BACK TO 90’S BARENG JONKOPPINGS

BACK TO 90’S BARENG JONKOPPINGS

Hola Degilian!!! Senang akhirnya jemariku bisa mencet-mencet tombol qwerty lagi. Tahu nggak, akhir-akhir ini daku dilanda berbagai aktifitas yang cukup beragam, mulai dari aktifitas yang menguras kepala, dikejar-kejar jarum jam, sampai menguras kamar mandi di Degil House. Ya, untuk anak lajang sepertiku, sering lupa adalah penyakit yang perlahan harus kusembuhkan, jadi harap-harap maklum saja. Dan PR yang harus keselesaikan adalah bagaimana belajar membagi antara waktu dengan energi secara efisien namun maksimal, kalau kata mamak aku dulu aku harus banyak belajar dengan Oppung David Ricardo sambil makan puding telor ayam kampung setengah matang supaya ingatan makin kuat.
Nah, tadi itu hanya sepenggal pengantar saja, ada hal yang paling penting yang harus saya kabarkan kepada kaum degilian semua. Apakah itu???
Buat kalian kaum rock sejati, kita kedatangan Jonkoppings, band asal Tangerang Selatan yang katanya baru merilis sebuah video klip berjudul “Hey Nona!” Band yang mengusung genre rock ini digawangi oleh 5 pria muda bertalenta yang menurut aku layak buat dikobel. Pengen tau mereka lebih jauh? Mari disimak!!!
Berdasarkan kiriman press release yang kami terima melalui laman e-mail www.degilzine.com, pada hari Kamis tanggal 11 Oktober 2018, Jonkoppings, grup musik beraliran rock asal Tangerang Selatan yang beranggotakan Emir Oktarianto (gitar), Ulama Andika (gitar), Fajar Darmasto (vokal), Fachri Arjuna (drum) dan Aldian Dimas Faturrachman (bass) telah merilis video musik pertamanya untuk lagu yang berjudul “Hey Nona!” Lagu yang merupakan hasil musikalisasi puisi milik Septian Adi S. (rekan kuliah gitaris Jonkoppings, Emir Oktarianto) yang berjudul asli “Puisi Nona” ini akan menjadi lagu pertama yang dikeluarkan untuk album pertama mereka yang berjudul “Mandatory”.
Lewat video berdurasi sekitar 3 menit tersebut, Jonkoppings mengajak masyarakat Jakarta untuk membayangkan kebahagiaan dan keindahan kosongnya kota Jakarta pada malam hari, di mana dua orang remaja yang sedang jatuh cinta sedang menikmati suasana kota Jakarta yang sangat kosong, jauh dari distraksi kemacetan serta kendaraan bermotor. Video klip dari lagu “Hey Nona!” dapat kalian nikmati sembari membaca ceracauku selanjutnya.

