InstaSave (2)

HYALINE: SEPAKET UDARA SEGAR DARI SHADOWPLAY

Salah satu punggawa skena musik indie Kota Medan saat ini, Shadowplay baru saja melepas album penuh pertama mereka, “Hyaline”, pada Sabtu (14/9) kemarin. Album baru yang sudah dinanti-nanti para pecinta musik kota Medan (terutama kalian Micy Lovers) ini dirilis secara resmi di showcase yang bertajuk “Hyaline Kickoff!” yang dieksekusi di Tujumpat Live Space, salah satu ruang publik alternatif baru di kota Medan.

Terdapat 9 (iya, sembilan!) lagu di album ini; antara lain Her Side, Biru Udara, Elusif, Hyaline, Mesmerized by the Sunflowers,Place that Remain, Simetris, Sweet-scented,dan Wise Man. Kesembilan lagu ini dibangun dengan tensi yang relatif serupa dengan karakteristik komposisi musik yang sangat Shadowplay-esque. Bathroom reverb membungkus sempurna setiap lagu, yang begitu cocok dengan karakter suara Aji dan Micy; ketukan 4/4, dipadu suara trompet pada beberapa lagu yang menjadi terobosan sekaligus memberi warna baru yang cukup menyegarkan di album ini.

Keke, eks personel Shadowplay yang turut tampil pada peluncuran album Hyaline, kemarin (14/9). Foto: Koleksi Shadowplay

Memilih lagu Her Side sebagai tembang pembuka menurut saya adalah keputusan yang sangat tepat karena intro instrumental berdurasi 52 detik di lagu ini terasa sangat pas porsinya untuk membangun suasana dan mengantarkan kita menuju semesta Hyaline dengan mulus. Lagu kedua, Biru Udara menurut saya adalah tembang yang paling kental aroma Shadowplay-nya. Fill-in drum yang padat dan detil serta melodi gitar “tipis-tipis” khas Aji menjadi penandanya. Kolaborasi dengan Ade Paloh di lagu Elusif patut diacungi jempol, liriknya yang ke-Efek-Rumah-Kaca-an (tanpa bermaksud membanding-bandingkan dan cocoklogi tentunya) berpadu sempurna dengan karakter vokal Ade Paloh yang terkesan nyeleneh dan tak biasa. Menggelitik telinga kita dan menggoda untuk diputar lagi dan lagi. Terdapat hal yang hampir serupa di lagu Simetris. Diksi pada liriknya tak dibangun seunik Elusif, namun disusun sedemikian rupa dengan cara yang tak biasa sehingga mampu menaikkan alis kita pada bagian-bagiantertentu, seperti penekanan pada bagian “simetris walau tak bergaris” yang sangat mudah menempel di ingatan.  

Mesmerized by the Sunflowers memberi getaran yang berbeda dari lagu-lagu lainnya. Intro dan verse yang disusun di lagu ini memberi kesan depresif yang jelas disengaja. Ngehe. Saran saya satu: jangan mendengar lagu ini sambil membuka dan melihat-lihat album/galeri ponsel anda, terutama jika masih terdapat kenangan-kenangan bersama dirinya-yang-dulu-pernah-huhu-haha-bersama di ponsel kalian. Liriknya mungkin belum tentu berkorelasi dengan kenangan kalian namun susunan senandung dan komposisi musik yang disajikan lagu ini cukup mampu merobohkan pertahanan batin anda-anda sekalian.

Foto: Koleksi foto Shadowplay

Ada hal yang cukup membuat saya panasaran di album Hyaline ini. Bila kita cek ke platform-platform musik digital terdapat dua lagu yang dilabeli “explicit”, Hyaline dan Wise Man. Dari wujud lagu; keduanya, baik di lirik maupun aransemen musiknya tidak mengandung konten yang menurut saya sensitif dan provokatif. Setahu saya adalah kebijakan suatu band itu sendiri untuk memberi label eksplisit pada saat men-submisi lagu-lagu yang ingin mereka unggah, sehingga saya sangat ingin bertanya kepada kawan-kawan Shadowplay alasan mereka memberikan label tersebut di kedua lagu ini (meski tentu sebenarnya ini bukan urusan saya [karena sebenarnya ini hanya dalih untuk mendapat materi untuk konten selanjutnya]).

Lagu Hyaline, Place that Remain, Sweet-scented, dan Wise Man juga digarap dengan sangat baik. Meski menurut saya tak ada yang begitu menonjol pada lagu-lagu tersebut (jika dibandingkan dengan 5 lagu lainnya), namun sebagai karya seni keempatnya tetap enak dan nyaman diperdengarkan. Menurut saya, kekuatan Shadowplay dalam meramu lirik di album ini termaksimalkan di lagu-lagu berbahasa Indonesia-nya. Di lagu-lagu tersebut kontruksi lirik dibangun sangat solid dengan diksi dan penekanan yang tepat guna, sedangkan pada lagu-lagu berbahasa Inggris terdapat beberapa kesalahan dalam struktur dan pelafalan yang menurut saya sedikit mengganggu ketika lagu ini didengarkan.

Perihal kesalahan dalam penggunaan bahasa asing ini bukan hanya problematika Shadowplay semata. Semua band di alam semesta yang menggunakan bahasa asing (Inggris, Jerman, Jepang, dan bahasa lainnya yang bukan bahasa ibu-nya) sering kali dihadapkan dengan masalah serupa, dan tentu tak ada yang memalukan dari hal ini. Sebaliknya, problema ini adalah tantangan bagi kita untuk terus belajar dan berbenah diri dalam mencipta.

Secara keseluruhan, album Hyaline  merupakan album musik yang diproduksi dengan sangat matang dan apik. Kualitas rekaman dan komposisi musiknya sangat mencerminkan keseriusan dan usaha maksimal yang didedikasikan para personelnya. Terdapat hal-hal baru yang menyegarkan telinga kita di album ini seperti penambahan instrumen, kolaborasi dengan Ade Paloh dan eksplorasi lirik-lirik yang apik. Jika disuruh memilih, Elusif dan Simetris adalah tembang andalan versi saya. Dua lagu ini menurut saya merupakan karya yang paling apik dari tujuh lagu lainnya, sekaligus membawa udara segar bagi kalian yang sudah menanti-nanti album ini sejak EP “Point of View” dirilis 2016 lalu.

https://open.spotify.com/album/34Hnw3Er0BPxiUtTxIOjBy

Share this post

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on tumblr
Share on print
Share on email

Recent post