pipedream

PIPE DREAM: ROMANTIKA INDIEPOP BARENG WELL WHALE

Hola degilian! Terkhusus anak-anak “ngindies” yang hidup di medio 90an, di mana radio kesayangan (jika masih ada) mereka telah digempur habis-habisan oleh musik-musik akustik yang entah kenapa tampak alergi pada alat musik bernama drum. Well Whale, unit indiepop asal Jatinangor yang beranggotakan Faizal Agusdin (vokal dan bass), Puteri Ayesha (vokal dan gitar), Raja Mahardika (gitar) dan Kelana Ashil Siddhawira (drum), yang telah merilis single kedua mereka bertajuk Pipe Dream (09/10) dijamin akan memuaskan dahaga anak-anak “ngindies” seantero alam Indonesia.

Indiepop sendiri diakui sebagai sebuah movement musik yang menganut etos DIY dalam ranah yang lebih melodius ketimbang saudaranya, punk; lebih modis, wangi, dan harum juga, tentunya. Gerakan urban perkotaan ini berkembang di Amerika pada akhir 70an, namun diakui sebagai suatu genre musik yang kokoh pada akhir 80an di inggris dan meledak hingga sampai ke tanah terjauh di Antartika pada medio pertengahan 90an dengan kereta yang di dalamnya terdapat rombongan anak-anak british semacam Morissey, Carey Lander, hingga ke Kevin Parker. Di Indonesia sendiri, indiepop boleh dikatakan, dipopulerkan oleh Pure Saturday dan Rumah Sakit pada awal 90an dan sampai pula ke Cascade pada awal 2000an. Setelah itu, indiepop (sebagai genre) bagaikan hilang di ranah industri musik dalam negeri, meskipun akan selalu ada band indiepop yang asyik jenggrang-jenggreng di atas panggung-panggung gigs kolektif.

Kehadiran Well Whale tentu diharapkan tidak saja memuaskan romantisme masa lampau para penggila The Stone Roses cs, namun mampu pula mengembalikan kejayaan indiepop di tengah ingar bingar musik “pop katanya folk” Indonesia. Single Pipe Dream sendiri dimaknai Well Whale sebagai sebuah ilusi atau fantasi yang sangat sulit untuk menjadi kenyataan. Lagu ini diciptakan oleh Kelana, sang drumer. Melodi gitar minimalis khas band-band britpop 90an, dengan genjrengan gitar akustik dan ketukan drum yang beatnya “ngga neko-neko”, akan membawa alam bawah sadar kita pada suatu visual di mana Robert Smith dan bandnya sedang menari ngga jelas seperti dalam video klip Boys Dont Cry. Gabungan vokal Faizal dan Puteri membuat kekuatan lagu ini makin menjadi-jadi. Yang pasti, asyik deh!

Proses mixing dan mastering lagu ini dikerjakan oleh Alif Rizki Pratama (LF Studio) dan Rashiefm (Fuzzy Room). Sementara artwork digarap oleh Yosia Manurung. Menurut press release yang mereka kirim ke surel degilzine@gmail.com, Pipe Dream akan menjadi pengantar menuju album penuh pertama mereka yang rencananya akan rilis sekitar awal tahun 2020. Yuk kita nikmati “pipe” seraya menuju Pipe Dream-nya Well Whale!

Share this post

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on tumblr
Share on print
Share on email

Recent post