PUAN - COVVER ALBUM

DISTORSI AKUSTIK: KRITISI ISU PEREMPUAN LEWAT ALBUM “PUAN”

Band alternatif dari Semarang, Distorsi Akustik, resmi meluncurkan mili album mereka yang kedua bertajuk “Puan” yang sudah dirilis pada akhir Agustus lalu. Berisi lima lagu dan dua bonus track, album berdurasi hampir satu jam ini memaparkan lirik-lirik kritis yang bersinggungan dengan isu perempuan, persis dengan judulnya. Setelah sebelumnya merilis “Tuhan Baru Bernama Gadget” sebagai salah satu materi yang ada di album ini, diluncurkan pula dua buah video klip dari lagu berjudul “Peringatkan Arina” dan “Tidak Ada Tempat Untuk Warna Abu-Abu di Kotak Pastel”.

Sebelumnya, Distorsi Akustik telah lebih dulu merilis mini album “PU7I UTOMO” pada tahun 2015 melalui Valetna Records serta perilisan bentuk CD pada tahun 2016. Dengan formasi Viko Yudha Prasetya (Vokal), Ragil Pamungkas (Drum), Hersandi Dipta (Gitar), Taufik Adi (Bass), Bahar Syafi’i (Gitar) dan Muhammad Fajar Pandu (Keyboard & Gitar) kemasan album ini juga menyertakan sebuah zine yang merangkum aksi kolaborasi dengan berbagai artis lintas disiplin. Selain itu mereka juga menggaet perupa gambar dari Semarang seperti Luthfi Debronzes, Anto Tantowi, Irwan GS, Garna Raditya, Yus Ariyanto, Ferdinandus Erdin, Mayvina Situmorang, Chelsy Yeah, Adi Laksito dan Pujo Nugroho, urun karya dalam kemasan zine tersebut. Album ini sendiri sengaja dirilis pada 30 Agustus 2019 yang bertepatan dengan Hari Orang Hilang Internasional walau pendistribusian CD “Puan” sudah beredar sebelumnya dalam jumlah yang terbatas.

Share this post

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on tumblr
Share on print
Share on email

Recent post