LRM_EXPORT_89837631482507_20191019_040329050

OATH AND BONDS: HIMNE KEMATIAN DARI SAINT ALI

Gejolak skena seakan tidak pernah putus, saling menyambung dari hari ke hari di kota Medan. Selain rutinitas gigs di berbagai daerah yang sepertinya tak kunjung berakhir, geliat skena juga masih diramaikan dengan banyaknya perilisan band-band kota Medan, baik dalam format fisik maupun digital. Dari sekian banyak band yang merilis album-albumnya tersebut, pada tulisan kali ini redaksi Degilzine akan focus pada rilisan hangat dari salah satu band Medan yang menyusup masuk pada mailbox degilzine@gmail.com. Saint Ali, kelompok kuartet rock atau lebih tepatnya heavy rock, baru-baru ini merilis single ke 2 mereka dengan tajuk Oath and Bonds.

Fyi: Single pertama bertajuk “Peruntus” telah dirilis secara digital padaJanuari 2019 lalu.

Sedikit mengulas tentang Saint Ali, band yang terbentuk pada tahun 2017 ini tergolong ligat dalam progresi bermusik. Tidak tanggung-tanggung, dalam usia dini mereka telah berkunjung ke negeri tetangga, Kuala Lumpur, Malaysia, untuk mengikuti gigs yang diselenggarakan di Rumah Api, sebuah punk house legendaris nan kultus bagi band-band underground kebanyakan. Beberapa gigs local pun tak luput untuk dijajaki Saint Ali semenjak tahun terbentuknya hingga saat ini. Selain aktif terlibat dalam beberapa gigs di kota Medan, Saint Ali juga diketahui aktif dalam menulis lagu-lagunya sendiri di usianya yang relatif dini.

            Berbicara mengenai Oath and Bonds, single ini secara musical memunyai nuansa erat dengan gaya bermusik yang dimainkan oleh Black Sabbath pada awal karir sekitar tahun 70an hingga awal tahun 80an. Boleh jadi Saint Ali sendiri tidak menampik pendapat ini, sebab seperti yang diketahui, nomor-nomor dahsyat dari Black Sabbath menjadi salah satu lagu wajib bagi Saint Ali yang kerap diselipkan pada lagu-lagu buatan sendiri saat perform di tiap gigs yang mereka mainkan. Soal tema lirik, korelasi erat pengaruh Black Sabbath sepertinya tidak luput untuk dijadikan referensi besar dalam penulisan lirik.

            Berdasarkan berita persnya, ide utama dari single Oath and Bonds adalah  konsepsi kematian, di mana pada liriknya Saint Ali mencoba mempersonifikasikan kematian sebagai entitas horor yang dating kepada si empunya hayat dalam bentuk yang mencekam. Lirik lagu ini secara keseluruhan menceritakan bagaimana si empunya hayat diingatkan kembali akan segala dosa yang telah ia perbuat sepanjang hidupnya tepat setelah ia beradu pandang dengan sang kematian. Segalapenyesalan, ketakutan dan doa-doa terakhir si empunya hayat diekspresikan secara depresif bait demi bait oleh Nico, sang vokalis, sebagai penulis utama lirik lagu ini.

            Singel Oath and Bonds sudah bias diakses secara gratis di platform-platform musik digital seperti Spotify, iTunes, Apple Music, Deezer, Amazon Music, iHeart Radio, Pandora dan lainnya, terhitung sejak tanggal 13 Oktober 2019. Secara garis besar apa yang dimakinkan oleh Saint Ali sangat direkomendasikan bagi para penyuka Black Sabbath, atau penyuka musik dengan nada rendah dan bertempo mid-low. Berharap suatu saat nanti Saint Ali dapat merilis sebuah album dalam bentuk fisik entah dalam format CD atau kaset pita. Semoga!

Cari tahu sepak terjang Saint Ali lebih dalam lewat akun instagram mereka: @saintalimsc

Share this post

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on tumblr
Share on print
Share on email

Recent post