dan didukung dengan rekaman  berkualitas bagus, kiranya dapat memaksa kepala para pendengar bergerak mengikuti irama sepanjang lagu!

Berbicara mengenai lirik, bila dicermati pada video lirik yang mereka unggah pada kanal Youtube, single Plug and Play menceritakan seseorang yang tidak ambil pusing dengan musik yang dimainkannya, suara yang pas-pasan, gitar yang cenderung unskill tidak mengurungkan niat dan semangat seseorang untuk nge-rock! Persis dengan attitude no one loser dan it’s all about rock-nya grunge! Yah.. walaupun liriknya minimalis setidaknya semangat rebel-nya sampai bre!

Mungkin ini saja yang dapat saya tulis untuk kobel single Plug and Play miliknya Weirdos. Berharap suatu hari nanti mereka dapat melanjutkannya pada tahap album serta datang kembali pada tim Degil Zine untuk meng-kobel kembali album mereka nantinya.

Instagram /Soundcloud/ Youtube : weirdos_id

Share this post

Recent post