SURAT DARI SURAKARTA (BAGIAN ENAM): SAMBASUNDA, BUKAN SEKADAR KELOMPOK MUSIK

SURAT DARI SURAKARTA (BAGIAN 1): PAK HILMAR, “IGF 2018 TIDAK INGIN MENJADI SEKADAR PESTA SEMATA!”

Sebagai orang Bandung yang lebih dari tiga puluh tahun hanya tinggal di sana, maka baru dua hari di Surakarta saja, rasanya sudah rindu pada tempat kelahiran. Namun saya tidak sedang ingin melankolik, apalagi di Surakarta ini, saya, seperti berulang kali diekspresikan, sangat kerasan dengan suasana International Gamelan Festival (IGF) 2018 yang hangat tapi sekaligus juga … Read moreSURAT DARI SURAKARTA (BAGIAN ENAM): SAMBASUNDA, BUKAN SEKADAR KELOMPOK MUSIK

SURAT DARI SURAKARTA (BAGIAN LIMA): SOTO GRABAH, WEDANG UWUH, DAN GAMELAN GROUP LAMBANGSARI

Soto Grabah

Kenapa musik, yang notabene ditangkap oleh indra pendengaran, masih tetap menarik jika dipertontonkan? Mungkin ini jawabannya: Karena manusia, tidak selalu puas dengan satu penginderaan saja. Ada kalanya, yang kita namai sebagai pengalaman langsung, adalah berarti menceburkan diri pada fenomena secara keseluruhan. Mengalami sesuatu secara langsung, bisa jadi artinya: membuat sebanyak mungkin penginderaan jadi terlibat. Ini … Read moreSURAT DARI SURAKARTA (BAGIAN LIMA): SOTO GRABAH, WEDANG UWUH, DAN GAMELAN GROUP LAMBANGSARI

SURAT DARI SURAKARTA (BAGIAN EMPAT): MELIHAT BUNYI, MENDENGAR WUJUD

SURAT DARI SURAKARTA (BAGIAN 1): PAK HILMAR, “IGF 2018 TIDAK INGIN MENJADI SEKADAR PESTA SEMATA!”

International Gamelan Festival 2018 di Surakarta ini, seperti kata Pak Hilmar Farid, Dirjen Kebudayaan, memang tidak semata-mata tentang keriaan. Ada hal-hal lain yang sifatnya edukatif dan sebisa mungkin punya kontribusi terhadap ekosistem kesenian. Misalnya, pagi hari tadi, di Institut Seni Indonesia (ISI), saya menghadiri seminar internasional tentang gamelan. Isinya kurang lebih seputar sejarah gamelan dan … Read moreSURAT DARI SURAKARTA (BAGIAN EMPAT): MELIHAT BUNYI, MENDENGAR WUJUD