20190822_171521

STINGHAZE: MERANGKUM KACAU POLITIK LEWAT “INTRIK”

Terbentuk pada April 2017, Stinghaze yang diambil dari kata Sting yang berarti dosis tinggi dan “Haze” yang diambil dari lagu Jimmy Hendrix berjudul “Purple Haze”. Konsep awal dari band ini sendiri adalah memainkan musik heavy rock dari era 70-an yang banyak ter-influence dari Led Zeppelin, Black Sabbath dan Deep Purple. Seiring dengan pergantian pemainnya, kini Stinghaze beranggotakan: Panji(Vokal), Yoga(Gitar), Rei(Gitar), Fikar(Bass) dan juga Risky (Additional drum). Untuk tema sendiri, Stinghaze banyak menyuarakan isu sosial yang terjadi di sekitar. Malalui setiap lagu yang disuarakan, Stinghaze ingin menyuarakan cerita dan pesan yang tersirat bagi pendengar yang kaya akan isu sosial; seperti pada single pertama, “Distorsi” dan single kedua “Genosida” yang telah dirilis dan dapat didengarkan di beragam kanal pemutar musik digital. Sebagai single ketiga, “Intrik” dibuat berdasarkan asumsi tentang Pemilihan Presiden 2019. Panji sang vokalis sekaligus yang menulis lirik hanya berimajinasi tentang kejadian-kejadian pada pemilihan presiden pada 2014 silam. Stinghaze sendiri juga merasa dikejutkan dengan kerusuhan dan kekacauan yang terjadi di depan BAWASLU pada 22-23 Mei lalu, Panji sebagai penulis lirik merasa seperti menyaksikan sebuah mimpi yang menjadi kenyataan pada lagu ini. Rekaman yang berlangsung pada Apache Music Studio, Bekasi terbilang cepat dan hanya membutuhkan waktu kurang dari 24 jam karena materi yang sudah rampung sebelum memulai proses rekaman. Lagu “Intrik” sendiri sudah dirilis pada 30 Juli lalu dan sudah bisa didengarkan di berbagai pemutar musik digital.

Share this post

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on tumblr
Share on print
Share on email

Recent post