hkkposter

KONSER AKBAR HKK: ANAK PERTAMA AKAN LAHIR!

Di permulaan tahun 2019 ini, kabar baik datang dari dan untuk masyarakat literasi kota Medan. Sekumpulan anak-anak muda penikmat/pegiat puisi, berkomplot dengan musisi-musisi independen serta segelintir muralis, akhirnya berhasil merampungkan album perdana bertajuk Hujan Kata-Kata Jilid 1. Diinisiasi oleh pagelaran membacakan kata-kata yang saban Minggu digelar di Degil House, pengisi album ini kesemuanya memang penghuni rutin ajang tersebut. Pada mulanya, mereka merencanakan membuat jurnal atau semacam zine, tempat mereka menumpahkan segala gejolak kata-kata yang berdesakan hendak keluar dari kepala mereka, sebelum Holong Paradika, gitaris sekaligus vokalis dari Terminal Kuningan, menyatakan bahwa kata-kata itu akan lebih efektif jika dipadupadankan dengan musik. Efektifitas coba diutamakan di dalam zaman yang serba robotik dan praktis ini, di mana masyarakat, kebanyakan besarnya, mungkin tidak ingin membuang waktunya yang teramat mahal itu dengan duduk berfokus di bawah lampu terang, secangkir kopi di meja, lantas membolak-balik halaman buku hanya untuk sekadar cengengesan atau merengut bingung. Berbeda dengan musik secara media (digital), di mana kenikmatan itu bisa dirasakan di mana saja dan kapan saja, setelah bangun tidur ataupun sebelum tidur, ketika berada di kantor atau duduk manja di atas sepeda motor.

Holong Paradika, pemuda santun yang kadang kesoktahuannya itu membikin kata-katanya acapkali ngelantur ke mana-mana, boleh dibilang adalah manusia yang paling berperan dalam terciptanya kolaborasi antara kata dan musik di album ini. Hampir semua notasi dan aransemen di album ini lahir dari proses kreatif yang ada di kepalanya: ia jugalah yang mengoperasikan seperangkat alat musik, laptop usang, alat rekam yang entah milik siapa, sampai membuat kopinya sendiri. Pengerjaan album juga boleh dibilang fantastis dan rada dramatis (buat yang tahu saja), jika tidak harusnya dapat rekor Muri, karena ia menggarap album ini, baik dari penciptaan nada hingga rekording, hanya dalam waktu kurang lebih 1 bulan saja! Ya, 17 rekaman ia garap hanya dalam waktu 1 bulan!Mengenai konsep album, peralihan antara pagi hingga ke pagi lagi beserta segala suka dukanya, mulai dari filosofi kebencian akan pagi, tandusnya kota, para penjahat yang ada di siang hari, sore berhujan dalam kilatan asmara, hingga ucapan selamat tidur dalam bentuk sajak dari seorang aktivis papan atas Indonesia digarap dengan begitu epik. Ide ini lahir begitu saja, semacam cocokologi setelah Politbiro Hujan Kata-Kata sekaligus pelukis yang mengerjakan cover album, Arman Rajapati, mendengarkan hasil dari keseluruhan album. Mengenai isi album, nanti saja akan masuk dalam rubrik Kobel.

Pagelaran Konser Akbar Hujan Kata-Kata Jilid 1 sendiri akan diselenggarakan pada Minggu, 24 Februari, 2019, bertempat di Degil House, Jalan Sei Silau, No.50/54, Medan. Berbeda dengan gigs yang biasanya berlangsung, konser ini akan digelar tanpa jeda, kemungkinan akan menghabiskan waktu selama 2 jam. Jadi, selayaknya menonton pagelaran drama atau konser musik klasik, para pengunjung tidak akan diizinkan untuk berisik atau menonton apa yang hanya mereka suka. Sebab seluruh penampil akan tampil sesuai dengan format jukebox yang akan diterapkan di dalam rilisian digital maupun fisik album ini. Album garapan beserta konser ini mungkin akan menjadi sang pemula, betapa puisi, musik, mantra, dapat dan bisa dibundel secara epik dan dramatik dalam sebuah pagelaran musik independen. Yooo, datang dan saksikan bre!

Share this post

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on tumblr
Share on print
Share on email

Recent post