Menurut mereka sendiri, “Hey, Nona!” cukup berbeda dengan lagu-lagu Jonkoppings sebelumnya, di mana pada lagu tersebut, mereka banyak terpengaruh oleh melodi-melodi musik di era tahun 90an. Kemudian, pada lagu tersebut, mereka pun mencoba keluar dari zona nyamannya dengan membuat lagu yang lebih melodius dan lebih dominan pada elemen vokal. Menurut Ulama Andika (gitar), lagu “Hey Nona!” banyak terpengaruh dari musik-musik band pop yang ada pada era tahun 2000 di mana tahun tersebut merupakan tahun-tahun para personel Jonkoppings banyak mengenal musik lewat tayangan-tayangan video klip di kanal televisi lokal.
Emir Oktarianto selaku gitaris juga menambahkan bahwa pada lagu “Hey Nona!” ini mereka banyak memanggil kembali memori-memori musikal saat masih kecil ketika menonton video klip-video klip era tahun 2000an di televisi di mana pada era tersebut banyak band-band lokal yang memainkan lagu-lagu yang bersifat melodius dan dominan pada elemen vokal. Kemudian mencoba menggabungkan memori-memori tersebut dengan genre musik awal yang sudah mereka mainkan sebelumnya.
Saya cukup sepakat dengan statement mereka di atas, dan itulah mengapa saat pertama kali mendengar lagu “Hey Nona!”, aku teringat pada sebuah band beraliran rock tanah air yang pernah booming di tahun 2009 bernama Zigaz dengan single yang bertajuk “Sahabat Jadi Cinta”. Menurut pengamatanku ada beberapa kemiripan antara single “Hey, Nona!” milik Jonkoppings dengan single “Sahabat Jadi Cinta” milik Zigaz, yaitu pada karakter vokal yang sedikit berat dan sound gitar yang cenderung kuat dan kasar namun tetap catchy. Tapi, jika bicara soal pengemasan materi, yah menurutku mereka sudah cukup baik dalam mengeksekusi karya tersebut melihat mereka juga bukan band yang dilabeli oleh perusahaan besar.
Untuk musik-musik Jonkoppings sendiri merupakan hasil penggambaran kehidupan anak-anak remaja sehari-hari khususnya pada masa SMA, di mana dalam tema tersebut musik Jonkoppings banyak dipengaruhi oleh berbagai sub-genre dari musik rock dan genre lainnya seperti alternative rock, hard rock, pop punk, dan juga pop rock. Banyak lagu Jonkoppings yang menceritakan tentang kebiasaan-kebiasaan sehari-hari yang secara tidak sadar dijadikan kewajiban oleh seseorang sehingga menjadi siklus yang terus berputar.
Dan yang menarik nih Degilian!!! Untuk video klip “Hey Nona!” sendiri disutradarai langsung oleh Jonkoppings dengan bantuan Her Rachman sebagai direktur fotografi. Lagu tersebut direkam di Teenpam Records milik Fachri Arjuna (drum). Sedangkan proses mixing dan mastering dilakukan oleh Taufik Maulana. Wah, dari awal mereka cukup menarik perhatianku karena usaha mereka yang cukup sungguh-sungguh dalam mengeksekusi secara independen namun gak bisa dipandang sebelah mata. Hal itu sudah terbukti dari video klip yang sudah mereka keluarkan. Dan menurutku hasilnya cukup sejalan dengan skenario yang mereka garap, berpadu dengan lirik yang scope-nya memang mengarah pada anak muda. Kalau buat kemasan video klip kayaknya aku udah gak bisa komen lagi nih, biar kalian sendiri aja yang nilai masing-masing ya.
Sadar tidak sadar mereka ini grup band yang terbilang cukup konsisten, dua buah EP yang berjudul “Cigarette” (2012) dan juga “Enigmatic Girl” (2016) adalah bukti bahwa mereka juga nggak sekadar ngeband doang. Patut diacungi 4 jempol nih buat Jonkoppings. Pada kedua EP tersebut, lewat musik rock yang dimainkannya, Jonkoppings banyak bercerita tentang kehidupan sehari-hari dari anak-anak SMA, ya karena seluruh personel Jonkoppings memang dipertemukan sejak bangku SMA. Menurut Fajar Darmasto (vokal), musik Jonkoppings pada saat itu dapat diibaratkan sebagai diari anak SMA yang dikemas dalam bentuk lagu. Seperti halnya lagu “Cigarette” yang menceritakan pengalaman pertama seorang anak SMA yang mencoba merokok dan juga lagu “Jalan Raya” yang menceritakan pengalaman pertama anak SMA ketika baru diperbolehkan menyetir mobil.
Yah begitulah kira-kira pren, aku sendiri juga udah bingung mau nulis apalagi, yang terpenting dari semuanya MAJU TERUS… JANGAN KASIH KENDOR! Karena karya adalah inti dari semuanya. Dan harapanku pribadi pada Jonkoppings jelas sangat menantikan album kalian segera rilis. Semoga bisa selesai sesuai target yang sudah direncanakan. Jangan lupa singgahlah ke tanah Deli jika ada kesempatan, karena kami menunggu kehadiran kalian untuk membuat bising kota kami.
Contact:
[Phone/WHatsApp] 081295773710 [Dwi Suprianto]
Vila Dago Tol Blok H/14 No 15,
South Tangerang, Indonesia 15414
Subscribe to Jonkoppings on YouTube to stay updated on our daily releases: http://bit.ly/2GwcQz9
Videos, daily editorial and more: https://jonkoppings.wordpress.com
Like Jonkoppings on Facebook: http://fb.com/jonkoppings
Follow Jonkoppings on Twitter: http://twitter.com/jonkoppings
Check out our Instagram: http://instagram.com/jonkoppings
More videos from Jonkoppings Facebook: http://bit.ly/JonkoppingsLibrary

Share this post

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on tumblr
Share on print
Share on email

Recent post