DÈTENTION. :AMUNISI TERBARU MONSTER BERKEPALA TIGA

 DÈTENTION. :AMUNISI TERBARU MONSTER BERKEPALA TIGA 

Tanah Sumatera mempunyai banyak band yang patut diwaspadai dan disimak sepak terjangnya. DÈTENTION., misalnya! trio pengusung hardcore punk asal kota Palembang yang pada Juli 2108 lalu baru saja menggelar tur Double Trouble di Kota Jakarta-Bandung, kini telah merilis full album kedua mereka dengan tajuk Lullabies for A Broken World dalam format bundling (kaset pita, poster A3, T-shirt dan stiker) yang dibuka lewat sistem pre-order mulai pertengahan Oktober lalu.

FYI: Lullabies for A Broken World dirilis ke dalam 2 format, yaitu fomat kaset pita dirilis oleh Necros Records – Rimauman Records, dan format CD (compact disc) yang akan dirilis Resting Hell – Rimauman Records dalam waktu dekat ini.

Masih dalam formasi terdahulu, kolaborator  DÈTENTION. pada album baru mereka solid tanpa instrument bass yang terdiri dari Perfect Jay (gitar), Bullet (vokal) dan Kenji Error (drum). Monster berkepala tiga ini menerapkan etos DIY (Do It Yourself) dalam geraknya sebagai band dan masih berkutat dengan isu sosio politikal. Menyoroti fenomena gerakan keagamaan sektarian fanatik yang menjadi salah satu dinamika dan problematika politik dunia kontemporer yang kerap berujung dengan konflik yang tak lagi mengindahkan nilai-nilai kemanusiaan.

Berbeda dengan album perdana mereka “Youth Detention Program for Reckless Teenagers” yang terdengar begitu raw model hardcore punk atau noise punk ala Black Flag era Jealous Again, hingga band-band model SS, DÈTENTION. di album kedua mereka terdengar lebih catchy dari segi komposisi sound recording namun tetap memiliki nuansa liar yang menjadi khas-nya.

Band yang kerap menampilkan ikon kucing hitam pada tiap hiasan albumnya ini telah menyiapkan total 12 amunisi berbahaya dengan lirik berbahasa Inggris untuk mengisi Lullabies for A Broken World. Di album barunya ini DÈTENTION. mencoba beberapa unsur eksploratif yang asik untuk dicermati dan tidak dijumpai pada album DÈTENTION. terdahulu. Mulai dari penambahan instrument trumpet dengan kombinasi yang asik pada trek “Funk The Punk”, unsur sampling spoken Godbless America pada intro trek “I’m Not A Rebel (I’m just Fucking Angry)”, lagu emosional berdurasi singkat favorit saya di album ini yang mengingatkan saya kembali pada trek “Nation on Fire” pada debut album DÈTENTION. (juga trek favorit saya), kemudian trek “Social Suicide Club Blues” yang punya nuansa kombinasi antara GG. Allin dengan sedikit ritme rap pada porsi yang pas. Lalu trek yang tidak asing lagi: “Cult of Delusionaries”, trek catchy dengan nuansa rock n roll yang menjadi single pemanasan sekaligus bebas unduh via Soundcloud dari DÈTENTION. yang dilepas pada awal Oktober lalu menjelang perilisan album kedua mereka. Trek terakhir ditutup dengan “Lullabies for A Broken World”. Sebuah trek manis pengantar tidur untuk dunia yang sedang tidak baik-baik saja. Lagu yang asik pastinya untuk sing along ketika dibawakan live.

Terakhir, bagi kalian yang doyan dengan album punk/hardcore punk model Black Flag, OFF!, Night Birds, Regulations, atau bagi kalian yang ingin mendengar nuansa lain dari band proyekan Bullet a.k.a Rian Pelor selain ((AUMAN)) dan Dagger Stab, album kedua dari DÈTENTION. ini patut diwaspadai dan wajib kalian miliki di rumah!

detentioncenterpunk@gmail.com 

http://youtube.com/dètentioncenterpunk

Share this post

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on tumblr
Share on print
Share on email

Recent post