IMG_2907 2

POST-HUMAN: IMPLEMENTASI KUBLER-ROSS PADA EP “NOTHING TO BE DONE”

“Saya terlambat menyadari kenyataan bahwa banyak sekali orang-orang di sekeliling saya yang
kecewa pada hidupnya sendiri, merasa hidupnya tidak berguna, sia-sia, dan kemudian bermuara pada
pikiran-pikiran buruk untuk mengakhiri hidupnya sendiri. Namun satu hal yang saya sadari bahwa
pada akhirnya yang dapat merubah hidup saya -dan berkuasa atasnya- bukanlah siapapun yang dapat
saya harapkan, atau apapun itu, kecuali diri saya sendiri.” Post-Human

Band Progressive Metal asal Bandung, Post-Human, merilis sebuah album berjudul “Nothing to be Done”. Sebagai album yang menjadi debut mereka, Post-Human menggaet Domu untuk mengisi frekuensi tinggi mereka, menjadikan warna dan posibilitas dari permainan Post-Human menjadi lebih beragam. Dengan formasi dua bass oleh Getha dan Boris, gitas oleh Domu, Rizqi pada vokal dan Richard Mutter pada drum, Post-Human mengusung tema yang menarik; berbicara mengenai manusia serta kemanusiaannya. Direkam di Re-Built 40124 Studio, album berisi 5 lagu utama dan 1 track intro yang berusaha menggambarkan implementasi tahap kedukaan menurut Elizabeth Kubler-Ross, yaitu: denial, anger, bargaining, depression dan acceptance. Masing-masing lagu mewakili tiap-tiap tahap dinamika psikologis sesuai dengan tori tersebut sehingga makna yang dikandung masing-masing lagu pun menjadi alih wahana dari narasi teori berdasarkan sudut pandang orang pertama. Setelah digarap selama setahun, EP ini sudah bisa dinikmati pada berbagai layanan digital seperti spotify dan youtube.

Share this post

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on tumblr
Share on print
Share on email

Recent post