THE BANEFUL LITANIES: SOVEREIGN VERSUS NETIZEN

Akhirnya album ini selesai juga digarap dan akan segera siap edar. Meskipun pada awalnya tak berniat bermusik, apa yang telah mereka capai ini tentu saja patut disyukuri. The Baneful Litanies akan segera siap edar bentuk fisiknya dalam bermacam paket. Rencananya Sovereign akan melepas itu semua berbarengan dengan rilis video clip. Mungkin segera. Mumpung sudah 2019, tahun di mana akan ada banyak orang beropini dan mengumpat, Sovereign ingin memanfaatkan momen tersebut untuk menyuarakan apa-apa yang menurut mereka perlu. Karena sejatinya, umpatan juga datang dari keresahan hati.

Dan perihal umpatan Sovereign terhadap netizen, dengan sadar mereka arahkan kepada siapa pun yang membaca maupun yang tidak biasa membaca informasi secara saksama. Di samping itu, ada kekesalan yang ingin mereka sampaikan kepada siapa pun yang mendengarkan musik dan berani mencemooh “musisi lokal mah biasa ajah”, “Payah”, “Bang, lagunya mirip lagu si anu deh”. Taki Kucing! kata mereka. Kebanyakan netizen yang berani komentar dengan gampangnya seperti di atas adalah pendengar musik yang datang ke acara bersponsor rokok yang harga tiketnya sering kali gratis. Mereka yang sering komentar ala kurator tersebut, belum tentu rajin beli rilisan fisik atau merchandise original.

Pada akhirnya, 8 track yang ada di album ini berisi umpatan Sovereign terhadap banyak hal, bahkan diri mereka sendiri. Itu alasannya judulnya “The Baneful Litanies”, atau bisa diartikan sebagai “Rapalan Terlarang”. Judul ini dipilih karena mereka merasa sulit untuk manusia bisa berpendapat secara jujur. Semuanya harus politically correct. Jujur dilarang, lahirlah kalimat-kalimat berbunga yang palsu. “Hidup lu palsu, kebahagiaan lu di internet semua palsu, kerjaan yang lu bilang menyenangkan itu palsu, temen dan musuh lu sekarang itu palsu, apa lagi kalo lu ngeliat politik dan tell lie vision, ya!” sumbar mereka.

Dalam album yang dibantu rilis oleh Flush Record ini, Sovereign juga ngomongin kalian, para netizen yang maha cerdas dan kaya raya. Tapi toh mereka percaya, bahwa kalian gak akan ngerti apa yang mereka omongin, wong kalian gak suka baca dengan saksama! Dasar hamba click bait! “Satu point terakhir yang mau kami sampaikan. Di track ke 7 yang berjudul “Flux Parade”, kami marah-marah bareng bang Unbound dari Speedkill dan Petaka. Kami marahin apa? Lo baca liriknya ajah nanti, biar ngerti!” tutup mereka.

Berikut video pertama Sovereign, The One Whom Earth Refuse

Leave a Comment