TELECAST AFIF COVER

TELECAST (EP SHOWCASE OF AFIF NABAWI): SEBUAH PERWIRITAN SKENA MUSIK MEDAN

Hari Jumat ini bakalan menjadi hari bersejarah, teman! Di mana? Di dunia skena musik Medan! Kalau menurut bapak pemred Degilzine, acara ini akan menjadi per-wirit-an para musisi. Ya pastilah! Karena di acara Telecast: EP Showcase of Afif Nabawi ini akan melibatkan banyak pihak dan pelaku musik dari berbagai ranah. Nah, untuk lebih jelasnya, mari kita simak interview ala-ala bersama Afif dan ibu editor kita, Edacitra.

Ini acara apa sih, Fif? Tolong jelasin!

Ini sebenarnya acara showcase EP yang dibumbui dengan rangkaian acara dan kolaborator dari berbagai skena dan komunitas musik. Nama EP-nya “Kiryoku”. Acara ini di-support oleh Afront dan Medan Guitar Jamm.

Kenapa “Telecast”? Ada makna tertentu?

Kalau di bahasa inggris, Telecast itu artinya “publikasi”. Jadi tujuannya mau mempublikasikan karya, haha. Tapi di balik itu, sebenarnya menurut sang konseptor acara, bang Fandi Abdullah, kalau aku itu iconic kalau pas pakai gitar Telecaster-ku. Jadi seolah-olah ya… orang-orang udah kenal kalau Telecaster itu ya Apep (baca: Afif). Sekalian aja event-nya dinamai “Telecast”. Jadi punya dua makna.

Kapan dan dimana acaranya?

Hari Jumat mulai jam 4 sore. Nah, jam 4 itu ada guitar clinic dari Medan Guitar Jamm dan guitar display oleh Quinn Guitar Warehouse. Acaranya nanti di Chirurgie Café, Jl. K.H. Wahid Hasyim No.440 Medan Baru.

Apa aja konten acaranya?

Ada klinik gitar, display gitar, Afif mainkan lagu sendiri, dan kolaborasi sama banyak musisi medan.

Siapa aja yang terlibat dan sebagai apa?

Bang Fandi dari Onelastwishh sebagai konseptor acara, Afront Medan sebagai pembuat acara, Medan Guitar Jamm dan Quinn Guitar Warehouse sebagai konten acara.


Kenapa pakai konsep “kolaborator”?

Karena aku ngerasa perlu nih daya tarik acaranya. Dan kebetulan aku sering main ke skena-skena untuk silaturahmi. Akhirnya setelah diskusi panjang, kami buat konsep dengan kolaborator. Esensinya supaya ada sinergi antara banyak skena di Medan dan komunitas di Medan. Aku sendiri juga senang kali bisa ngundang banyak kolaborator. Merinding, hehe.

Kenapa mereka yang menjadi kolaborator?

Kolaboratornya ada 12, dan proses pemilihannya panjang. Banyak orang yang terlibat dalam pemilihannya. Itu kayak ngerjain puzzle, karena pertimbangannya banyak. Yang pasti harus dipikirin karakter musik si kolaboratornya, terus dia harus mewakili satu skena, dan dia juga harus compatible sama lagu-lagunya Afif. Intinya mereka dipilih dari bener-bener beragam skena (dari The Fame sampe Metal Medan, kan beneran jarang papasan tuh haha). Sempat segen juga karena sebenernya banyak musisi Medan yang ga bisa dipinang sebagai kolaborator, banyak pertimbangannya. Tapi yang pasti, support dari banyak musisi Medan alhamdulillah positif sekali.

Apa harapan Afif terhadap acara ini dan harapan setelah acara ini berlangsung?

Harapannya semoga awareness orang terhadap skena musik bisa meningkat, semoga market musik instrumental bisa meningkat, dan semoga banyak pihak yang bisa datang dan saling silaturahmi. Aminnn.

Ada pesan tertentu?

Banyak!

a. Pentingnya sebuah karya, apalagi di Medan yang dipenuhi musisi kreatif. Aku pengen nyebarin message bahwa karya apapun itu, pasti bakal ada market dan bakal diapresiasi di Medan.

b. SKENA ITU ADA DAN MUDAH DIAKSES. Banyak yang nanya gimana cara main di tempat ini, main di skena itu. Padahal semuanya mudah hanya dengan silaturahmi. Silaturahmi sahaja. Buktinya dengan silatuhahmi yang terjaga, event ini bisa undang banyak skena. Sebuah kehormatan.

c. Pede dengan karya sendiri dan yakin dengan visi yang kita mau. Gapapa jadi realistis, yang penting jangan statis.

d. Aku juga ingin mengenalkan skena dan komunitas musik ke orang-orang awam. Kalau ada satu acara di mana hampir semua skena ngumpul, ya mungkin ini salah satu acaranya. Intinya, Telecast ini untuk Medan, untuk skena musik Medan, untuk pekarya di Medan, dan untuk karya di Medan.

By the way ini juga mungkin showcase instrumental yang dari skena indie yang pertama. Artinya sebelumnya kayanya belum ada musisi dari skena yang showcase instrumental dan berkolaborasi.

Terakhir nih, Fif. Off the record nih. Pas latihan, paling sulit kolabs ama siapa?

Secara tangan kanan: bang Diki

Secara tangan kiri: bang Aji

HAHAHA

Share this post

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on tumblr
Share on print
Share on email

Recent post